LKPDPertemuan 14Bab 2Fase DSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Asesmen Sumatif Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Asesmen Sumatif Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi

Bahasa Indonesia - Kelas 7

Bab 2 - Pertemuan 14

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikAsesmen Sumatif Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi
Alokasi Waktu80 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis unsur intrinsik (alur, penokohan, amanat) cerita fantasi yang disajikan secara tertulis sebagai bukti pemahaman akhir bab.
  2. Murid mampu menghasilkan teks puisi rakyat atau cerita fantasi pendek secara mandiri dengan menerapkan unsur kebahasaan yang tepat sebagai produk akhir bab.

PETUNJUK UMUM

  • Baca seluruh LKPD ini terlebih dahulu sebelum mulai mengerjakan.
  • LKPD ini terdiri dari 3 kegiatan. Kerjakan secara berurutan karena setiap kegiatan saling berkaitan.
  • Kegiatan 1 dan 2 dikerjakan secara mandiri. Kegiatan 3 adalah produk kreatifmu sendiri — tidak ada jawaban benar atau salah, yang dinilai adalah prosesmu berpikir dan berkreasi.
  • Tulis namamu, kelas, dan tanggal di pojok kanan atas lembar jawaban.
  • Gunakan bolpoin atau pena untuk menjawab. Jika ingin mengoreksi, coret satu kali dan tulis jawaban baru di sampingnya.
  • Jaga ketenangan selama mengerjakan. Ini adalah waktu untuk menunjukkan sejauh mana petualanganmu di dunia imajinasi selama Bab 2!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Jejak Petualangan: Menganalisis Unsur Intrinsik Cerita Fantasi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cerita fantasi 'Pintu di Balik Cermin' (tercetak di LKPD)
  • Bolpoin/pena
  • Penggaris (opsional untuk tabel)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks cerita fantasi pendek berikut ini dengan saksama dan penuh konsentrasi.
  2. Setelah membaca, jangan langsung menjawab. Luangkan 1–2 menit untuk merenungkan: apa yang paling menarik dari cerita ini?
  3. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah berdasarkan teks yang telah kamu baca.
  4. Untuk pertanyaan tabel, isilah setiap kolom dengan informasi yang kamu temukan langsung dari teks.

Pertanyaan:

1. 【TEKS CERITA FANTASI】

PINTU DI BALIK CERMIN

Rara tidak pernah menyangka bahwa cermin tua di kamar neneknya menyimpan rahasia. Suatu sore, ketika ia sedang merapikan kamar, cermin itu bergetar pelan. Rara memberanikan diri menyentuhnya — dan tangannya menembus permukaan cermin seperti menyentuh air!

Di balik cermin terdapat sebuah hutan dengan pohon-pohon setinggi menara, berdaun keperakan, dan buah-buahnya bercahaya seperti lentera. Di sana, seekor rubah berbicara kepadanya. "Kamu pasti Rara. Kami sudah menunggumu lama sekali," kata rubah itu.

Rara terkejut tetapi tetap melangkah masuk. Rubah itu memandunya melewati hutan cahaya menuju sebuah danau beku. Di tepi danau, Rara menemukan seorang anak kecil yang menangis. Ternyata, anak itu adalah adiknya yang hilang dua tahun lalu — Dino.

Rara tak ingin berlama-lama. Ia menggandeng tangan Dino dan berlari kembali ke arah cermin. Tetapi, di belakang mereka, bayangan gelap bergerak cepat. "Jangan lihat ke belakang!" teriak rubah. Dengan napas tersengal, keduanya berhasil melompat kembali melewati cermin — tepat sebelum bayangan itu menyentuh mereka.

Cermin langsung retak menjadi seribu kepingan. Rara memeluk Dino erat-erat. Petualangan itu selesai, tetapi rasa syukur Rara tak akan pernah berakhir.

---
Setelah membaca cerita di atas, lengkapilah tabel berikut untuk memetakan ALUR cerita. Identifikasi peristiwa utama pada setiap tahap alur!

Ruang tabel jawaban

2. Setiap tokoh dalam cerita punya peran dan karakter tersendiri. Isilah tabel penokohan berikut berdasarkan cerita 'Pintu di Balik Cermin'! Sertakan bukti kalimat dari teks untuk mendukung jawabanmu.

Ruang tabel jawaban

3. Menurutmu, apakah amanat (pesan moral) utama yang ingin disampaikan penulis melalui cerita ini? Jelaskan jawabanmu minimal dalam 3 kalimat dan hubungkan dengan peristiwa nyata dalam cerita!

4. Cerita 'Pintu di Balik Cermin' termasuk kategori cerita fantasi. Sebutkan minimal 3 ciri kebahasaan atau unsur keistimewaan cerita fantasi yang kamu temukan dalam teks tersebut, dan tuliskan kutipan kalimatnya sebagai bukti!

Soal 1: Tabel 4 baris × 2 kolom (Tahap Alur | Peristiwa Utama). Baris: Pengenalan, Konflik/Masalah, Klimaks, Penyelesaian. Soal 2: Tabel 4 baris × 3 kolom (Nama Tokoh | Watak/Peran | Bukti Kalimat dari Teks). Soal 3 & 4: Ruang uraian bebas minimal 3 kalimat per soal.

Kegiatan 2: Detektif Sastra: Menilai Kualitas Cerita Fantasi

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cerita 'Pintu di Balik Cermin' (dari Kegiatan 1)
  • Bolpoin/pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu berperan sebagai seorang kritikus sastra muda.
  2. Bacalah kembali teks 'Pintu di Balik Cermin' dari Kegiatan 1 (atau gunakan pemahamanmu).
  3. Tugas kritikus adalah memberikan penilaian yang jujur dan berdasar — bukan sekadar suka atau tidak suka, tetapi disertai alasan yang mengacu pada unsur cerita.
  4. Isi rubrik penilaian berikut, lalu tuliskan pendapatmu dalam bentuk ulasan singkat.

Pertanyaan:

1. Sebagai kritikus sastra muda, nilailah cerita 'Pintu di Balik Cermin' menggunakan rubrik berikut. Beri skor 1–4 untuk setiap aspek dan tuliskan alasanmu! (1 = kurang, 2 = cukup, 3 = baik, 4 = sangat baik)

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan penilaian rubrikmu, tuliskan ulasan singkat cerita ini dalam 1 paragraf (minimal 4 kalimat). Mulailah dengan kalimat: 'Cerita 'Pintu di Balik Cermin' merupakan...' Sertakan pendapat tentang kekuatan dan kelemahan cerita!

3. Jika kamu adalah penulisnya, perubahan apa yang ingin kamu buat untuk membuat cerita ini lebih menarik? Jelaskan minimal 2 perubahan beserta alasannya!

Soal 1: Tabel 5 baris × 3 kolom (Aspek | Skor 1–4 | Alasan). Aspek: Alur, Penokohan, Latar Fantasi, Amanat, Gaya Bahasa. Soal 2 & 3: Ruang uraian bebas dengan garis-garis tulis (minimal 4–6 baris per soal).

Kegiatan 3: Aku Penulis! Menciptakan Karya dari Dunia Imajinasimu

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Bolpoin/pena
  • Pensil (untuk draf awal, opsional)
  • Penghapus (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang giliran kamu menjadi penulis! Kegiatan ini adalah produk kreatif akhir bab — tunjukkan imajinasi terbaikmu.
  2. Pilih SALAH SATU dari dua pilihan berkarya berikut: (A) Menulis Puisi Rakyat, atau (B) Menulis Cerita Fantasi Pendek.
  3. Baca panduan untuk pilihan yang kamu ambil, lalu isi draf rencanamu sebelum mulai menulis karya.
  4. Gunakan unsur kebahasaan yang telah kamu pelajari di Bab 2: majas asosiasi, kalimat langsung/tidak langsung (untuk cerita), atau rima dan bait (untuk puisi).
  5. Kerjakan draf rencanamu dulu di kotak perencanaan, baru tulis karya finalmu di ruang yang tersedia.
  6. Tidak ada karya yang 'salah' — yang penting kamu mencoba dengan sungguh-sungguh dan jujur.

Pertanyaan:

1. LANGKAH PERTAMA — Pilih jenis karyamu dan lingkari: (A) Puisi Rakyat / (B) Cerita Fantasi Pendek. Kemudian isi kotak perencanaan berikut sesuai pilihanmu.

Jika memilih (A) PUISI RAKYAT, isi:

  1. Jenis puisi rakyat yang dipilih (pantun/syair/gurindam),
  2. Topik atau pesan yang ingin disampaikan,
  3. Rima yang direncanakan (contoh: a-b-a-b untuk pantun).

Jika memilih (B) CERITA FANTASI PENDEK, isi:

  1. Judul cerita,
  2. Tokoh utama dan wataknya,
  3. Latar tempat fantasi yang dibayangkan,
  4. Konflik utama yang akan terjadi,
  5. Amanat yang ingin disampaikan.

2. LANGKAH KEDUA — Tuliskan KARYA FINALMU di ruang yang tersedia!

Jika memilih (A) PUISI RAKYAT: Tulis minimal 2 bait. Pastikan memenuhi ciri jenis puisi yang dipilih (contoh: pantun = 4 baris, 2 baris sampiran + 2 baris isi, rima a-b-a-b).

Jika memilih (B) CERITA FANTASI PENDEK: Tulis cerita minimal 3 paragraf. Pastikan ada: pengenalan tokoh dan latar, konflik atau peristiwa fantastis, dan penyelesaian. Gunakan minimal 1 kalimat langsung dan 1 majas asosiasi (simile/metafora) dalam ceritamu.

3. LANGKAH KETIGA — Setelah selesai berkarya, bacalah kembali karyamu dan isi cek mandiri berikut. Beri tanda ✓ pada kolom yang sesuai!

Daftar cek:

  1. Karyaku sesuai dengan jenis yang saya pilih,
  2. Karyaku memiliki struktur yang lengkap (bait/paragraf),
  3. Karyaku mengandung unsur kebahasaan yang tepat (rima/majas/kalimat langsung),
  4. Pesan atau amanat dalam karyaku jelas,
  5. Aku menulis dengan usaha terbaikku.

Setelah mengisi cek mandiri, tuliskan 1 kalimat: hal apa yang paling kamu sukai dari karyamu sendiri?

Soal 1: Kotak isian terstruktur dengan label sesuai pilihan (A atau B). Soal 2: Ruang menulis luas dengan garis-garis (minimal 15–20 baris untuk cerita, 8–10 baris untuk puisi). Soal 3: Tabel cek mandiri 5 baris × 3 kolom (Pernyataan | Sudah ✓ | Belum ✗), diikuti 2–3 baris untuk kalimat apresiasi diri.

REFLEKSI

1. Dari semua unsur cerita fantasi yang kamu pelajari di Bab 2 (alur, penokohan, amanat, majas), unsur mana yang menurutmu paling penting dan mengapa? Hubungkan jawabanmu dengan cerita atau buku yang pernah kamu baca sebelumnya!

2. Saat kamu menulis karya di Kegiatan 3, bagian mana yang terasa paling menantang? Apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya?

3. Kalau kamu bisa 'berkelana ke dunia imajinasi' seperti tokoh-tokoh dalam cerita fantasi, dunia seperti apa yang ingin kamu ciptakan dan apa yang ingin kamu lakukan di sana? Apa yang cerita itu akan ajarkan kepada pembacamu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.