LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Mengenal Makna Kiasan dalam Karya Fiksi
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Mengenal Makna Kiasan dalam Karya Fiksi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Mengenal Makna Kiasan dalam Karya Fiksi
Bahasa Indonesia - Kelas 8
Bab 4 - Pertemuan 7
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D) Topik: Mengenal Makna Kiasan dalam Karya Fiksi INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Kata KiasanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kutipan cerpen: 'Hatinya hancur berkeping-keping ketika melihat sahabatnya berkhianat. Matahari pagi yang biasanya hangat, kini terasa membakar kulitnya. Ia berjalan gontai, seolah kaki ini seberat gunung yang harus dipikul. Di sudut gang, seorang nenek tua tersenyum padanya—senyuman itu bagaikan oase di tengah padang pasir kehidupannya yang gersang.' Identifikasi 5 kata/frasa bermakna kiasan dalam kutipan di atas dan tuliskan dalam tabel berikut! Ruang tabel jawaban 2. Dari 5 kata/frasa kiasan yang kalian temukan, pilih 2 yang paling menarik. Jelaskan mengapa kata kiasan tersebut membuat cerita menjadi lebih hidup dan bermakna! 3. Menurut kalian, apa yang terjadi jika semua kata kiasan dalam kutipan diganti dengan kata-kata biasa (denotatif)? Jelaskan dampaknya terhadap daya tarik cerita! Gunakan tabel dengan 3 kolom: (1) Kata/Frasa Kiasan, (2) Jenis Majas (jika tahu), (3) Makna dalam Konteks Cerita. Untuk pertanyaan uraian, tulis minimal 3-4 kalimat yang menjelaskan pemikiranmu. Kegiatan 2: Perbendaharaan Kata KiaskuEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel Perbendaharaan Kata Kiasan berikut dengan contoh-contoh yang kalian ketahui! Ruang tabel jawaban 2. Pilih 3 kata kiasan favoritmu dari tabel yang telah kalian buat. Buatlah 3 kalimat lengkap menggunakan kata kiasan tersebut dalam konteks cerita yang berbeda! 3. Kata kiasan mana yang paling sulit kalian pahami? Mengapa? Bagaimana cara kalian mencari tahu maknanya? Tabel dengan 4 kolom: (1) Kategori (Tokoh/Perasaan/Latar), (2) Kata/Frasa Kiasan, (3) Makna, (4) Contoh Penggunaan dalam Kalimat. Untuk diskusi, tuliskan hasil diskusi kelompok dalam 4-5 kalimat. Kegiatan 3: Penulis Cilik: Ciptakan Deskripsi BerjiwaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tulislah 1 paragraf deskripsi tokoh atau latar cerita yang menggunakan minimal 4 kata/frasa bermakna kiasan! Beri judul untuk paragrafmu. 2. Tandai (dengan garis bawah atau huruf tebal) 4 kata/frasa kiasan yang kalian gunakan dalam paragraf. Kemudian buatlah daftar kata kiasan tersebut beserta maknanya! Ruang tabel jawaban 3. Setelah membacakan hasil karyamu kepada teman, tuliskan 2 masukan yang kalian terima dan 1 hal yang akan kalian perbaiki dari tulisan kalian! Tulislah paragraf deskripsi di kertas atau buku tulis dengan rapi. Gunakan spasi yang cukup. Untuk tabel kata kiasan: 2 kolom (Kata Kiasan | Makna). Untuk masukan teman: tulis dalam bentuk poin-poin. REFLEKSI1. Apa hal paling menarik yang kalian pelajari tentang kata kiasan dalam karya fiksi hari ini? 2. Bagaimana penggunaan kata kiasan membuat sebuah cerita menjadi lebih hidup dan menarik? Berikan contoh konkret dari pengalamanmu hari ini. 3. Setelah belajar tentang kata kiasan, apakah kalian merasa lebih paham saat membaca cerpen atau novel? Mengapa? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.