LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Sumsum Tulang Belakang dan Saraf Tepi dalam Merespons Stimulus pada Sistem Saraf
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Biologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Keterkaitan Sumsum Tulang Belakang dan Saraf Tepi dalam Merespons Stimulus pada Sistem Saraf".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Sumsum Tulang Belakang dan Saraf Tepi dalam Merespons Stimulus pada Sistem Saraf
Biologi - Kelas 11
Bab 6 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Biologi — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Keterkaitan Sumsum Tulang Belakang dan Saraf Tepi dalam Merespons Stimulus pada Sistem Saraf INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Komponen Lengkung Refleks dan Penjalaran Impuls CepatEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan stimulus suhu tinggi saat menyentuh wajan panas, analisislah peran masing-masing organ berikut dalam menghasilkan gerak refleks penarikan tangan: (a) Termoreseptor di kulit, (b) Saraf tepi sensorik (spinal), (c) Interneuron di sumsum tulang belakang, (d) Saraf tepi motorik (spinal), dan (e) Otot bisep lengan. Ruang tabel jawaban 2. Analisislah mengapa pemrosesan stimulus refleks penarikan tangan berpusat di sumsum tulang belakang dan tidak diolah terlebih dahulu di otak besar. Apa konsekuensi fisiologisnya bagi keselamatan jaringan tubuh? Format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Komponen Organ), Kolom 2 (Kategori Sistem: Inderawi/Saraf Tepi/Saraf Pusat/Gerak), Kolom 3 (Analisis Peran dalam Merespons Stimulus). Di bawah tabel, sediakan 1 paragraf uraian analitis untuk menjawab pertanyaan nomor 2. Kegiatan 2: Aktivitas 2: Investigasi Fenomena Refleks Patela dan Koordinasi Antar-Sistem OrganEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan pengamatan refleks patela, analisislah lintasan transmisi stimulus: bagaimana peregangan tendon kuadrisep dapat diubah menjadi impuls saraf dan menghasilkan gerakan ekstensi tungkai bawah? 2. Dalam peristiwa refleks patela, otot kuadrisep mengalami kontraksi sementara otot hamstring di belakang paha berelaksasi secara simultan. Analisislah keterkaitan persarafan medula spinalis dan saraf tepi yang memungkinkan koordinasi antagonis kedua otot tersebut! Format diagram alir atau bagan skematis penjalaran impuls refleks patela beserta 2 paragraf penjelasan hasil diskusi analisis koordinasi antagonis otot paha. Kegiatan 3: Aktivitas 3: Analisis Komparatif Respons Sadar vs Respons Refleks serta Dampak Kerusakan SarafEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bandingkan keterlibatan sistem organ dalam merespons stimulus pada dua skenario: (A) Kaki tidak sengaja menginjak paku tajam (gerak refleks), dan (B) Kaki dengan sengaja menendang bola operan kawan (gerak sadar). Sajikan analisis perbedaan jalur integrasi pusat dan penghantarannya! Ruang tabel jawaban 2. Seorang pasien mengalami trauma kecelakaan yang merusak radiks posterior (akar dorsal) saraf spinal area lumbal, namun radiks anterior (akar ventral) tetap utuh. Analisislah bagaimana kemampuan tubuh pasien tersebut dalam merespons stimulus sensorik maupun melakukan kontraksi motorik pada tungkainya! Format tabel matriks diferensiasi 4 kolom (Parameter, Respons Refleks Menginjak Paku, Respons Sadar Menendang Bola, Keterkaitan Organ) dan 1 kolom uraian deduktif studi kasus cedera radiks saraf spinal. REFLEKSI1. Bagaimana pemahaman mengenai kerja cepat sumsum tulang belakang dan saraf tepi menyadarkan Anda tentang pentingnya mekanisme perlindungan tubuh dari bahaya fisik sehari-hari? 2. Bagian mana dari analisis keterkaitan antara organ reseptor, saraf spinal, medula spinalis, dan efektor gerak yang paling menantang untuk dipahami secara menyeluruh? 3. Sikap kepedulian atau kebiasaan aman apa yang perlu Anda terapkan dalam beraktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tulang belakang dan sistem saraf Anda? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.