LKPD Bahasa Indonesia Kelas 9: Berlatih Menulis Pantun Sesuai Struktur dan Kaidah
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 dengan topik "Berlatih Menulis Pantun Sesuai Struktur dan Kaidah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 9: Berlatih Menulis Pantun Sesuai Struktur dan Kaidah
Bahasa Indonesia - Kelas 9
Bab 2 - Pertemuan 6
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D) Topik: Berlatih Menulis Pantun Sesuai Struktur dan Kaidah INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Membedah Anatomi PantunEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan dua baris pertama pantun di atas dan jelaskan bagian apakah itu! 2. Tuliskan dua baris terakhir pantun di atas dan jelaskan bagian apakah itu! 3. Lengkapi tabel berikut untuk menunjukkan pola rima pantun tersebut! Ruang tabel jawaban 4. Mengapa pola rima penting dalam pantun? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri! Jawaban soal 1-2 ditulis dalam bentuk paragraf singkat (3-5 kalimat). Soal 3 dijawab dalam tabel 4 baris dengan kolom: Baris ke-, Kata terakhir, Pola rima. Soal 4 dijawab dalam 3-4 kalimat. Kegiatan 2: Mengenal Kosakata: Denotatif, Konotatif, dan KiasanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tentukan jenis makna kata bergaris bawah: 'Bunga mawar di taman bermekaran indah' - kata 'bunga' 2. Tentukan jenis makna kata bergaris bawah: 'Adikku adalah bunga hati keluarga kami' - kata 'bunga hati' 3. Tentukan jenis makna kata bergaris bawah: 'Hatinya hangat menyambut tamu' - kata 'hangat' 4. Buatlah satu kalimat dengan kata 'cahaya' bermakna denotatif! 5. Buatlah satu kalimat dengan kata 'cahaya' bermakna konotatif atau kiasan! 6. Diskusikan dengan kelompokmu (3-4 orang): Mengapa penggunaan kata bermakna konotatif dan kiasan penting dalam menulis pantun? Tuliskan hasil diskusi! Soal 1-3 cukup tulis jenis makna (denotatif/konotatif/kiasan) dan penjelasan singkat dalam kurung. Soal 4-5 tulis satu kalimat lengkap. Soal 6 tulis hasil diskusi dalam 4-6 kalimat. Kegiatan 3: Ayo Berkarya: Menulis Pantun Karya SendiriEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tema yang kamu pilih: 2. Pesan/isi yang ingin kamu sampaikan (tulis dalam 1-2 kalimat dulu sebelum dibuat pantun): 3. Tuliskan pantun karya kamu di bawah ini (4 baris): 4. Identifikasi kata-kata bermakna konotatif atau kiasan dalam pantunmu! Tuliskan kata tersebut dan jelaskan maknanya. Ruang tabel jawaban 5. Periksa pantunmu: Apakah sudah memenuhi struktur (sampiran-isi), kaidah (4 baris, rima a-b-a-b), dan menggunakan kosakata bermakna konotatif/kiasan? Beri tanda centang (✓) jika sudah! Ruang tabel jawaban 6. Tukarkan pantunmu dengan teman sebangku. Mintalah teman memberi masukan: apakah pantunmu sudah menarik dan sesuai kaidah? Tuliskan masukan teman! Soal 1 isi dengan salah satu tema. Soal 2 tulis 1-2 kalimat ide. Soal 3 tulis pantun 4 baris dengan jelas. Soal 4 buat tabel 2 kolom (Kata | Makna) untuk min. 2 kata. Soal 5 buat checklist 5 kriteria. Soal 6 tulis masukan teman dalam 2-3 kalimat. REFLEKSI1. Bagian mana dari menulis pantun yang paling menantang bagimu: membuat sampiran, menentukan isi, atau menyesuaikan pola rima? Mengapa? 2. Menurutmu, apa manfaat belajar menulis pantun dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contoh situasi konkret di mana kamu bisa menggunakan pantun! 3. Setelah belajar hari ini, apa yang akan kamu lakukan untuk terus mengasah kemampuan menulis pantunmu? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.