LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Mengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Mengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Mengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi
Bahasa Indonesia - Kelas 8
Bab 5 - Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D) Topik: Mengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Mengenali Majas dalam Larik PuisiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Puisi 1: 'Ibu adalah matahari dalam hidupku Puisi 2: 'Cintaku seperti sungai yang mengalir Identifikasi majas yang terdapat pada kedua puisi di atas! Tuliskan larik yang mengandung majas beserta jenis majasnya dalam tabel berikut. Ruang tabel jawaban 2. Jelaskan makna dari salah satu majas metafora yang kamu temukan pada Puisi 1! Mengapa penyair menggunakan perbandingan tersebut? 3. Apa perbedaan antara majas metafora pada Puisi 1 dengan majas simile pada Puisi 2? Jelaskan dengan menggunakan contoh larik dari kedua puisi tersebut. Gunakan tabel dengan 4 kolom: No., Larik Puisi, Jenis Majas, Makna/Fungsi. Untuk pertanyaan uraian, tulis minimal 3-4 kalimat yang menjelaskan dengan rinci. Kegiatan 2: Membandingkan Penggunaan Majas pada Dua PuisiEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel perbandingan berikut untuk Puisi 1 dan Puisi 2 yang telah kamu baca! Ruang tabel jawaban 2. Menurutmu, puisi mana yang lebih banyak menggunakan perbandingan langsung (metafora)? Apa efek yang ditimbulkan dari penggunaan majas tersebut terhadap kesan puisi? 3. Mengapa penyair pada Puisi 2 menggunakan repetisi (pengulangan kata 'Cintaku')? Apa tujuan dan fungsinya dalam puisi tersebut? 4. Diskusikan dengan kelompokmu: Jika kedua puisi ini dibacakan, majas mana yang akan paling terasa efeknya saat dideklamasikan? Mengapa? Tabel perbandingan dengan kolom: Jenis Majas, Puisi 1 (jumlah & contoh larik), Puisi 2 (jumlah & contoh larik), Kesimpulan Perbandingan. Untuk pertanyaan uraian, tulis minimal 3-5 kalimat dengan argumentasi yang jelas. Kegiatan 3: Menciptakan Larik Puisi dengan Majas PilihanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Buatlah sebuah puisi pendek (minimal 4 larik) dengan tema pilihanmu! Gunakan minimal 1 metafora, 1 simile, dan 1 repetisi dalam puisimu. 2. Tandai atau beri label pada setiap larik puisimu yang mengandung majas! Tuliskan jenis majasnya di samping larik tersebut. 3. Jelaskan mengapa kamu memilih menggunakan majas-majas tersebut dalam puisimu! Apa efek atau kesan yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca? Sediakan kotak khusus untuk menulis puisi (8-12 baris). Beri ruang di samping untuk menandai jenis majas. Untuk penjelasan, tulis minimal 4-5 kalimat yang menggambarkan alasan pemilihan majas dan efek yang diinginkan. REFLEKSI1. Dari ketiga jenis majas yang telah kamu pelajari (metafora, simile, dan repetisi), majas mana yang paling mudah kamu pahami dan gunakan? Mengapa? 2. Bagaimana pemahamanmu tentang majas dapat membantu mengapresiasi dan memahami puisi dengan lebih baik? 3. Setelah kegiatan ini, apakah kamu lebih tertarik untuk membaca atau menulis puisi? Ceritakan pengalamanmu hari ini! |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.