LKPDPertemuan 9Bab 5Fase DSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Mendeklamasikan Puisi di Depan Kelas

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Mendeklamasikan Puisi di Depan Kelas". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Mendeklamasikan Puisi di Depan Kelas

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 5 - Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Mendeklamasikan Puisi di Depan Kelas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMendeklamasikan Puisi di Depan Kelas
Alokasi Waktu80 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengenal cara mendeklamasikan puisi dengan memperhatikan intonasi, jeda, ekspresi, dan penghayatan makna puisi.
  2. Murid dapat mendeklamasikan puisi ciptaannya sendiri di depan kelas secara ekspresif untuk menyampaikan pesan dan ungkapan isi hati kepada pendengar.

PETUNJUK UMUM

  • Lembar Kerja ini akan membantumu belajar mendeklamasikan puisi dengan ekspresif dan penuh penghayatan.
  • Kamu akan mengamati teknik deklamasi puisi, berlatih dengan puisi ciptaanmu sendiri, dan tampil di depan kelas.
  • Siapkan puisi yang sudah kamu buat di pertemuan sebelumnya.
  • Kerjakan setiap kegiatan dengan cermat dan nikmati prosesnya. Deklamasi puisi adalah cara mengungkapkan isi hati!
  • Jangan takut salah—setiap pembaca puisi punya gaya uniknya sendiri.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengamati dan Menganalisis Teknik Deklamasi Puisi

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Video deklamasi puisi atau rekaman audio (disediakan guru)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tonton video deklamasi puisi yang disediakan guru atau baca transkripnya dengan saksama.
  2. Perhatikan bagaimana pembaca puisi menggunakan intonasi (naik-turun suara), jeda (berhenti sejenak), ekspresi wajah, dan gerakan tubuh.
  3. Catat hal-hal menarik yang kamu temukan dalam tabel pengamatan.
  4. Diskusikan temuanmu dengan teman sebangku: apa yang membuat deklamasi itu berkesan?

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatan berikut berdasarkan video/pembacaan puisi yang kamu amati!

Ruang tabel jawaban

2. Menurut pendapatmu, unsur mana yang paling membuat deklamasi itu berkesan? Jelaskan alasanmu!

Tabel dengan 5 kolom: (1) Aspek Deklamasi, (2) Yang Kamu Amati, (3) Efeknya terhadap Pendengar. Isi untuk aspek: intonasi, jeda, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan kesan umum. Untuk soal 2, tulis uraian minimal 3-4 kalimat.

Kegiatan 2: Merancang Deklamasi Puisi Ciptaanmu

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Puisi ciptaan sendiri (sudah dibuat sebelumnya)
  • Alat tulis dan penanda warna (highlighter/spidol)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil puisi yang sudah kamu buat di pertemuan sebelumnya.
  2. Baca puisimu dalam hati, resapi maknanya. Apa pesan dan perasaan yang ingin kamu sampaikan?
  3. Tentukan bagian-bagian penting yang perlu diberi penekanan (intonasi tinggi, jeda, ekspresi khusus).
  4. Tandai puisimu dengan catatan kecil untuk panduan saat deklamasi (contoh: //// = jeda panjang, KAPITAL = intonasi tinggi).
  5. Isi rancangan deklamasi di bawah ini untuk membantumu tampil lebih percaya diri.

Pertanyaan:

1. Apa tema dan pesan utama puisimu? Perasaan apa yang ingin kamu sampaikan kepada pendengar?

2. Tulis 3 baris puisimu yang paling penting, lalu jelaskan bagaimana kamu akan mendeklamasikannya (intonasi, jeda, ekspresi).

Ruang tabel jawaban

3. Gerakan tubuh atau gestur apa yang akan kamu gunakan untuk memperkuat penyampaian puisimu?

Soal 1: uraian 3-5 kalimat. Soal 2: tabel 3 kolom (Baris Puisi | Cara Deklamasi | Alasan). Soal 3: uraian 3-4 kalimat, boleh disertai sketsa sederhana posisi atau gerakan.

Kegiatan 3: Mendeklamasikan Puisi di Depan Kelas

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Ruang kelas atau panggung sederhana
  • Puisi ciptaan sendiri
  • Alat tulis untuk mencatat pengamatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bersiaplah tampil mendeklamasikan puisimu di depan kelas sesuai giliran yang ditentukan guru.
  2. Gunakan rancangan deklamasi yang sudah kamu buat di Kegiatan 2 sebagai panduan.
  3. Saat tampil: tarik napas, tenangkan diri, tatap pendengar, dan sampaikan puisimu dengan penuh penghayatan.
  4. Saat teman tampil: dengarkan dengan baik, hormati, dan catat pengamatanmu untuk memberi tanggapan positif.
  5. Setelah semua tampil, diskusikan pengalaman kalian bersama-sama.

Pertanyaan:

1. Setelah kamu tampil, tuliskan perasaanmu: apa yang paling sulit? Apa yang membuatmu puas dari penampilanmu?

2. Pilih 2 teman yang deklamasinya berkesan bagimu. Tuliskan nama, judul puisi, dan apa yang membuatnya berkesan (aspek teknik atau emosi yang tersampaikan).

Ruang tabel jawaban

3. Diskusi kelompok: Apa yang membuat sebuah deklamasi puisi benar-benar menyentuh hati pendengar? Tuliskan 3 kesimpulan dari diskusi kalian.

Soal 1: uraian bebas 4-6 kalimat. Soal 2: tabel 3 kolom (Nama Teman | Judul Puisi | Alasan Berkesan). Soal 3: tulis 3 poin kesimpulan hasil diskusi kelompok, masing-masing 1-2 kalimat.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah mendeklamasikan puisimu sendiri di depan teman-teman? Apakah kamu merasa lebih percaya diri atau masih gugup?

2. Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara menyampaikan pesan dan perasaan melalui puisi? Bagaimana deklamasi puisi bisa menjadi cara mengungkapkan isi hatimu?

3. Jika ada kesempatan lagi, apa yang ingin kamu perbaiki atau coba dalam deklamasi puisimu berikutnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.