LKPDPertemuan 6Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Bahasa Jepang Kelas 11: Mengomunikasikan Informasi Lisan Berupa Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Jepang kelas 11 dengan topik "Mengomunikasikan Informasi Lisan Berupa Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Jepang Kelas 11: Mengomunikasikan Informasi Lisan Berupa Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf

Bahasa Jepang - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Jepang — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengomunikasikan Informasi Lisan Berupa Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Jepang
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengomunikasikan Informasi Lisan Berupa Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengomunikasikan informasi secara lisan berupa ucapan salam, terima kasih, dan permohonan maaf dalam bahasa Jepang sederhana

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan saksama bersama pasangan kerjamu.
  • Gunakan bahasa Jepang sederhana untuk mengomunikasikan ungkapan salam, terima kasih, dan permohonan maaf secara lisan.
  • Lakukan komunikasi lisan secara bergantian dengan teman sebangku sesuai konteks yang disediakan.
  • Tuliskan catatan lisan atau checklist pelaksanaan komunikasi pada format ruang jawaban yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Latihan Pelafalan dan Pertukaran Lisan Terbimbing

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Benda di sekitar meja kelas (pena, buku, penghapus)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati pasangan dialog lisan sederhana berikut:
  2. Situasi A (Memberikan barang/bantuan): A: 'Kore.' / 'Douzo.' -> B: 'Arigatou.' / 'Arigatou gozaimasu.' / 'Doumo.'
  3. Situasi B (Meminta maaf saat berbuat salah/menolak bantuan): A: 'Gomen nasai.' / 'Sumimasen.' -> B: 'Iie.'
  4. Secara berpasangan, komunikasikan secara lisan ungkapan terima kasih dan permohonan maaf tersebut secara bergantian.
  5. Ucapkan secara lisan dan berikan tanda centang pada tabel pelaksanaan setelah kamu dan pasanganmu berhasil mengomunikasikannya secara lisan.

Pertanyaan:

1. Komunikasikan secara lisan kepada temanmu: berikan sebuah benda (misal pena) sambil mengucapkan 'Kore' atau 'Douzo', lalu temanmu merespons secara lisan dengan ucapan terima kasih. Lakukan sebaliknya! Tuliskan ungkapan lisan yang diucapkan oleh kedua pihak.

2. Komunikasikan secara lisan kepada temanmu: sampaikan permohonan maaf karena tidak sengaja menyenggol meja teman dengan mengucapkan 'Sumimasen' atau 'Gomen nasai', lalu temanmu merespons lisan dengan 'Iie'. Lakukan sebaliknya! Tuliskan ungkapan lisan yang digunakan.

Format tabel verifikasi lisan 4 kolom: [Nomor Situasi, Pembicara A (Lisan), Pembicara B (Lisan), Status Ketercapaian Lisan (Sudah Diucapkan / Belum)].

Kegiatan 2: Komunikasi Lisan Berpasangan Berdasarkan Kartu Situasi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu Skenario Situasi Kelas
  • Lembar Kerja Siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilih salah satu dari 3 skenario situasi interaksi di bawah ini:
  2. Skenario 1: Kamu meminjamkan penghapus kepada teman di sebelahmu.
  3. Skenario 2: Kamu tidak sengaja menjatuhkan buku milik temanmu saat berjalan di kelas.
  4. Skenario 3: Temanmu menyapa di pagi hari dan membantumu mengangkat kursi kelas yang berat.
  5. Komunikasikan dialog lisan sederhana secara langsung dengan pasanganmu menggunakan bahasa Jepang (memuat salam, terima kasih, atau permohonan maaf).
  6. Catat tuturan lisan yang kamu dan pasanganmu komunikasikan pada tabel laporan lisan.

Pertanyaan:

1. Lakukan komunikasi lisan untuk Skenario 1 atau 2 atau 3 di hadapan pasanganmu. Tuliskan teks tuturan lisan yang telah kalian komunikasikan secara berpasangan!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan komunikasi lisan yang baru saja dilakukan, sebutkan ungkapan lisan apa saja yang digunakan untuk menyatakan terima kasih dan permohonan maaf beserta respons penerimanya!

Format tabel 3 kolom: [Nama Penutur, Kalimat Lisan yang Diujarkan, Makna Komunikatif]. Format uraian singkat 3-4 baris untuk butir nomor 2.

Kegiatan 3: Praktik Komunikasi Lisan Spontan dan Refleksi Penutup

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Daftar situasi pemicu lisan dari guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bergabunglah dalam format lingkaran kecil atau berhadapan dengan teman yang berbeda pasangan.
  2. Guru akan menyebutkan situasi pemicu secara acak (misal: 'diberi hadiah', 'menginjak kaki teman', 'bertemu guru di lorong').
  3. Secara spontan komunikasikan ucapan salam, terima kasih, atau maaf dalam bahasa Jepang lisan yang sesuai kepada teman di sebelahmu.
  4. Pasangan langsung merespons secara lisan.
  5. Setelah praktik lisan selesai, isi bagian refleksi diri dan dengarkan ulasan penutup guru.

Pertanyaan:

1. Praktikkan komunikasi lisan spontan saat temanmu mengembalikan bukumu yang tertinggal! Ungkapan lisan apa yang kamu komunikasikan secara langsung?

2. Praktikkan komunikasi lisan spontan saat kamu tanpa sengaja menabrak bahu teman saat berpindah meja! Ungkapan lisan apa yang kamu komunikasikan secara langsung?

Format isian langsung 2 baris untuk mencatat tuturan lisan spontan yang telah dipraktikkan beserta tanda tangan konfirmasi teman bicara.

REFLEKSI

1. Ungkapan terima kasih atau permohonan maaf dalam bahasa Jepang apa yang paling lancar kamu komunikasikan secara lisan hari ini?

2. Pada situasi nyata di sekolah, kapan kamu akan langsung menggunakan ungkapan 'Arigatou gozaimasu' dan 'Sumimasen' secara lisan kepada teman atau gurumu?

3. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyampaikan salam, maaf, dan terima kasih dalam bahasa Jepang secara langsung kepada temanmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.