LKPDPertemuan 6Bab 4Fase DSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Mengevaluasi Kualitas Penyajian Cerita dan Nilai Kehidupan Karya Fiksi Menggunakan Sumber Informasi Lain

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Mengevaluasi Kualitas Penyajian Cerita dan Nilai Kehidupan Karya Fiksi Menggunakan Sumber Informasi Lain".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Mengevaluasi Kualitas Penyajian Cerita dan Nilai Kehidupan Karya Fiksi Menggunakan Sumber Informasi Lain

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 4 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Mengevaluasi Kualitas Penyajian Cerita dan Nilai Kehidupan Karya Fiksi Menggunakan Sumber Informasi Lain

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMengevaluasi Kualitas Penyajian Cerita dan Nilai Kehidupan Karya Fiksi Menggunakan Sumber Informasi Lain
Alokasi Waktu3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi kualitas dari teks visual karya fiksi menggunakan sumber informasi lain

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan saksama bersama kelompokmu.
  • Gunakan sumber informasi pembanding yang disediakan untuk mengevaluasi sajian teks visual secara kritis dan objektif.
  • Diskusikan temuan kalian secara kolaboratif sebelum menuliskannya pada lembar kerja.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Akurasi Elemen Visual Menggunakan Sumber Informasi Lain

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Teks panel komik fiksi dan petikan ensiklopedia sejarah
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati deskripsi Panel Komik Sejarah: 'Panel memperlihatkan Pangeran Diponegoro menunggang kuda hitam pada pertempuran tahun 1826 dengan latar belakang Monumen Nasional (Monas) di kejauhan dan tentara Belanda berseragam loreng modern memegang senapan laras panjang otomatis.'
  2. Bacalah Teks Rujukan Ensiklopedia Sejarah: 'Perang Diponegoro berlangsung pada tahun 1825–1830 di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Monumen Nasional (Monas) baru mulai dibangun pada era Presiden Sukarno tahun 1961 di Jakarta. Seragam loreng dan senapan serbu otomatis modern baru digunakan oleh militer pada abad ke-20 (era Perang Dunia II ke atas), sedangkan tentara kolonial Hindia Belanda abad ke-19 mengenakan seragam wol kancing tunggal/ganda berwarna gelap/biru/putih dan menggunakan senapan lantakan/musket.'
  3. Identifikasi dua ketidaksesuaian elemen visual pada panel komik fiksi tersebut berdasarkan teks rujukan.
  4. Tuliskan hasil evaluasi akurasi elemen visual ke dalam tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan sumber rujukan sejarah, sebutkan dan jelaskan 2 (dua) elemen visual dalam panel komik yang tidak akurat beserta alasan evaluasinya!

Ruang tabel jawaban

Tuliskan jawaban dalam tabel 3 kolom: [Elemen Visual pada Komik] | [Fakta pada Sumber Rujukan] | [Evaluasi Kualitas Akurasi (Tepat/Tidak Tepat Beserta Alasan)]

Kegiatan 2: Mengevaluasi Kualitas Ilustrasi Cerita Fiksi Menggunakan Artikel Ilmiah Pendukung

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Teks deskripsi ilustrasi fabel
  • Petikan artikel geografi & biologi lingkungan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan deskripsi Ilustrasi Cerpen Fabel: 'Ilustrasi cerita fabel menampilkan seekor Beruang Kutub dan Pinguin Kaisar sedang asyik bermain bersama di atas bongkahan es terapung di bawah sinar matahari khatulistiwa yang terik.'
  2. Bacalah Ringkasan Artikel Geografi & Biologi Lingkungan: 'Beruang kutub (Ursus maritimus) merupakan satwa endemik yang hidup secara alami di Kutub Utara (Arktik). Sebaliknya, pinguin kaisar (Aptenodytes forsteri) hidup di Kutub Selatan (Antarktika). Habitat kedua satwa ini berada di kutub bumi yang berlawanan dan tidak pernah bertemu di alam liar. Selain itu, kedua spesies ini memiliki lapisan lemak tebal untuk iklim beku dan tidak dapat bertahan hidup di wilayah tropis/khatulistiwa.'
  3. Diskusikan dengan teman sekelompok kualitas penyajian ilustrasi fiksi tersebut ditinjau dari keabsahan data ekologis pada artikel ilmiah rujukan.
  4. Buatlah evaluasi kritis mengenai sejauh mana ilustrasi tersebut logis mendukung latar cerita, serta berikan rekomendasi perbaikan visualnya.

Pertanyaan:

1. Bagaimanakah penilaian kelompokmu terhadap kualitas ilustrasi fabel tersebut jika dievaluasi menggunakan sumber informasi geografi/biologi? Tuliskan ulasan evaluasi yang memuat minimal 2 poin kritik kelayakan visual serta 1 rekomendasi perbaikan ilustrasi agar lebih kredibel!

Tuliskan hasil diskusi dalam format paragraf ulasan evaluatif yang memuat: (1) Pernyataan kualitas ilustrasi, (2) Argumentasi berdasarkan data artikel rujukan, (3) Rekomendasi perbaikan visual.

Kegiatan 3: Menyimpulkan Nilai Evaluatif Teks Visual Karya Fiksi

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Catatan kerja Kegiatan 1 dan 2
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tinjau kembali hasil evaluasi pada Kegiatan 1 dan Kegiatan 2.
  2. Rumuskan simpulan bersama kelompok mengenai kriteria visual yang berkualitas dalam sebuah karya fiksi ketika disandingkan dengan sumber informasi faktual.
  3. Sampaikan hasil kesimpulan kelompok dalam forum kelas secara singkat, kemudian lakukan refleksi pembelajaran bersama guru.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan proses evaluasi yang telah dilakukan terhadap teks visual menggunakan sumber informasi lain, apa simpulanmu mengenai pentingnya memverifikasi keakuratan gambar/ilustrasi dalam karya fiksi?

Tuliskan rumusan simpulan kelompok dalam 3-4 kalimat ringkas pada kolom simpulan akhir.

REFLEKSI

1. Apa manfaat yang kamu rasakan saat mengevaluasi kebenaran ilustrasi/gambar fiksi menggunakan buku rujukan atau ensiklopedia?

2. Langkah apa yang akan kamu terapkan jika menemukan gambar dalam cerita atau komik yang tampak meragukan di kemudian hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.