LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Membandingkan Puisi Diafan dan Puisi Prismatis
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Membandingkan Puisi Diafan dan Puisi Prismatis". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Membandingkan Puisi Diafan dan Puisi Prismatis
Bahasa Indonesia - Kelas 8
Bab 5 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D) Topik: Membandingkan Puisi Diafan dan Puisi Prismatis INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Mengamati dan Merasakan Dua Jenis PuisiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Setelah membaca Puisi A, tuliskan 3 kata kunci yang menggambarkan isi puisi tersebut menurut pemahamanmu. 2. Setelah membaca Puisi B, apakah kamu langsung memahami maksudnya atau perlu memikirkan lebih dalam? Jelaskan alasanmu! 3. Bandingkan penggunaan bahasa di Puisi A dan Puisi B. Mana yang lebih lugas (jelas/langsung)? Mana yang lebih menggunakan kiasan? Berikan contoh konkret dari masing-masing puisi. Ruang tabel jawaban Untuk nomor 1: tuliskan 3 kata dalam satu baris. Untuk nomor 2: tuliskan jawaban dalam 3-5 kalimat. Untuk nomor 3: buatlah tabel dengan 3 kolom (Aspek | Puisi A | Puisi B) dan minimal 2 baris contoh. Kegiatan 2: Mengenali Ciri-Ciri Puisi Diafan dan PrismatisEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel perbandingan berikut tentang ciri-ciri puisi diafan dan puisi prismatis! Ruang tabel jawaban 2. Dari pemikiranmu sendiri, mengapa penyair memilih menggunakan bahasa kiasan (prismatis) padahal lebih sulit dipahami? Apa keuntungannya? 3. Diskusikan dengan teman sebangkumu: Jenis puisi mana yang lebih kalian sukai, diafan atau prismatis? Mengapa? Catat hasil diskusi kalian! Untuk nomor 1: buatlah tabel dengan 3 kolom (Aspek Pembeda | Puisi Diafan | Puisi Prismatis) dan minimal 4 baris aspek. Untuk nomor 2: tuliskan jawaban dalam 4-6 kalimat. Untuk nomor 3: tuliskan hasil diskusi dalam bentuk paragraf pendek (5-7 kalimat). Kegiatan 3: Mengklasifikasikan Puisi dan Memberikan AlasanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Klasifikasikan 5 bait puisi yang diberikan ke dalam tabel berikut, lalu berikan alasan berdasarkan ciri kebahasaannya! Ruang tabel jawaban 2. Pilih satu bait puisi prismatis dari tabel di atas. Tunjukkan kata atau frasa yang mengandung kiasan, lalu tafsirkan maksudnya! 3. Sekarang tantangan untukmu! Buatlah 2 baris puisi sendiri: satu baris dengan gaya diafan dan satu baris dengan gaya prismatis, dengan tema yang sama (misalnya tentang hujan, persahabatan, atau kesedihan). Untuk nomor 1: buatlah tabel dengan 5 kolom (No | Bait Puisi | Diafan | Prismatis | Alasan Pengklasifikasian) dan 5 baris untuk 5 bait puisi. Untuk nomor 2: tuliskan jawaban dalam 3-5 kalimat dengan format: kutip frasa kiasan, sebutkan jenis kiasan jika tahu, lalu jelaskan maksudnya. Untuk nomor 3: tuliskan 2 baris puisimu dengan keterangan mana yang diafan dan mana yang prismatis. REFLEKSI1. Setelah mempelajari puisi diafan dan prismatis, manakah yang lebih sering kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya di media sosial, lagu, atau iklan)? Mengapa menurutmu demikian? 2. Apakah ada momen dalam hidupmu yang menurutmu lebih cocok diungkapkan dengan puisi diafan atau prismatis? Ceritakan! 3. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang puisi? Bagaimana pengetahuan ini bisa membantumu memahami puisi dengan lebih baik? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.