LKPDPertemuan 6Bab 5Fase DSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Langkah-Langkah Menciptakan Puisi Berdasarkan Pengalaman Pribadi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Langkah-Langkah Menciptakan Puisi Berdasarkan Pengalaman Pribadi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Langkah-Langkah Menciptakan Puisi Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 5 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Langkah-Langkah Menciptakan Puisi Berdasarkan Pengalaman Pribadi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikLangkah-Langkah Menciptakan Puisi Berdasarkan Pengalaman Pribadi
Alokasi Waktu3 x 40 menit (120 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan langkah-langkah menciptakan puisi mulai dari menentukan tema, memilih diksi, menyusun larik dan bait, hingga memperhatikan rima dan irama.
  2. Murid dapat menulis draf puisi berdasarkan pengalaman atau perasaan pribadi dengan memperhatikan unsur-unsur puisi yang telah dipelajari.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan saksama sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan secara mandiri terlebih dahulu, kemudian diskusikan hasilmu dengan teman sebangku.
  • Gunakan pengalaman atau perasaan pribadimu sebagai inspirasi dalam menulis puisi.
  • Jangan takut salah! Menulis puisi adalah proses kreatif yang membutuhkan latihan.
  • Tulislah dengan jujur dan dari hati, karena puisi adalah ungkapan perasaan yang paling dalam.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Memetakan Pengalaman Pribadi sebagai Inspirasi Puisi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah dengan nyaman dan pejamkan matamu sejenak.
  2. Tarik napas dalam-dalam, kemudian ingat satu pengalaman yang berkesan dalam hidupmu (bisa menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, atau mengesankan).
  3. Buka matamu dan tuliskan pengalaman tersebut dalam tabel yang tersedia.
  4. Identifikasi perasaan yang muncul dari pengalaman itu.
  5. Pilih satu pengalaman yang paling ingin kamu tuangkan dalam puisi.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 pengalaman pribadi yang berkesan bagimu dalam tabel berikut, lengkapi dengan perasaan yang muncul dan kata kunci yang bisa menggambarkan pengalaman tersebut.

Ruang tabel jawaban

2. Dari ketiga pengalaman di atas, manakah yang paling ingin kamu tuangkan dalam puisi? Mengapa?

3. Tuliskan tema puisi yang akan kamu buat berdasarkan pengalaman yang kamu pilih.

Jawaban nomor 1 dalam bentuk tabel dengan 3 kolom (Pengalaman Pribadi | Perasaan yang Muncul | Kata Kunci) dan 3 baris. Nomor 2 dan 3 dalam bentuk uraian/isian 3-5 kalimat.

Kegiatan 2: Merancang Kerangka Puisi dengan Unsur-Unsur Pembangunnya

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja
  • Kamus sinonim (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan tema yang sudah kamu tentukan, sekarang saatnya merancang kerangka puisimu.
  2. Ikuti langkah-langkah menciptakan puisi dengan mengisi tabel perencanaan.
  3. Perhatikan pemilihan diksi (pilihan kata) yang tepat untuk mengungkapkan perasaanmu.
  4. Pikirkan rima dan irama yang akan membuat puisimu enak dibaca.
  5. Rencanakan jumlah bait dan larik dalam puisimu.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel perencanaan puisi berikut untuk merancang puisimu!

Ruang tabel jawaban

2. Tuliskan 2-3 larik percobaan dari puisimu menggunakan diksi yang sudah kamu pilih. Perhatikan rima dan irama yang kamu inginkan.

3. Diskusikan larik percobaanmu dengan teman sebangku. Mintalah masukan tentang diksi dan rima yang kamu gunakan. Tuliskan masukan yang kamu terima!

Jawaban nomor 1 dalam bentuk tabel dengan 2 kolom (Aspek Perencanaan | Isian) dan 6 baris (Tema, Pesan, Diksi, Rencana Rima, Jumlah Bait, Jumlah Larik per Bait). Nomor 2 dalam bentuk uraian/larik puisi. Nomor 3 dalam bentuk uraian 2-3 kalimat.

Kegiatan 3: Menciptakan Draf Puisi Utuh

Estimasi: 55 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja
  • Kertas tambahan untuk revisi (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya menulis draf puisi utuh berdasarkan rencana yang sudah kamu buat.
  2. Tulislah puisimu dengan memperhatikan tema, diksi, larik, bait, rima, dan irama.
  3. Gunakan majas yang sudah kamu pelajari (metafora, simile, repetisi) untuk memperkaya puisimu (opsional).
  4. Setelah selesai, bacakan puisimu dalam hati, rasakan apakah sudah mengungkapkan perasaanmu dengan baik.
  5. Berilah judul yang menarik untuk puisimu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan draf puisimu secara utuh di ruang yang tersedia! Pastikan puisimu memiliki minimal 3 bait dengan masing-masing bait terdiri dari 4 larik.

2. Identifikasi unsur-unsur puisi dalam draf puisimu dengan mengisi tabel berikut!

Ruang tabel jawaban

3. Bacakan puisimu kepada teman sebangku, kemudian mintalah teman untuk memberikan apresiasi dan saran perbaikan. Tuliskan apresiasi dan saran yang kamu terima!

4. Setelah menerima masukan, tuliskan rencana revisi atau perbaikan yang akan kamu lakukan terhadap draf puisimu!

Jawaban nomor 1 berupa puisi utuh (minimal 3 bait x 4 larik) dengan judul. Nomor 2 dalam bentuk tabel dengan 2 kolom (Unsur Puisi | Penjelasan/Contoh dalam Puisiku) dan 6 baris (Tema, Diksi, Rima, Irama, Majas, Pesan). Nomor 3 dan 4 dalam bentuk uraian 3-5 kalimat.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadimu? Apakah menulis puisi membantumu mengungkapkan perasaan dengan lebih baik?

2. Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat menciptakan puisi? Bagaimana kamu mengatasinya?

3. Setelah mengikuti langkah-langkah menciptakan puisi, apakah kamu merasa lebih percaya diri untuk menulis puisi lagi di masa depan? Mengapa?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.