LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Menyimak Pesan dalam Surat dan Ruang Bincang Daring
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 dengan topik "Menyimak Pesan dalam Surat dan Ruang Bincang Daring". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Menyimak Pesan dalam Surat dan Ruang Bincang Daring
Bahasa Indonesia - Kelas 7
Bab 6 - Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 7 (Fase D) Topik: Menyimak Pesan dalam Surat dan Ruang Bincang Daring INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Mendengarkan dan Menganalisis Percakapan DaringEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Siapa saja yang terlibat dalam percakapan daring tersebut? Sebutkan nama dan perannya. 2. Apa gagasan atau pesan utama yang disampaikan dalam percakapan daring tersebut? 3. Kata sapaan apa saja yang digunakan dalam percakapan? Tuliskan dalam tabel berikut! Ruang tabel jawaban 4. Menurutmu, apakah kata sapaan yang digunakan sudah sesuai dengan hubungan antar penutur? Jelaskan alasanmu! Untuk nomor 3, buatlah tabel dengan 3 kolom: Kata Sapaan | Siapa yang Menyapa | Kepada Siapa. Untuk nomor lainnya, tulis jawaban dalam bentuk kalimat lengkap di buku tulis kalian. Kegiatan 2: Membandingkan Surat Konvensional dan Pesan DaringEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel perbandingan berikut berdasarkan kedua teks yang kalian simak! Ruang tabel jawaban 2. Informasi apa saja yang sama-sama disampaikan dalam kedua teks (surat konvensional dan pesan daring)? 3. Menurutmu, kapan sebaiknya kita menggunakan surat konvensional dan kapan sebaiknya menggunakan pesan daring? Jelaskan dengan memberikan contoh situasinya! Untuk nomor 1, buatlah tabel dengan 3 kolom: Aspek Pembanding | Surat Konvensional | Pesan di Ruang Bincang Daring. Aspek yang dibandingkan: Bahasa, Struktur, Kata Sapaan, Panjang Pesan, dan Tujuan Penggunaan. Untuk nomor 2 dan 3, tulis dalam bentuk paragraf di buku tulis. Kegiatan 3: Praktik Menyimak dan Menilai Ketepatan Kata SapaanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Situasi 1: Siswa mengirim pesan kepada guru di WhatsApp dengan sapaan 'Halo Pak'. Apakah kata sapaan ini tepat? Berikan alasanmu! 2. Situasi 2: Ketua kelas mengirim pengumuman di grup kelas dengan sapaan 'Guys, besok jangan lupa bawa buku paket ya'. Apakah kata sapaan ini tepat? Berikan alasanmu! 3. Situasi 3: Murid mengirim pesan kepada kepala sekolah melalui email dengan sapaan 'Dear Bapak Kepala Sekolah yang terhormat'. Apakah kata sapaan ini tepat? Berikan alasanmu! 4. Dari ketiga situasi di atas, buatlah kesimpulan: Apa yang harus diperhatikan saat memilih kata sapaan dalam komunikasi daring? Tulis hasil diskusi kelompok dalam bentuk tabel dengan kolom: Situasi | Kata Sapaan | Penilaian (Tepat/Kurang Tepat/Tidak Tepat) | Alasan | Saran Perbaikan. Kesimpulan ditulis dalam bentuk paragraf di bagian akhir. REFLEKSI1. Setelah mengikuti pembelajaran hari ini, apa yang kalian pahami tentang perbedaan cara menyampaikan pesan dalam surat konvensional dan ruang bincang daring? 2. Pernahkah kalian mengalami kesalahan dalam memilih kata sapaan saat berkomunikasi daring? Ceritakan pengalaman kalian dan apa yang akan kalian perbaiki setelah belajar hari ini. 3. Mengapa penting memilih kata sapaan yang tepat sesuai dengan mitra bicara dan konteks komunikasi? Berikan contoh dampaknya dalam kehidupan sehari-hari kalian. |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.