LKPDPertemuan 5Bab 5Fase DSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Menggunakan Kosakata Konotatif dan Kiasan dalam Puisi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Menggunakan Kosakata Konotatif dan Kiasan dalam Puisi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Menggunakan Kosakata Konotatif dan Kiasan dalam Puisi

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 5 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menggunakan Kosakata Konotatif dan Kiasan dalam Puisi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenggunakan Kosakata Konotatif dan Kiasan dalam Puisi
Alokasi Waktu80 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membedakan makna denotatif, konotatif, dan kiasan dari kosakata yang ditemukan dalam puisi.
  2. Murid dapat menggunakan kosakata baru bermakna konotatif dan kiasan dalam latihan menulis larik-larik puisi pendek sebagai persiapan menciptakan puisi.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan secara mandiri terlebih dahulu, kemudian diskusikan hasilmu dengan teman kelompok.
  • Gunakan imajinasimu untuk membuat kalimat dan larik puisi yang menarik.
  • Jangan takut salah—proses belajar menulis puisi adalah tentang bereksperimen dengan kata-kata!
  • Siapkan pulpen, pensil warna, dan kertas tambahan jika diperlukan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Memburu Kata: Denotasi vs Konotasi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Cuplikan puisi (disediakan guru atau dari buku siswa)
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (opsional)
  • Pulpen atau pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca dengan saksama penggalan puisi yang disediakan guru atau cuplikan puisi di bawah ini.
  2. Tandai atau garis bawahi kata-kata yang menurutmu memiliki makna khusus (bukan makna sebenarnya).
  3. Isi tabel dengan minimal 5 kata yang kamu temukan.
  4. Untuk setiap kata, tuliskan makna denotatif (makna sebenarnya/kamus) dan makna konotatif (makna kiasan/emosional) yang terkandung dalam konteks puisi.
  5. Diskusikan hasilmu dengan teman sebangku: apakah kalian menemukan kata yang sama? Apakah penafsirannya berbeda?

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan kata-kata yang kamu temukan dalam puisi. Tuliskan makna denotatif dan konotatifnya!

Ruang tabel jawaban

2. Pilih satu kata konotatif yang paling menarik bagimu. Mengapa kata itu menurutmu menarik? Apa yang membuatnya lebih 'hidup' dibanding kata biasa?

Tabel dengan 4 kolom: No | Kata dalam Puisi | Makna Denotatif | Makna Konotatif. Sediakan 5-6 baris kosong. Untuk pertanyaan uraian, sediakan 4-5 baris kosong.

Kegiatan 2: Laboratorium Kata Kiasan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Daftar kalimat denotatif (disediakan dalam LKPD atau oleh guru)
  • Pulpen atau pensil
  • Kertas tambahan jika diperlukan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan contoh kalimat biasa (denotatif) dan kalimat kiasan (konotatif) yang diberikan di bawah.
  2. Tugas kalian: ubah 5 kalimat biasa menjadi kalimat yang menggunakan kata konotatif atau kiasan (metafora, simile).
  3. Gunakan kreativitasmu! Pikirkan perbandingan yang menarik dan sesuai dengan makna kalimat asli.
  4. Setelah selesai, tukarkan pekerjaanmu dengan teman sebangku. Beri komentar: apakah kalimat kiasan temanmu mudah dipahami? Apakah menarik?
  5. Perbaiki kalimatmu jika ada masukan dari teman.

Pertanyaan:

1. Ubahlah kalimat-kalimat denotatif berikut menjadi kalimat yang mengandung kata konotatif atau kiasan! Contoh: 'Dia sangat sedih' → 'Hatinya remuk seperti kaca yang terjatuh.'

2. Dari 5 kalimat yang sudah kamu ubah, pilih 1 yang paling kamu sukai. Jelaskan mengapa kalimat itu berhasil menciptakan 'rasa' atau 'bayangan' yang kuat!

3. Komentar teman sebangku terhadap kalimat kiasinku (tulis 1-2 kalimat):

Untuk pertanyaan 1: Sediakan tabel 2 kolom (Kalimat Asli | Kalimat Kiasan) dengan 5 baris. Untuk pertanyaan 2 dan 3: sediakan masing-masing 4-5 baris kosong untuk uraian.

Kegiatan 3: Menciptakan Larik Puisi Pertamaku

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas LKPD
  • Pulpen atau pensil
  • Pensil warna untuk menandai kata kiasan (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya kamu menulis! Pilih salah satu tema berikut: alam, perasaan (sedih/bahagia), keluarga, atau persahabatan.
  2. Tulislah 4-6 larik puisi pendek (tidak perlu bait penuh) yang menggunakan minimal 3 kata konotatif atau kiasan.
  3. Ingat: puisi tidak harus berima, yang penting ada kata-kata yang membuat pembaca 'merasakan' sesuatu.
  4. Beri judul pada puisimu.
  5. Setelah selesai, bacakan puisimu dalam kelompok kecil (3-4 orang). Dengarkan juga puisi teman-temanmu.
  6. Beri apresiasi: apa yang menarik dari puisi temanmu? Kata kiasan mana yang paling berkesan?

Pertanyaan:

1. Tema yang aku pilih:

2. Tuliskan puisi pendekmu (4-6 larik) di bawah ini. Jangan lupa beri judul!

3. Garis bawahi atau beri tanda bintang (*) pada kata-kata konotatif atau kiasan yang kamu gunakan dalam puisimu. Sebutkan minimal 3 kata dan jelaskan singkat maknanya!

Ruang tabel jawaban

4. Apresiasi dari teman kelompok (tulis nama teman dan 1 kalimat apresiasinya):

Untuk pertanyaan 1: sediakan 1 baris. Untuk pertanyaan 2: sediakan kotak besar (8-10 baris) untuk menulis puisi. Untuk pertanyaan 3: tabel 2 kolom dengan 3 baris. Untuk pertanyaan 4: sediakan 3-4 baris untuk mencatat apresiasi teman.

REFLEKSI

1. Apa perbedaan yang kamu rasakan saat menulis dengan kata-kata biasa dan kata-kata kiasan? Mana yang lebih menarik?

2. Kata konotatif atau kiasan apa yang paling sulit kamu buat? Mengapa?

3. Setelah belajar hari ini, apakah kamu merasa lebih percaya diri untuk menulis puisi? Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang puisi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.