LKPDPertemuan 7Bab 4Fase DSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 9: Menggali Legenda Daerah Setempat melalui Wawancara dan Observasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 dengan topik "Menggali Legenda Daerah Setempat melalui Wawancara dan Observasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 9: Menggali Legenda Daerah Setempat melalui Wawancara dan Observasi

Bahasa Indonesia - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menggali Legenda Daerah Setempat melalui Wawancara dan Observasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenggali Legenda Daerah Setempat melalui Wawancara dan Observasi
Alokasi Waktu80 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun daftar pertanyaan wawancara dan melaksanakan wawancara kepada tokoh/orang yang dituakan di daerahnya untuk menggali informasi tentang legenda lokal.
  2. Murid dapat mencatat informasi penting dari hasil wawancara sebagai bahan dasar penulisan teks legenda daerah setempat.

PETUNJUK UMUM

  • Kalian akan menjadi peneliti legenda di daerah kalian sendiri! Siapkan alat tulis, smartphone (jika ada), dan semangat untuk menggali cerita dari para tetua.
  • LKPD ini akan membimbing kalian menyusun pertanyaan wawancara, melaksanakan wawancara, dan mencatat informasi penting tentang legenda lokal.
  • Kerjakan secara berkelompok (3-4 orang). Baca petunjuk setiap kegiatan dengan cermat sebelum mulai.
  • Bersikaplah sopan dan hormat saat mewawancarai narasumber. Ingat, mereka adalah penjaga cerita berharga daerah kita!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Merancang Pertanyaan Wawancara yang Efektif

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Smartphone/alat perekam (jika tersedia)
  • Buku catatan khusus wawancara

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama kelompok: siapa yang akan kalian wawancarai? (tokoh masyarakat, kakek/nenek, ketua adat, atau orang yang dituakan di daerah kalian)
  2. Tentukan legenda atau tempat yang ingin kalian gali ceritanya (nama tempat bersejarah, gunung, sungai, batu, atau tokoh legendaris di daerah kalian)
  3. Buatlah minimal 8 pertanyaan wawancara yang mencakup berbagai aspek legenda
  4. Gunakan tabel yang disediakan untuk menyusun pertanyaan. Pastikan pertanyaan mengalir dari umum ke khusus
  5. Tandai 3 pertanyaan terpenting dengan tanda bintang (*)

Pertanyaan:

1. Tuliskan identitas narasumber yang akan kalian wawancarai (nama, usia, pekerjaan/jabatan, hubungan dengan legenda)

2. Susunlah minimal 8 pertanyaan wawancara dalam tabel berikut. Pertanyaan harus mencakup: (a) asal-usul legenda, (b) tokoh utama, (c) alur cerita, (d) tempat kejadian, (e) pesan moral, (f) kepercayaan masyarakat saat ini, (g) versi lain dari cerita, (h) upaya pelestarian.

Ruang tabel jawaban

3. Jelaskan strategi kelompok kalian agar wawancara berjalan lancar (siapa yang bertanya, siapa yang mencatat, siapa yang merekam, bagaimana membuka dan menutup wawancara)

Jawaban nomor 1: tulis dalam format identitas lengkap. Jawaban nomor 2: buat tabel dengan 3 kolom (No., Pertanyaan, Aspek yang Digali) dan minimal 8 baris. Jawaban nomor 3: tulis dalam bentuk paragraf atau poin-poin (minimal 150 kata)

Kegiatan 2: Melaksanakan Wawancara dan Observasi Lapangan

Estimasi: 30 menit (untuk pelaporan hasil, wawancara sesungguhnya dilakukan di luar kelas)

Alat & Bahan:

  • Daftar pertanyaan dari Kegiatan 1
  • Alat perekam/smartphone
  • Buku catatan
  • Kamera/HP untuk dokumentasi
  • Surat izin wawancara (jika diperlukan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan wawancara kepada narasumber yang telah kalian tentukan (bisa dilakukan di luar jam pelajaran atau sebagai tugas kelompok)
  2. Gunakan daftar pertanyaan yang telah kalian susun di Kegiatan 1
  3. Catat atau rekam jawaban narasumber dengan lengkap. Jangan ragu bertanya lebih lanjut jika ada yang belum jelas
  4. Jika memungkinkan, kunjungi tempat yang berkaitan dengan legenda dan lakukan observasi (ambil foto, catat kondisi tempat, wawancarai warga sekitar)
  5. Bersikap sopan, gunakan bahasa yang santun, dan hormati waktu narasumber
  6. Setelah wawancara selesai, segera rapikan catatan kalian agar tidak lupa detail pentingnya

Pertanyaan:

1. Dokumentasikan proses wawancara kalian (foto bersama narasumber, foto lokasi yang berkaitan dengan legenda, atau tangkapan layar rekaman wawancara). Tempelkan atau deskripsikan di ruang yang disediakan.

Ruang gambar

2. Buatlah catatan lapangan dari hasil wawancara dalam format tabel berikut: Pertanyaan yang Diajukan | Jawaban Narasumber (ringkas) | Informasi Penting/Menarik. Isi minimal 5 pertanyaan yang paling penting.

Ruang tabel jawaban

3. Tuliskan tantangan atau kendala yang kalian hadapi saat wawancara dan bagaimana kalian mengatasinya.

Jawaban nomor 1: tempelkan foto ukuran 10x15 cm atau buat deskripsi visual (jika tidak ada foto). Jawaban nomor 2: buat tabel 3 kolom, minimal 5 baris. Jawaban nomor 3: tulis dalam bentuk paragraf (100-150 kata)

Kegiatan 3: Mengolah dan Menyajikan Informasi Penting untuk Dasar Penulisan Legenda

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Catatan hasil wawancara dari Kegiatan 2
  • Alat tulis berwarna untuk peta konsep
  • Kertas tambahan jika diperlukan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kembali semua catatan hasil wawancara kalian
  2. Identifikasi informasi-informasi penting yang akan menjadi bahan dasar penulisan legenda
  3. Kelompokkan informasi berdasarkan struktur teks legenda: orientasi (pengenalan tokoh dan latar), komplikasi (masalah/konflik), resolusi (penyelesaian), dan koda (pesan moral)
  4. Catat juga detail unik yang membuat legenda ini khas dan berbeda dari legenda lain
  5. Diskusikan dengan kelompok: informasi mana yang akan kalian kembangkan lebih lanjut dalam tulisan legenda nanti

Pertanyaan:

1. Buatlah peta konsep atau bagan alur cerita legenda berdasarkan hasil wawancara. Sertakan: judul legenda, tokoh utama dan karakternya, latar tempat dan waktu, alur cerita (awal-tengah-akhir), dan pesan moral.

Ruang gambar

2. Buatlah daftar informasi penting dari hasil wawancara yang akan kalian gunakan sebagai bahan penulisan legenda. Kelompokkan dalam tabel: Aspek Legenda | Informasi dari Wawancara | Pengembangan yang Akan Dilakukan.

Ruang tabel jawaban

3. Diskusikan dalam kelompok: Apa keunikan atau nilai kearifan lokal yang terkandung dalam legenda ini? Bagaimana legenda ini masih relevan dengan kehidupan kalian saat ini?

4. Buatlah kerangka karangan (outline) sederhana untuk penulisan teks legenda berdasarkan informasi yang telah kalian kumpulkan. Format: Judul - Paragraf Pembuka (orientasi) - Paragraf Konflik (komplikasi) - Paragraf Penyelesaian (resolusi) - Paragraf Penutup (koda/pesan moral).

Jawaban nomor 1: gambar peta konsep/bagan alir di kertas A4 atau setengah halaman LKPD. Jawaban nomor 2: tabel 3 kolom, minimal 4 baris (orientasi, komplikasi, resolusi, koda). Jawaban nomor 3: tulis hasil diskusi dalam 1-2 paragraf (150-200 kata). Jawaban nomor 4: buat outline dalam format poin-poin, masing-masing struktur dijelaskan 2-3 kalimat

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaan kalian setelah menggali legenda dari daerah sendiri? Apakah ada hal yang mengejutkan atau membuat kalian bangga?

2. Keterampilan apa yang kalian pelajari dari kegiatan wawancara ini? (misalnya: berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, mendengarkan aktif, mencatat informasi penting)

3. Mengapa penting bagi kita sebagai generasi muda untuk menggali dan melestarikan legenda daerah? Apa yang akan terjadi jika cerita ini tidak ditulis ulang?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.