LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis keterkaitan sistem sirkulasi dan ekskresi pada pembuangan sisa metabolisme tubuh
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Biologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis keterkaitan sistem sirkulasi dan ekskresi pada pembuangan sisa metabolisme tubuh".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis keterkaitan sistem sirkulasi dan ekskresi pada pembuangan sisa metabolisme tubuh
Biologi - Kelas 11
Bab 4 Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Biologi — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis keterkaitan sistem sirkulasi dan ekskresi pada pembuangan sisa metabolisme tubuh INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Integrasi Alur Transpor Zat Makanan dan Pembentukan Sisa MetabolismeEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel analisis mengenai keterkaitan sistem pencernaan, sirkulasi, dan ekskresi pada jalur metabolisme protein (dari pemecahan protein menjadi asam amino, pengangkutan oleh darah, pembentukan urea di hati, hingga filtrasi ginjal). Tentukan: nama organ yang terlibat, peran spesifik sistem organ, dan zat yang ditranspor/dipertukarkan. Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan tabel di atas, analisislah apa yang akan terjadi pada sistem sirkulasi dan kondisi sel tubuh jika sistem ekskresi (ginjal) mengalami penurunan fungsi penyaringan secara mendadak. Tabel 3 baris berisi kolom: [Sistem Organ], [Organ Terlibat], [Peran Terhadap Zat Makanan/Sisa Metabolisme], [Zat yang Dipertukarkan/Ditranspor]. Di bawah tabel disediakan ruang uraian 4-5 baris untuk pertanyaan nomor 2. Kegiatan 2: Analisis Respon Antar-Sistem Organ terhadap Stimulus Eksternal dan InternalEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah bagaimana sistem sirkulasi dan sistem ekskresi merespons stimulus kehilangan cairan dan kenaikan suhu tubuh saat berolahraga berat untuk menjaga homeostasis pembuangan zat sisa. 2. Bandingkan komposisi dan laju pembuangan zat sisa melalui sistem ekskresi (ginjal vs kulit) saat tubuh menerima stimulus hidrasi tinggi (banyak minum dalam kondisi dingin) versus stimulus dehidrasi akibat latihan fisik berat. Ruang tabel jawaban Kotak uraian analitis berstruktur (5-6 baris) untuk pertanyaan 1, dan tabel pembanding 2 kolom (Kondisi Hidrasi Tinggi vs Kondisi Dehidrasi Berat) dengan parameter: Respon Sirkulasi, Respon Ekskresi Ginjal, dan Respon Ekskresi Kulit untuk pertanyaan 2. Kegiatan 3: Analisis Kritis Sintesis Pemecahan Masalah Keterkaitan SistemEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Seorang individu mengonsumsi makanan tinggi natrium dan protein secara berlebih dalam jangka panjang. Analisislah beban fungsional berantai yang terjadi mulai dari sistem pencernaan, sistem sirkulasi, hingga sistem ekskresi ginjal! 2. Berdasarkan seluruh hasil analisis pada kegiatan 1 sampai 3, sintesislah dalam satu pernyataan komprehensif mengapa sistem sirkulasi disebut sebagai 'penghubung kritis' antara sistem pencernaan dan sistem ekskresi dalam pembuangan sisa metabolisme. Ruang uraian argumen terstruktur (masing-masing 4-6 baris) dengan rubrik sintesis konsep. REFLEKSI1. Bagaimana pemahaman tentang keterkaitan sistem pencernaan, sirkulasi, dan ekskresi ini memengaruhi cara Anda memilih asupan harian demi menjaga kesehatan organ tubuh? 2. Bagian analisis respon stimulus mana (internal atau eksternal) yang paling menantang untuk dipahami, dan bagaimana kerja sama kelompok membantu mengatasinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.