LKPDPertemuan 4Bab 1Fase DSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Menganalisis Makna Tersirat dari Teks Visual Laporan Hasil Observasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Menganalisis Makna Tersirat dari Teks Visual Laporan Hasil Observasi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 8: Menganalisis Makna Tersirat dari Teks Visual Laporan Hasil Observasi

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 1 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menganalisis Makna Tersirat dari Teks Visual Laporan Hasil Observasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenganalisis Makna Tersirat dari Teks Visual Laporan Hasil Observasi
Alokasi Waktu3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis informasi berupa gagasan untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat dari teks visual laporan hasil observasi

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Cermati setiap teks visual (infografik/diagram hasil observasi) yang disajikan dengan saksama.
  • Diskusikan instruksi bersama teman kelompokmu secara tertib dan berkesadaran penuh.
  • Tuliskan hasil analisismu pada format lembar kerja yang telah disediakan secara cermat dan bertanggung jawab.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Gagasan Tersurat pada Teks Visual Observasi Angkutan Kota

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar infografik Teks Visual A
  • Alat tulis
  • Stabilo/penanda teks

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati Teks Visual A: Infografik Hasil Observasi Angkutan Kota (Angkot) Jalur 05 di Halte Pasar Sentral.
  2. Deskripsi visual: Infografik memuat diagram batang jumlah penumpang pukul 06.00-08.00 (mencapai 120 orang/jam) vs pukul 10.00-12.00 (hanya 25 orang/jam); keterangan label 'Kapasitas angkot: 12 penumpang'; serta ikon 'Waktu tunggu: 20 menit saat siang hari, 5 menit saat pagi hari'.
  3. Identifikasi data dan gagasan tersurat (informasi yang tertulis secara langsung dan nyata pada infografik).
  4. Tuliskan hasil analisis informasi tersurat tersebut ke dalam tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Teks Visual A, sebutkan 2 (dua) data faktual tersurat mengenai perbandingan frekuensi penumpang dan waktu tunggu angkot!

Ruang tabel jawaban

2. Rumuskan gagasan pokok yang tersurat secara langsung dari data kapasitas dan kondisi kepadatan angkot pada jam sibuk pagi hari!

Tabel 2 kolom: Kolom 1 'Aspek Pengamatan Tersurat' (Waktu Pagi vs Siang, Kapasitas), Kolom 2 'Data/Fakta Tertulis Sesuai Visual'.

Kegiatan 2: Menganalisis Makna Tersirat dari Hubungan Antarelemen Visual Observasi

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar infografik Teks Visual A
  • Buku catatan diskusi kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan kembali Teks Visual A dan perhatikan hubungan antara grafik jumlah penumpang, waktu tunggu, dan kapasitas armada angkot.
  2. Lakukan olah pikir analitis untuk menemukan makna tersirat (makna tersembunyi/kesimpulan logis di balik data yang tidak tertulis langsung).
  3. Diskusikan dalam kelompok pertanyaan pemandu untuk membedah pesan tersirat di balik angka dan grafik observasi tersebut.
  4. Tuliskan simpulan makna tersirat pada ruang jawaban.

Pertanyaan:

1. Grafik menunjukkan waktu tunggu penumpang pada siang hari menjadi 4 kali lebih lama (20 menit) dibanding pagi hari (5 menit), padahal kapasitas angkot tetap sama (12 kursi). Analisislah makna tersirat di balik perbedaan waktu tunggu tersebut terkait ketersediaan atau operasional armada angkot!

2. Dengan volume 120 penumpang per jam di pagi hari dan kapasitas angkot 12 orang, analisislah kondisi kenyamanan penumpang yang tersirat dari laporan observasi visual tersebut!

Format uraian terstruktur: Isikan 'Fakta Pendukung Visual' diikuti dengan 'Analisis Makna Tersirat (Simpulan Logis)'.

Kegiatan 3: Membandingkan Gagasan Tersurat dan Tersirat pada Teks Visual Multidata

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar visual bagan observasi Teks Visual B
  • Instrumen lembar kerja refleksi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati Teks Visual B: Bagan Observasi Tempat Pemilahan Sampah Sekolah. Bagan memuat visual persentase jenis sampah di tempat sampah (60% sampah plastik kemasan jajanan, 25% sisa makanan, 15% kertas) serta ilustrasi tempat sampah organik dan anorganik yang diletakkan berdampingan tetapi kondisi sampah anorganik tampak meluap keluar tempat penampungan.
  2. Bandingkan secara kritis mana informasi yang berkedudukan sebagai gagasan tersurat dan mana yang merupakan gagasan/makna tersirat.
  3. Lengkapi tabel komparasi analisis gagasan tersurat vs tersirat.
  4. Selesaikan kegiatan ini bersama penyusunan kesimpulan dan pelaksanaan refleksi belajar penutup.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel perbandingan untuk menganalisis 1 gagasan tersurat dan 1 makna tersirat dari kondisi tempat sampah anorganik yang meluap pada Teks Visual B!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan keseluruhan analisis visual B, rumuskan analisis akhirmu: Mengapa penting menganalisis makna tersirat selain sekadar membaca data tersurat dari teks visual laporan observasi?

Tabel analisis komparatif 3 kolom: 'Objek Visual Diamati', 'Gagasan Tersurat', 'Makna Tersirat Teranalisis', serta 1 kolom simpulan akhir.

REFLEKSI

1. Langkah apa yang paling membantumu membedakan antara informasi yang tertulis langsung (tersurat) dan informasi yang tersirat di balik gambar/grafik?

2. Bagaimana kemampuan menganalisis makna tersirat membantumu memahami fakta dan situasi lingkungan di sekitarmu secara lebih kritis?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.