LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Mengidentifikasi Alur dalam Cerita Fantasi
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 dengan topik "Mengidentifikasi Alur dalam Cerita Fantasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Mengidentifikasi Alur dalam Cerita Fantasi
Bahasa Indonesia - Kelas 7
Bab 2 - Pertemuan 6
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 7 (Fase D) Topik: Mengidentifikasi Alur dalam Cerita Fantasi INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Peta Petualangan: Mengenal Tiga Tahap Alur Cerita FantasiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bacalah penggalan cerita berikut ini. --- PENGGALAN CERITA --- Rara adalah siswi kelas tujuh yang selalu membawa buku catatan ke mana-mana. Suatu pagi, ia menemukan pintu kecil berwarna biru di balik rak buku perpustakaan sekolahnya — pintu yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan rasa penasaran yang menggelitik, ia mendorongnya pelan. Begitu melangkah masuk, Rara mendapati dirinya berdiri di tengah padang awan yang mengambang. Di sekelilingnya melayang buku-buku raksasa yang terbuka sendiri. Tiba-tiba, seekor rubah berbulu perak berlari ke arahnya dan berteriak, "Tutup gerbangnya! Penjaga Bayangan sudah lepas!" Rara membalik badan — gerbang biru itu mulai meredup dan mengecil! Ia berlari sekuat tenaga, tetapi kakinya terasa berat seperti menginjak awan tebal. Penjaga Bayangan — makhluk bertubuh asap hitam — semakin mendekat dan mulai menyerap semua tulisan dari buku-buku di sekelilingnya. Dengan ingatan tentang pelajaran gurunya bahwa 'kata-kata adalah cahaya', Rara mengeluarkan buku catatannya dan menuliskan satu kalimat penuh harapan sekuat mungkin. Cahaya memancar dari setiap huruf yang ia tulis, mendorong Penjaga Bayangan menjauh. Gerbang biru kembali menyala terang. Rara melompat melewatinya tepat sebelum pintu menutup selamanya. Ia kembali di perpustakaan, napasnya tersengal — tetapi buku catatannya kini berisi satu halaman tulisan bercahaya yang tidak pernah ia tulis sebelumnya. Tuliskan satu peristiwa utama yang terjadi pada tahap ORIENTASI cerita di atas! 2. Lengkapi tabel pemetaan alur di bawah ini berdasarkan cerita 'Gerbang Kabut Biru'. Tuliskan minimal DUA peristiwa untuk tahap Komplikasi.
3. Menurut kamu, mengapa peristiwa pada tahap Komplikasi selalu lebih dari satu? Apa fungsinya bagi pembaca cerita fantasi? Jawab pertanyaan 1 dalam 1–2 kalimat pada baris yang tersedia. Jawab pertanyaan 2 dengan mengisi tabel 4 baris x 3 kolom (Tahap Alur | Peristiwa | Perasaan Tokoh). Jawab pertanyaan 3 dalam 3–5 kalimat berbentuk paragraf. Kegiatan 2: Detektif Alur: Menyimak dan Menghubungkan PeristiwaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Di kotak di bawah ini, tuliskan catatan cepat (kata kunci/frasa singkat) yang kamu tangkap saat menyimak cerita. Kotak ini hanya untukmu — tidak dinilai benar/salah. [ KOTAK CATATAN CEPAT — tulis bebas di sini ] 2. Setelah menyimak cerita 'Jam Pasir Milik Nenek', susunlah kembali urutan peristiwa berikut ini dari yang PERTAMA (1) hingga TERAKHIR (5) dengan menuliskan angka yang tepat di kotak yang tersedia. [ ] Dira memutar jarum jam pasir dan tiba-tiba waktu di sekitarnya berhenti. 3. Pilih DUA peristiwa yang menurutmu paling berkaitan erat satu sama lain dalam cerita yang kamu simak. Tuliskan kedua peristiwa itu, lalu jelaskan: apa hubungan sebab-akibat di antara keduanya? 4. Diskusikan dengan pasanganmu: apakah peristiwa pada tahap resolusi cerita ini terasa logis dan memuaskan? Mengapa? Tuliskan pendapat kalian berdua (boleh sama, boleh berbeda). Pertanyaan 1: kotak bebas ukuran 6x4 cm untuk catatan cepat. Pertanyaan 2: isi angka urutan di dalam kotak [ ] yang tersedia. Pertanyaan 3: tulis dalam format 'Peristiwa 1 — ... / Peristiwa 2 — ... / Hubungan: ...' sebanyak 3–5 kalimat. Pertanyaan 4: tulis pendapat masing-masing (Nama Saya: ... | Nama Pasangan: ...) masing-masing 2–3 kalimat. Kegiatan 3: Galeri Alur: Membuat Peta Visual Cerita FantasikuEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan judul cerita fantasi yang dipilih kelompokmu dan alasan singkat mengapa memilih cerita tersebut. 2. Isilah tabel ringkasan alur cerita pilihanmu sebelum membuat peta visual, agar peta kalian lebih terstruktur.
3. Setelah melakukan Gallery Walk dan melihat peta alur milik kelompok lain, tuliskan: (a) satu hal menarik yang kamu temukan dari peta kelompok lain, dan (b) satu pertanyaan yang ingin kamu tanyakan kepada kelompok tersebut tentang alur cerita mereka. Pertanyaan 1: 2–3 kalimat di baris yang tersedia. Pertanyaan 2: isi tabel 4 baris x 4 kolom (Tahap | Peristiwa Utama | Tokoh | Hubungan). Pertanyaan 3: tulis dalam format '(a) Hal menarik: ... / (b) Pertanyaanku: ...' masing-masing 1–2 kalimat. Peta Visual: dibuat di kertas HVS A4 atau ruang gambar yang disediakan di bagian bawah LKPD. REFLEKSI1. Dari ketiga kegiatan hari ini, tahap alur mana (orientasi, komplikasi, atau resolusi) yang paling mudah kamu identifikasi? Mengapa menurutmu itu lebih mudah? 2. Pernahkah kamu membaca atau menonton cerita fantasi dan merasa alurnya 'tidak masuk akal'? Setelah belajar hari ini, apa yang sekarang kamu pahami tentang bagaimana alur yang baik seharusnya dibangun? 3. Menurutmu, keterampilan menganalisis alur cerita ini berguna tidak hanya untuk pelajaran Bahasa Indonesia — di mana lagi dalam kehidupanmu sehari-hari kamu bisa menggunakan kemampuan ini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.