LKPDPertemuan 6Bab 7Fase FSemester 2

LKPD Bahasa Jepang Kelas 11: Mengomunikasikan secara Lisan Gagasan Pakaian Atasan dan Bawahan yang Sedang Dikenakan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Jepang kelas 11 dengan topik "Mengomunikasikan secara Lisan Gagasan Pakaian Atasan dan Bawahan yang Sedang Dikenakan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Jepang Kelas 11: Mengomunikasikan secara Lisan Gagasan Pakaian Atasan dan Bawahan yang Sedang Dikenakan

Bahasa Jepang - Kelas 11

Bab 7 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Jepang — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengomunikasikan secara Lisan Gagasan Pakaian Atasan dan Bawahan yang Sedang Dikenakan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Jepang
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengomunikasikan secara Lisan Gagasan Pakaian Atasan dan Bawahan yang Sedang Dikenakan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengomunikasikan gagasan secara lisan tentang busana yang sedang dikenakan dalam bahasa Jepang sederhana

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja secara saksama sebelum memulai aktivitas lisan.
  • Bekerjalah bersama pasangan atau kelompok sesuai arahan untuk melatih pelafalan dan kelancaran berbicara dalam bahasa Jepang.
  • Gunakan kosakata pakaian, warna, serta kata kerja yang sesuai: ~o kite imasu (atasan), ~o haite imasu (bawahan/alas kaki), ~o kabutte imasu (penutup kepala).
  • Fokuskan latihan pada penyampaian gagasan secara lisan secara langsung kepada mitra tutur.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Latihan Pola Lisan Busana Tokoh (Koushikiteki Renshuu)

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu data visual tokoh Ken-san dan Emi-san
  • Lembar ceklis observasi lisan pasangan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati rincian busana yang dikenakan oleh dua tokoh rekaan (Ken-san dan Emi-san) pada tabel data.
  2. Secara berpasangan, latih pelafalan lisan untuk mengomunikasikan pakaian yang sedang dikenakan kedua tokoh tersebut menggunakan bahasa Jepang.
  3. Satu murid berperan bertanya '...-san wa nani o kite imasuka?' dan mitra menjawab secara lisan seluruh busana yang dikenakan tokoh tersebut, lalu bergantian.
  4. Centang daftar ceklis pelafalan lisan pada lembar kerja setelah rekanmu berhasil mengucapkannya secara lisan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data tokoh 1: Ken-san (atasan: shiro no shatsu, bawahan: kuro no zubon, alas kaki: kuro no kutsu), komunikasikanlah secara lisan apa yang sedang dikenakan oleh Ken-san kepada pasanganmu!

2. Berdasarkan data tokoh 2: Emi-san (atasan: aoi tiishatsu, bawahan: guree no sukaato, aksesori kepala: shiroi boushi), komunikasikanlah secara lisan apa yang sedang dikenakan oleh Emi-san kepada pasanganmu!

Format tabel ceklis observasi lisan berpasangan: Tabel 3 kolom (Nama Tokoh, Butir Busana yang Diujarkan Lisan, Ceklis Ketercapaian Lisan Ya/Tidak).

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Mengomunikasikan Busana Diri Sendiri secara Lisan (Watashi no Fuku)

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Pakaian/seragam yang sedang dikenakan murid hari ini
  • Lembar verifikasi teman kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Periksa pakaian seragam dan perlengkapan yang sedang kamu kenakan hari ini (atasan, bawahan, kaus kaki, sepatu, jilbab/aksesori jika ada).
  2. Catat poin kata kunci busana pribadimu sebagai panduan persiapan lisan (bukan naskah hafalan panjang).
  3. Bentuk lingkaran kecil beranggotakan 3-4 orang. Secara bergantian, komunikasikan secara lisan busana yang sedang kamu kenakan kepada teman sekelompokmu.
  4. Anggota kelompok yang menyimak memberikan konfirmasi balik secara lisan (misal: 'Sou desune!').

Pertanyaan:

1. Komunikasikanlah secara lisan gagasan tentang busana (pakaian atasan, bawahan, serta alas kaki) yang sedang kamu kenakan saat ini di hadapan teman kelompokmu!

Format lembar persiapan ujaran lisan: Kotak poin busana (Atasan / Ue, Bawahan / Shita, Sepatu-Kaus kaki / Kutsu-Kutsushita) dan kolom tanda tangan teman penyimak lisan.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Presentasi Lisan Busana Pasangan dan Pamer Busana Kelas

Estimasi: 55 menit

Alat & Bahan:

  • Panggung kecil kelas/ruang presentasi depan kelas
  • Rubrik pengamatan guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdirilah berpasangan di depan kelas atau di area peragaan kelas secara bergantian.
  2. Amati busana yang dikenakan oleh teman pasanganmu saat ini.
  3. Komunikasikanlah secara lisan kepada seluruh kelas gagasan mengenai busana lengkap yang sedang dikenakan oleh rekan pasanganmu tersebut dalam bahasa Jepang.
  4. Selesaikan kegiatan dengan menyimak ulasan guru serta mengisi pertanyaan refleksi belajar di akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Tampilkan performa lisan di depan kelas: komunikasikan secara lisan pakaian atasan, bawahan, dan aksesori yang sedang dikenakan oleh pasanganmu kepada teman sekelas!

Format lembar penilaian performa lisan guru/rekan: Lembar rubrik unjuk kerja lisan 3 indikator (Kelengkapan butir pakaian yang dikomunikasikan secara lisan, Ketepatan pasangan verba kimasu/hakimasu/kaburimasu, Kelancaran ujaran lisan).

REFLEKSI

1. Apakah kamu sudah dapat membedakan secara lisan penggunaan kata kerja 'kite imasu' (untuk atasan) dan 'haite imasu' (untuk bawahan/sepatu) saat mendeskripsikan pakaian?

2. Bagian mana dari mengomunikasikan pakaian secara lisan yang terasa paling menantang: mengingat kosakata pakaian, warna, atau kelancaran saat berbicara langsung?

3. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil mengomunikasikan pakaian yang kamu kenakan di hadapan teman-teman dalam bahasa Jepang?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.