LKPDPertemuan 1Bab 2Fase DSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Mengenal Puisi Rakyat: Pantun, Syair, dan Gurindam

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 dengan topik "Mengenal Puisi Rakyat: Pantun, Syair, dan Gurindam". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 7: Mengenal Puisi Rakyat: Pantun, Syair, dan Gurindam

Bahasa Indonesia - Kelas 7

Bab 2 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Mengenal Puisi Rakyat: Pantun, Syair, dan Gurindam

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMengenal Puisi Rakyat: Pantun, Syair, dan Gurindam
Alokasi Waktu80 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri dan unsur puisi rakyat (pantun, syair, gurindam) dari teks aural yang diperdengarkan, meliputi rima, bait, dan isi.
  2. Murid mampu membandingkan perbedaan ciri puisi rakyat (pantun, syair, gurindam) berdasarkan struktur dan rima yang ditemukan dalam teks yang dibaca.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan LKPD ini secara individu kecuali pada bagian yang bertanda 'Diskusi Kelompok'.
  • Gunakan pensil atau pulpen untuk mengisi jawaban. Boleh mencoret dan memperbaiki jawabanmu — proses berpikir itu justru berharga!
  • Jika ada kata atau kalimat yang belum kamu pahami, tandai dengan tanda tanya (?) lalu tanyakan kepada gurumu.
  • Kamu akan menyimak pembacaan puisi rakyat pada Kegiatan 1, jadi siapkan dirimu untuk mendengarkan dengan seksama — tidak ada yang boleh terlewat!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Yuk, Simak! — Menangkap Ciri Puisi Rakyat dari Pendengaran

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Guru atau rekaman audio pembacaan puisi rakyat (pantun, syair, gurindam)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tutup bukumu dan siapkan LKPD ini di atas meja.
  2. Gurumu akan membacakan tiga buah puisi rakyat (pantun, syair, gurindam) secara bergantian. Dengarkan baik-baik setiap puisi yang dibacakan.
  3. Sambil menyimak, catat hal-hal yang kamu tangkap: berapa baris dalam satu bait, bagaimana bunyi akhir tiap baris, dan apa isi/pesan yang kamu dengar.
  4. Setelah pembacaan selesai, isi tabel dan jawab pertanyaan di bawah ini berdasarkan apa yang kamu simak — tanpa membuka buku teks.
  5. Jangan khawatir jika belum sempurna; ini adalah proses melatih pendengaranmu!

Pertanyaan:

1. Isi tabel berikut berdasarkan puisi yang kamu simak. Tuliskan: nama puisi yang kamu dengar, jumlah baris per bait yang kamu tangkap, dan bunyi akhir baris yang kamu dengar (misalnya: a-b-a-b).

Ruang tabel jawaban

2. Dari ketiga puisi yang kamu simak, puisi manakah yang menurutmu paling mudah dikenali saat didengarkan? Jelaskan alasanmu dalam 2–3 kalimat.

3. Pesan atau nasihat apa yang kamu tangkap dari salah satu puisi yang dibacakan? Tulis puisi yang kamu pilih dan tuliskan pesannya dengan kata-katamu sendiri.

Soal 1: Buat tabel 4 kolom — Nama Puisi | Jumlah Baris per Bait | Pola Rima yang Didengar | Isi/Pesan yang Ditangkap. Isi minimal 3 baris (satu untuk tiap jenis puisi). Soal 2 & 3: Tulis jawaban uraian minimal 2–3 kalimat di bawah masing-masing pertanyaan.

Kegiatan 2: Detektif Puisi — Membaca dan Membedah Ciri-Ciri Puisi Rakyat

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Alat tulis
  • Teks puisi yang tercetak di LKPD atau papan tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang buka buku teks atau baca tiga teks puisi rakyat yang tersedia di bawah ini (gurumu juga akan menuliskan contoh di papan tulis jika diperlukan).
  2. Baca setiap puisi dengan cermat, perhatikan jumlah baris, pola rima akhir, dan struktur isinya.
  3. Jadilah 'detektif puisi': temukan bukti-bukti dari teks untuk membuktikan jenis puisi tersebut!
  4. Isi tabel perbandingan, lalu jawab pertanyaan analisis di bawahnya.
  5. Teks Puisi untuk dibaca: Puisi A: Daun pisang jatuh ke tanah, Terhempas angin pagi hari; Jika ingin hati yang mudah, Biasakan selalu berbagi. Puisi B: Hendaklah menjaga lisan, Dari kata yang menyakitkan; Hendaklah menjaga tingkah, Agar hidup penuh berkah; Hendaklah saling memaafkan, Hidup pun akan ketenteraman; Hendaklah pula saling menyayang, Supaya hati tiada bimbang. Puisi C: Apabila terpelihara mata, Sedikitlah cita-cita. Apabila terpelihara kuping, Khabar yang jahat tiadalah damping.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel perbandingan berikut berdasarkan Puisi A, B, dan C yang sudah kamu baca. Kolom yang harus diisi: Nama Puisi (jenis), Jumlah Baris per Bait, Pola Rima Akhir, Ada/Tidaknya Sampiran, dan Isi/Pesan.

Ruang tabel jawaban

2. Perhatikan Puisi A. Tandai mana bagian sampiran dan mana bagian isi. Mengapa baris 1 dan 2 disebut 'sampiran'? Apa hubungannya dengan baris 3 dan 4?

3. Bandingkan Puisi B (syair) dan Puisi A (pantun). Tuliskan minimal 3 perbedaan nyata yang kamu temukan dari teks, beserta bukti kutipan dari puisi tersebut.

4. Puisi C (gurindam) memiliki ciri khas: larik pertama adalah syarat dan larik kedua adalah jawaban/akibat. Jelaskan hubungan sebab-akibat pada salah satu bait Puisi C dengan bahasamu sendiri!

Soal 1: Buat tabel 6 kolom — No. Puisi | Jenis Puisi | Jumlah Baris/Bait | Pola Rima | Ada Sampiran? (Ya/Tidak) | Isi/Pesan. Soal 2, 3, 4: Tulis jawaban uraian di bawah masing-masing pertanyaan. Untuk soal 3, gunakan format bernomor (1, 2, 3) agar perbedaan terlihat jelas.

Kegiatan 3: Ayo Berkreasi! — Membuat Kartu Identitas Puisi Rakyat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Kertas HVS atau karton untuk kartu identitas
  • Pensil warna / spidol / pulpen warna
  • Penggaris
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kamu sudah menyimak dan membaca puisi rakyat. Sekarang saatnya merangkum pemahamanmu dalam bentuk 'Kartu Identitas Puisi Rakyat'!
  2. Kerjakan kegiatan ini dalam kelompok kecil (3–4 orang).
  3. Setiap kelompok membuat 3 kartu identitas: satu untuk pantun, satu untuk syair, satu untuk gurindam.
  4. Setiap kartu identitas berisi: nama jenis puisi, ciri-ciri utama (minimal 4 ciri), pola rima, contoh singkat (minimal 1 bait), dan 1 kalimat yang menjelaskan keunikan puisi tersebut dibanding dua jenis lainnya.
  5. Gambarlah kartu identitas di kertas yang disediakan gurumu. Hias semenarik mungkin — boleh pakai warna, simbol, atau ilustrasi sederhana!
  6. Setelah selesai, tempel kartu identitas kelompokmu di dinding kelas dan lakukan 'galeri keliling': amati kartu milik kelompok lain, beri tanda bintang (⭐) pada kartu yang menurutmu paling lengkap dan menarik.
  7. Kembali ke tempat duduk, lalu jawab pertanyaan refleksi kelompok di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Setelah berkeliling galeri, tuliskan 1 informasi baru tentang puisi rakyat yang kamu temukan dari kartu kelompok lain (yang belum ada di kartu kelompokmu).

2. Bayangkan kamu diminta menjelaskan perbedaan pantun, syair, dan gurindam kepada adikmu yang masih SD. Tulis penjelasanmu dalam 3–5 kalimat yang mudah dipahami!

3. Diskusikan dalam kelompokmu: Apakah puisi rakyat seperti pantun, syair, atau gurindam masih relevan di zaman sekarang? Berikan 1 contoh situasi nyata di mana puisi rakyat tersebut masih bisa digunakan!

Soal 1 & 2: Tulis jawaban uraian individu di kolom yang tersedia (min. 3 kalimat). Soal 3: Diskusi kelompok — tulis kesimpulan diskusi bersama dalam 1 paragraf pendek (3–5 kalimat), ditandatangani semua anggota kelompok. Kartu Identitas Puisi: Buat di kertas terpisah (HVS/karton) ukuran minimal A5, hias dengan warna/gambar.

REFLEKSI

1. Dari ketiga jenis puisi rakyat yang kamu pelajari hari ini (pantun, syair, gurindam), mana yang paling menarik bagimu dan mengapa? Apakah ada nilai atau nasihat dalam puisi tersebut yang menurutmu masih berlaku dalam kehidupanmu sehari-hari?

2. Saat menyimak puisi yang dibacakan (Kegiatan 1), apakah kamu merasa lebih mudah atau lebih sulit mengenali jenis puisi dibandingkan saat membacanya sendiri (Kegiatan 2)? Apa yang membuat berbeda?

3. Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang puisi rakyat yang sebelumnya belum kamu ketahui? Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa karya sastra semacam ini sudah ada sejak lama di budaya kita?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.