LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Mempresentasikan Pesan Surat secara Lisan dan Tertulis di Media Sosial
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 dengan topik "Mempresentasikan Pesan Surat secara Lisan dan Tertulis di Media Sosial". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Mempresentasikan Pesan Surat secara Lisan dan Tertulis di Media Sosial
Bahasa Indonesia - Kelas 7
Bab 6 - Pertemuan 7
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 7 (Fase D) Topik: Mempresentasikan Pesan Surat secara Lisan dan Tertulis di Media Sosial INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Bedah Surat: Apa yang Ingin Kamu Sampaikan?Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan surat yang kamu tulis!
2. Tulis 3–5 poin ringkasan yang akan kamu sampaikan saat presentasi lisan. Gunakan kata kunci, bukan kalimat panjang! Contoh format:
3. Menurutmu, apa satu bagian dari suratmu yang paling penting untuk disampaikan kepada teman-teman saat presentasi? Jelaskan alasanmu! Isi tabel 2 kolom (aspek surat dan isi), lalu tulis poin-poin ringkasan dalam format bullet point, dan jawab pertanyaan uraian dalam 2–4 kalimat. Kegiatan 2: Tampil Percaya Diri: Presentasikan Suratmu!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Setelah berlatih bersama pasangan, isi lembar umpan balik untuk presentasi TEMANMU berikut ini:
2. Berdasarkan latihan dan umpan balik temanmu, tuliskan 2 hal yang sudah kamu lakukan dengan baik dan 1 hal yang ingin kamu perbaiki dalam presentasimu. 3. Diskusikan bersama pasanganmu: mengapa penting menggunakan bahasa yang logis dan santun saat mempresentasikan isi surat di depan umum? Catat hasil diskusimu! Isi tabel umpan balik dengan tanda centang dan catatan singkat. Tulis jawaban uraian refleksi diri dalam 3–5 kalimat. Tulis hasil diskusi dalam 2–4 kalimat. Kegiatan 3: Pesan di Dunia Maya: Bicara Santun di Media SosialEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bandingkan Contoh A dan Contoh B dengan mengisi tabel berikut!
2. Mengapa kata sapaan dan pilihan kata dalam kedua contoh itu berbeda? Apa yang memengaruhi pilihan tersebut? Jelaskan pendapatmu! 3. Sekarang giliranmu! Pilih SALAH SATU skenario berikut dan tulis pesan media sosial (minimal 5 kalimat) sesuai skenario tersebut. Skenario A: Kamu ingin menceritakan isi surat pribadi yang kamu tulis kepada sahabatmu melalui WhatsApp. Gunakan bahasa yang akrab dan santun. Skenario B: Kamu ingin menyampaikan kepada wali kelasmu melalui WhatsApp bahwa suratmu sudah selesai ditulis dan kamu siap mempresentasikannya. Gunakan bahasa yang formal dan sopan. Tulis pesanmu di ruang jawaban yang tersedia. Cantumkan:
Isi tabel perbandingan 4 baris. Tulis jawaban uraian analisis dalam 3–5 kalimat. Tulis pesan media sosialmu dalam kotak khusus minimal 5 kalimat dengan struktur: sapaan — isi — penutup. REFLEKSI1. Dari kegiatan presentasi hari ini, apa satu hal baru yang kamu sadari tentang cara kamu berbicara di depan orang lain? Apakah ada kebiasaan komunikasimu sehari-hari yang ingin kamu ubah? 2. Pernahkah kamu mengirim pesan kepada guru, orang tua, atau orang yang lebih tua melalui media sosial dengan cara yang kurang tepat tanpa sadar? Setelah belajar hari ini, apa yang akan kamu lakukan berbeda? 3. Menurutmu, mengapa keterampilan mempresentasikan isi surat dan menulis pesan yang santun di media sosial penting untuk kehidupanmu ke depan? Berikan contoh situasi nyata yang mungkin kamu hadapi! |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.