LKPDPertemuan 1Bab 6Fase FSemester 2

LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Otak Besar dan Otak Kecil dalam Merespons Stimulus pada Sistem Saraf

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Biologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Keterkaitan Otak Besar dan Otak Kecil dalam Merespons Stimulus pada Sistem Saraf".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Otak Besar dan Otak Kecil dalam Merespons Stimulus pada Sistem Saraf

Biologi - Kelas 11

Bab 6 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Biologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Keterkaitan Otak Besar dan Otak Kecil dalam Merespons Stimulus pada Sistem Saraf

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Keterkaitan Otak Besar dan Otak Kecil dalam Merespons Stimulus pada Sistem Saraf
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis keterkaitan antar sistem organ dalam tubuh untuk merespons stimulus pada sistem saraf manusia

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat sebelum menjawab pertanyaan.
  • Lakukan analisis secara berkelompok (3-4 orang) dengan mengaitkan kerja organ sistem saraf (otak besar dan otak kecil) serta sistem organ lainnya dalam merespons stimulus.
  • Tuliskan hasil analisis kalian pada format bagan dan tabel yang telah disediakan secara sistematis.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Peran Serebrum dan Serebelum dalam Jalur Respons Stimulus Sadar

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Teks Biologi Kelas 11 Bab 6
  • Alat tulis
  • Diagram jalur sistem saraf manusia

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati skenario stimulus visual berikut: Seorang atlet bulu tangkis melihat kok meluncur cepat ke arah sudut lapangan, lalu bergerak melangkah cepat, mengatur keseimbangan badan, dan mengayunkan raket untuk memukul kok kembali.
  2. Identifikasi peran otak besar (serebrum) dan otak kecil (serebelum) dalam merespons stimulus tersebut.
  3. Analisis keterkaitan sistem saraf pusat tersebut dengan sistem organ lain (sistem indra dan sistem gerak/muskuloskeletal) melalui tabel analisis yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan skenario di atas, analisislah keterkaitan organ pengindra (mata), otak besar, otak kecil, serta otot rangka dalam menghasilkan respons gerakan memukul kok yang terkoordinasi dan seimbang ke dalam tabel analisis!

Ruang tabel jawaban

2. Bagaimana keterkaitan fungsional antara otak besar dan otak kecil saat seseorang merespons stimulus sensorik baru secara sadar?

Tabel 4 baris: Komponen Organ (Sistem Pengindra, Otak Besar, Otak Kecil, Sistem Gerak) | Peran Biologis dalam Menanggapi Stimulus | Keterkaitan Alur Respons; serta ruang paragraf analitis untuk pertanyaan uraian.

Kegiatan 2: Analisis Kasus: Gangguan Koordinasi Respons Stimulus pada Kasus Kerusakan Saraf Pusat

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar artikel studi kasus klinis ataksia dan gangguan korteks serebral
  • Pena/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca studi kasus medis berikut: Pasien A mengalami cedera pada korteks motorik otak besar (serebrum), sementara Pasien B mengalami gangguan degeneratif ataksia pada otak kecil (serebelum). Keduanya diuji dengan stimulus yang sama, yaitu diminta merespons perintah verbal untuk meraih sebuah gelas di atas meja.
  2. Analisis perbedaan kegagalan keterkaitan sistem saraf dan sistem gerak pada kedua pasien tersebut.
  3. Uraikan mengapa keterpaduan fungsi kedua organ saraf tersebut mutlak diperlukan agar sistem organ efektor bekerja sempurna.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan pemahaman mengenai keterkaitan organ saraf dalam merespons stimulus, analisislah perbedaan defisit respons gerak yang terjadi antara Pasien A (kerusakan korteks motorik otak besar) dan Pasien B (kerusakan otak kecil/ataksia) saat diberi stimulus meraih gelas!

2. Jelaskan kesimpulan analisis kalian mengenai keterkaitan sistem saraf pusat (otak besar dan otak kecil) dengan sistem gerak dalam menghasilkan perilaku motorik yang efektif!

Kolom perbandingan analisis dampak stimulus-respons antara Pasien A dan Pasien B (1 lembar kerja bergaris) dan kotak simpulan keterkaitan antar sistem.

Kegiatan 3: Sintesis Bagan Alir Keterkaitan Antar Sistem Organ dalam Merespons Stimulus

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS/lembar bagan
  • Spidol/penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buatlah bagan alir terpadu (skema panah) yang menghubungkan: Rangsangan/Stimulus -> Organ Reseptor (Indra) -> Otak Besar -> Otak Kecil -> Sumsum Tulang Belakang/Saraf Tepi -> Organ Efektor (Otot/Sistem Gerak) -> Bentuk Respons Akhir.
  2. Tuliskan keterangan analitis pada setiap anak panah yang menjelaskan hubungan fungsi antar sistem organ tersebut.
  3. Diskusikan hasil bagan alir kalian di depan kelas dan lengkapi pertanyaan refleksi pembelajaran mendalam.

Pertanyaan:

1. Gambarkan dan analisislah skema keterkaitan komprehensif antara sistem organ penerima stimulus, sistem saraf pusat (otak besar dan otak kecil), serta sistem gerak efektor pada ruang yang tersedia!

Ruang gambar

Bagan skema alir berkotak dengan anak panah penghubung, disertai kolom keterangan analitis di bawah bagan.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahaman tentang keterkaitan antara otak besar, otak kecil, dan sistem gerak ini menyadarkan kalian tentang pentingnya menjaga kesehatan sistem saraf dalam aktivitas sehari-hari?

2. Bagian mana dari analisis respons stimulus pada sistem organ ini yang paling menantang dan bagaimana kalian berhasil memahaminya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.