LKPDPertemuan 8Bab 5Fase CSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 5: Memahami Etika dan Aturan di Tempat Bersejarah serta Museum Indonesia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Memahami Etika dan Aturan di Tempat Bersejarah serta Museum Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 5: Memahami Etika dan Aturan di Tempat Bersejarah serta Museum Indonesia

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Memahami Etika dan Aturan di Tempat Bersejarah serta Museum Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMemahami Etika dan Aturan di Tempat Bersejarah serta Museum Indonesia
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis informasi tentang etika dan tata tertib di tempat bersejarah dan museum Indonesia dari teks nonsastra visual (simbol, rambu, poster) dengan menafsirkan makna setiap simbol secara tepat.
  2. Murid dapat menjelaskan alasan pentingnya mematuhi aturan di tempat bersejarah sebagai wujud cinta dan tanggung jawab terhadap warisan budaya Indonesia secara lisan dengan alasan yang logis.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan sesuai urutan dari Kegiatan 1 hingga Kegiatan 3.
  • Boleh berdiskusi dengan teman sebangku pada kegiatan yang ada tanda 'Diskusi', tetapi tulislah jawabanmu sendiri dengan kata-katamu sendiri.
  • Tulis namamu, kelas, dan tanggal di bagian atas LKPD ini sebelum mulai.
  • Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada guru — jangan ragu bertanya!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Simbol: Apa Arti Tanda Ini?

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu simbol/rambu museum (disiapkan guru, bisa dicetak atau ditampilkan di layar)
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah pengantar berikut: Di museum dan tempat bersejarah, kita sering melihat berbagai simbol dan rambu. Simbol-simbol itu berbicara tanpa kata-kata — kita perlu pintar membacanya!
  2. Amati delapan simbol/rambu museum berikut ini dengan cermat (simbol disediakan guru di kartu terpisah atau ditampilkan di papan tulis).
  3. Untuk setiap simbol, tuliskan: (a) deskripsi gambar/simbol, (b) makna/larangan atau anjuran yang disampaikan, dan (c) alasan mengapa aturan itu diperlukan.
  4. Isi tabel pada ruang jawaban yang tersedia.
  5. Jika menemukan simbol yang belum kamu kenali, perhatikan warna dan bentuknya sebagai petunjuk — merah/silang biasanya berarti larangan, hijau/centang berarti anjuran atau boleh dilakukan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan simbol-simbol yang kamu amati! (Simbol 1 s.d. 4: larangan; Simbol 5 s.d. 8: anjuran)

Tabel: No | Gambar Simbol (deskripsi) | Makna Simbol | Alasan Aturan Ini Diperlukan

Ruang tabel jawaban

2. Dari semua simbol yang kamu amati, manakah dua simbol yang menurutmu PALING penting untuk dipatuhi di museum? Tuliskan simbol tersebut dan jelaskan mengapa kamu memilihnya!

Tabel 8 baris × 4 kolom (Nomor | Deskripsi Simbol | Makna Simbol | Alasan Aturan), dilanjutkan kotak uraian bebas untuk pertanyaan nomor 2 (±5 baris).

Kegiatan 2: Poster Bocah: Rancang Rambu Laranganmu Sendiri!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil warna atau spidol (merah, hijau, biru)
  • Penggaris (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang giliran kamu menjadi perancang rambu! Bayangkan kamu adalah petugas museum yang bertugas membuat poster aturan untuk pengunjung muda (anak-anak seusiamu).
  2. Pilih SATU aturan yang menurutmu sering dilanggar pengunjung di tempat bersejarah atau museum.
  3. Rancang sebuah simbol/rambu sederhana pada kotak gambar yang tersedia. Gunakan warna merah untuk larangan, hijau untuk anjuran, atau biru untuk informasi.
  4. Di bawah gambar, tuliskan: (a) judul aturan, (b) kalimat penjelasan singkat aturan tersebut dengan bahasa yang ramah anak, dan (c) akibat jika aturan ini dilanggar.
  5. Setelah selesai, tunjukkan hasil karyamu kepada teman sebangkumu dan ceritakan pilihan aturanmu. Dengarkan juga cerita temanmu.

Pertanyaan:

1. Gambarlah simbol/rambu aturan pilihanmu pada kotak yang tersedia. Beri warna yang sesuai (merah = larangan, hijau = anjuran, biru = informasi).

Ruang gambar

2. Tuliskan kalimat penjelasan aturan tersebut menggunakan bahasa yang ramah dan mudah dipahami anak seusiamu (1–2 kalimat).

3. Apa akibatnya jika aturan yang kamu pilih tadi dilanggar oleh banyak pengunjung? Jelaskan minimal dua akibat!

4. [DISKUSI BERPASANGAN] Ceritakan kepada teman sebangkumu: mengapa kamu memilih aturan itu? Apa yang membuatmu merasa aturan itu penting? Tuliskan secara singkat apa yang kamu ceritakan dan apa tanggapan temanmu!

Kotak gambar besar (±10 cm × 10 cm) untuk menggambar simbol, dilanjutkan kotak isian untuk kalimat penjelasan (2 baris), kotak uraian untuk akibat (±4 baris), dan kotak diskusi berpasangan (±4 baris).

Kegiatan 3: Aku Bicara, Aku Peduli: Presentasi Mini Cinta Warisan Budaya

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini melatihmu berbicara dengan percaya diri dan menyampaikan pendapat dengan alasan yang kuat.
  2. Bacalah situasi berikut: 'Saat mengunjungi museum, Dani melihat seorang pengunjung asyik makan keripik sambil berjalan-jalan di dekat koleksi kain berusia 200 tahun. Dani ingin menegur, tetapi bingung bagaimana caranya.'
  3. Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara tertulis terlebih dahulu sebagai bahan untuk berbicara.
  4. Setelah selesai menulis, siapkan dirimu untuk berbicara selama ±1 menit di depan kelompok kecil (3–4 orang) atau di depan kelas, menyampaikan pendapatmu tentang pentingnya mematuhi aturan di tempat bersejarah.
  5. Gunakan catatan jawabanmu sebagai panduan berbicara — kamu boleh melihat catatan, tetapi usahakan berbicara dengan kata-katamu sendiri, bukan membaca langsung.
  6. Saat temanmu berbicara, jadilah pendengar yang baik: tatap wajah pembicara, jangan menyela, dan berikan tepuk tangan setelah selesai.

Pertanyaan:

1. Menurut pendapatmu, apakah yang sebaiknya dilakukan Dani? Tuliskan saranmu dengan kalimat yang sopan dan tegas!

2. Tuliskan TIGA alasan logis mengapa mematuhi aturan di tempat bersejarah merupakan wujud cinta dan tanggung jawab terhadap warisan budaya Indonesia!

3. Bayangkan 20 tahun ke depan, kamu membawa anakmu mengunjungi museum yang sama. Apa yang kamu harapkan masih ada di sana? Kaitkan jawabanmu dengan pentingnya menjaga aturan hari ini!

4. [PERSIAPAN BERBICARA] Susunlah poin-poin utama yang akan kamu sampaikan saat presentasi mini (minimal 3 poin). Gunakan kata penghubung seperti 'pertama', 'selain itu', 'oleh karena itu' agar penyampaianmu runtut!

Kotak uraian untuk pertanyaan 1 (±4 baris), kotak uraian bernomor untuk pertanyaan 2 (3 × 3 baris), kotak uraian bebas untuk pertanyaan 3 (±5 baris), dan tabel 4 baris untuk poin presentasi dengan kolom 'Nomor Poin' dan 'Isi Poin'.

REFLEKSI

1. Dari kegiatan hari ini, simbol atau aturan mana yang paling membuatmu berpikir keras? Mengapa simbol itu menarik perhatianmu?

2. Pernahkah kamu atau seseorang di sekitarmu tanpa sadar melanggar aturan di tempat umum atau bersejarah? Ceritakan pengalaman itu dan apa yang akan kamu lakukan berbeda sekarang.

3. Apa satu hal nyata yang akan kamu lakukan sebagai bentuk 'cinta Indonesia' saat kamu mengunjungi tempat bersejarah atau museum berikutnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.