LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Membandingkan Kata Bermakna Denotasi dan Konotasi dalam Karya Fiksi
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Membandingkan Kata Bermakna Denotasi dan Konotasi dalam Karya Fiksi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Membandingkan Kata Bermakna Denotasi dan Konotasi dalam Karya Fiksi
Bahasa Indonesia - Kelas 8
Bab 4 - Pertemuan 6
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D) Topik: Membandingkan Kata Bermakna Denotasi dan Konotasi dalam Karya Fiksi INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Memburu Kata: Menemukan Denotasi dan Konotasi dalam CerpenEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Temukan minimal 5 kata bermakna denotasi dari cerpen yang kamu baca. Tuliskan kata tersebut, kalimat asli dalam cerpen, dan makna denotatifnya. Ruang tabel jawaban 2. Temukan minimal 5 kata atau frasa bermakna konotasi dari cerpen yang kamu baca. Tuliskan kata/frasa tersebut, kalimat asli dalam cerpen, makna konotatifnya, dan mengapa penulis menggunakan kata tersebut (efek yang ditimbulkan). Ruang tabel jawaban 3. Pilih 2 kata bermakna konotasi yang kamu temukan. Ubah kata tersebut menjadi kata bermakna denotasi, lalu bandingkan: mana yang lebih menarik untuk digunakan dalam cerpen? Jelaskan alasanmu. Gunakan tabel dengan kolom: No. | Kata/Frasa | Kalimat Asli | Makna | Efek (khusus untuk konotasi). Untuk pertanyaan nomor 3, tulis dalam bentuk paragraf minimal 5 kalimat. Kegiatan 2: Laboratorium Kata: Bereksperimen dengan Denotasi dan KonotasiEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Buatlah 5 pasang kalimat (denotasi dan konotasi) dari kata-kata denotasi yang kamu pilih. Gunakan tabel untuk mempermudah. Ruang tabel jawaban 2. Dari 5 pasang kalimat yang kamu buat, pilih 1 pasang yang paling menarik. Jelaskan mengapa kalimat konotasi yang kamu buat lebih ekspresif dibanding kalimat denotasinya. 3. Setelah bertukar hasil dengan teman, tuliskan 1 masukan yang kamu terima dan bagaimana masukan tersebut membantumu memahami penggunaan kata konotasi dengan lebih baik. Gunakan tabel dengan kolom: No. | Kata Dasar | Kalimat Denotasi | Kalimat Konotasi | Tanda Bintang (*). Untuk pertanyaan 2 dan 3, tulis dalam bentuk paragraf minimal 4-5 kalimat. Kegiatan 3: Menghidupkan Cerita: Menulis Paragraf dengan Kata KonotasiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tulislah 1 paragraf cerita (7-10 kalimat) tentang situasi pilihan kalian dengan menggunakan minimal 5 kata/frasa bermakna konotasi. Garis bawahi kata-kata konotasi tersebut. 2. Buatlah tabel perbandingan: tuliskan 5 kata/frasa konotasi yang kamu gunakan dan padanannya dalam bentuk denotasi. Mana yang lebih membuat cerita menarik? Ruang tabel jawaban 3. Tuliskan tanggapan atau masukan dari teman-teman kelompok terhadap paragraf yang kamu tulis. Apakah ada kata konotasi yang perlu diperbaiki atau diganti? Jelaskan. Tulis paragraf dalam bentuk narasi dengan spasi 1,5. Garis bawahi kata konotasi. Buat tabel dengan 3 kolom: No. | Kata Konotasi | Kata Denotasi. Untuk tanggapan teman, tulis dalam bentuk paragraf 4-5 kalimat. REFLEKSI1. Setelah mengerjakan ketiga kegiatan ini, apa perbedaan utama antara kata bermakna denotasi dan konotasi yang kamu pahami? Berikan contoh dari kehidupan sehari-harimu. 2. Mengapa penulis karya fiksi sering menggunakan kata bermakna konotasi dalam cerita mereka? Bagaimana kata konotasi membuat cerita lebih menarik bagimu sebagai pembaca? 3. Dalam menulis cerita atau mengungkapkan perasaan, kapan sebaiknya kamu menggunakan kata bermakna konotasi dan kapan sebaiknya menggunakan kata bermakna denotasi? Berikan alasanmu. |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.