LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Menulis Surat Pribadi dengan Pilihan Kata yang Santun
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 dengan topik "Menulis Surat Pribadi dengan Pilihan Kata yang Santun". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Menulis Surat Pribadi dengan Pilihan Kata yang Santun
Bahasa Indonesia - Kelas 7
Bab 6 - Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 7 (Fase D) Topik: Menulis Surat Pribadi dengan Pilihan Kata yang Santun INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Kata yang Hidup: Mengenal Makna Denotatif dan KonotatifEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bacalah dua penggalan surat berikut: ✉ Surat A — dari Nadia kepada ibunya: ✉ Surat B — dari Raka kepada kakaknya: Isilah tabel berikut berdasarkan kata yang dicetak tebal di atas! Ruang tabel jawaban 2. Dari pengamatanmu pada soal nomor 1, tuliskan dengan kalimatmu sendiri: apa perbedaan makna denotatif dan makna konotatif? Berikan masing-masing satu contoh kata beserta kalimatnya! 3. Pasangkan kata-kata berikut dengan makna konotatifnya yang paling tepat! Tarik garis dari kolom kiri ke kolom kanan. Kolom Kiri (Kata):
Kolom Kanan (Makna Konotatif): (A) suka menolong orang lain, (B) menerima dengan ikhlas, (C) tenang dalam menghadapi masalah, (D) suka mencuri. 4. DISKUSI: Menurut kamu, mengapa penulis surat pribadi perlu menggunakan kata-kata konotatif? Apa yang membuat surat terasa lebih hidup dan menyentuh hati dibanding surat yang hanya menggunakan kata-kata bermakna denotatif? Diskusikan bersama teman sebangkumu, lalu tuliskan kesimpulan diskusi kalian! Soal 1: Buat tabel 4 kolom dengan judul: Kata | Makna dalam Surat A | Jenis Makna (D/K) | Makna dalam Surat B | Jenis Makna (D/K). Soal 2: Paragraf uraian minimal 3 kalimat. Soal 3: Gambar garis penghubung antara kolom kiri dan kanan. Soal 4: Paragraf kesimpulan diskusi 3–5 kalimat. Kegiatan 2: Bedah Surat: Menganalisis Pilihan Kata dan KesantunanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bacalah surat berikut dengan seksama: --- Untuk sahabatku Rania, Hai Rania! Apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja di sana ya. Sudah hampir tiga bulan kita tidak bertemu sejak perpisahan di Pameran Sains itu. Rasanya ada yang kurang setiap harinya — kamu tahu sendiri kan, kalau kamu selalu jadi 'matahari' di sekumpulan teman kita. Aku mau cerita, minggu lalu aku dan keluarga pergi ke Pantai Pangandaran. Waktu itu langit sedang 'menangis' sejak pagi, tapi kami tetap berangkat. Ternyata justru seru banget! Kami main hujan-hujanan di tepi pantai dan makan jagung bakar sambil menikmati suasana. Ibu bilang kenangan seperti ini adalah 'harta karun' yang tidak bisa dibeli. Bagaimana keadaan keluargamu di sana? Semoga Ibu dan Ayahmu senantiasa sehat. Aku kangen sekali mengobrol panjang denganmu. Sampai jumpa di liburan nanti ya! Sahabatmu, Identifikasi minimal 3 kata atau frasa konotatif dalam surat di atas! Tulis dalam tabel: Kata/Frasa Konotatif | Makna Konotatif | Efek bagi Pembaca. Ruang tabel jawaban 2. Perhatikan cara Aulia membuka dan menutup suratnya. Mengapa pilihan kata seperti 'Hai Rania!' dan 'Sahabatmu, Aulia' cocok digunakan dalam surat pribadi kepada teman? Apa yang akan berubah jika surat ini ditulis untuk guru? Jelaskan! 3. Surat Aulia di atas dianggap santun dan logis. Sekarang perhatikan versi surat yang kurang baik berikut ini: 'Rania, gua mau bilang kalau gua liburan ke pantai kemarin. Biasa aja sih. Keluarga lu gimana? Ya udah segitu aja.' Bandingkan kedua surat tersebut! Tuliskan minimal 3 perbedaan dari segi (a) pilihan kata, (b) kelengkapan isi/pesan, dan (c) kesantunan bahasa. Ruang tabel jawaban 4. Bayangkan kamu adalah Rania yang menerima surat dari Aulia. Tuliskan satu paragraf balasan singkat (5–7 kalimat) yang menggunakan minimal 2 kata konotatif. Garis bawahi kata konotatif yang kamu gunakan! Soal 1: Tabel 3 kolom — Kata/Frasa Konotatif | Makna Konotatif | Efek bagi Pembaca — isi minimal 3 baris. Soal 2: Paragraf uraian 4–6 kalimat. Soal 3: Tabel 3 baris × 3 kolom — Aspek | Surat Aulia | Surat Versi Buruk. Soal 4: Paragraf 5–7 kalimat, kata konotatif digaris bawahi. Kegiatan 3: Karyaku: Menulis Surat Pribadi yang Santun dan BermaknaEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. KARTU PERENCANAAN SURAT — Sebelum menulis, isi rencana suratmu! (a) Kepada siapa surat ini ditujukan? (teman/anggota keluarga — sebutkan nama dan hubungannya) 2. Tuliskan surat pribadimu di ruang yang tersedia! Ingat ketentuan berikut: 3. DAFTAR PERIKSA MANDIRI — Setelah menulis surat, centang (✓) setiap poin yang sudah terpenuhi: ☐ Surat memiliki tempat dan tanggal penulisan Berapa poin yang berhasil kamu centang? ___ / 10 Soal 1: Format kartu dengan 4 kolom pertanyaan — isi singkat dan terencana (5–8 baris). Soal 2: Ruang surat bebas bergaris minimal 20 baris — tulis surat lengkap dengan format surat pribadi, kata konotatif ditandai bintang (*). Soal 3: Daftar centang 10 poin — beri tanda centang dan tulis catatan perbaikan. REFLEKSI1. Pengalaman atau pesan apa yang kamu pilih untuk ditulis dalam suratmu hari ini? Mengapa pengalaman atau pesan itu terasa penting untuk dibagikan kepada orang yang kamu tuju? 2. Apakah menggunakan kata-kata konotatif membuat suratmu terasa lebih hidup dan bermakna? Ceritakan satu kata konotatif yang paling kamu suka dari suratmu sendiri dan jelaskan mengapa kamu memilihnya! 3. Jika kamu benar-benar mengirimkan surat ini kepada teman atau anggota keluargamu, apa yang kamu harapkan mereka rasakan setelah membacanya? Apa yang membuat menulis surat berbeda dengan sekadar mengirim pesan singkat di ponsel? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.