LKPDPertemuan 17Bab 5Fase CSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 5: Menganalisis Kembali Informasi Teks Nonsastra dan Menulis Perbaikan Kalimat Kompleks

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Menganalisis Kembali Informasi Teks Nonsastra dan Menulis Perbaikan Kalimat Kompleks".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 5: Menganalisis Kembali Informasi Teks Nonsastra dan Menulis Perbaikan Kalimat Kompleks

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 5 Pertemuan 17

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menganalisis Kembali Informasi Teks Nonsastra dan Menulis Perbaikan Kalimat Kompleks

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenganalisis Kembali Informasi Teks Nonsastra dan Menulis Perbaikan Kalimat Kompleks
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang tempat bersejarah di Indonesia
  2. Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual mengenai museum di Indonesia
  3. Menulis teks sederhana berdasarkan pengalaman mengunjungi suatu tempat dengan rangkaian kalimat kompleks secara menarik

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai mengerjakan LKPD.
  • Simaklah teks aural yang dibacakan oleh guru dengan saksama untuk Kegiatan 1.
  • Cermati infografik visual museum pada Kegiatan 2 secara teliti.
  • Tuliskan pengalaman berkunjung menggunakan kalimat kompleks pada Kegiatan 3 sesuai panduan.
  • Diskusikan atau tanyakan kepada guru apabila ada instruksi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyimak Informasi Tempat Bersejarah: Gedung Djoeang '45

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks aural yang dibacakan guru
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dengarkan guru membacakan teks nonsastra aural berikut: 'Gedung Djoeang '45 didirikan pada masa kolonial Belanda di kawasan Pasar Kliwon, Surakarta. Tempat ini dibangun pada tahun 1876 dan mulanya difungsikan sebagai klinik militer serta asrama tentara Belanda. Menjelang kemerdekaan Republik Indonesia, gedung bersejarah ini diambil alih oleh para pemuda pejuang kemerdekaan sebagai markas laskar perjuangan rakyat dalam mempertahankan kedaulatan. Kini, Gedung Djoeang '45 telah dipugar dan dialihfungsikan menjadi ruang publik edukasi serta destinasi wisata sejarah yang menyimpan rekam jejak perjuangan bangsa.'
  2. Catatlah fakta-fakta kunci yang kamu dengar mengenai nama tempat, waktu, fungsi awal, dan perubahan peruntukannya.
  3. Jawablah pertanyaan analisis informasi berdasarkan teks aural yang telah kamu dengarkan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks aural yang dibacakan, di manakah lokasi Gedung Djoeang '45 dan kapankah gedung tersebut pertama kali dibangun?

2. Lengkapilah analisis alih fungsi Gedung Djoeang '45 dari masa ke masa sesuai informasi yang kamu dengar pada tabel berikut: (a) Fungsi awal masa kolonial, (b) Fungsi masa perjuangan kemerdekaan, dan (c) Fungsi masa kini.

Ruang tabel jawaban

Tuliskan jawaban nomor 1 pada 2 baris bergaris yang disediakan. Untuk nomor 2, isilah tabel 3 baris: Kolom 1 (Periode Waktu), Kolom 2 (Fungsi Bangunan Sesuai Teks Aural).

Kegiatan 2: Menganalisis Informasi Visual: Menjelajah Museum Kereta Api Ambarawa

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar infografik visual Museum Kereta Api Ambarawa
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan teks visual bertajuk 'Infografik Museum Kereta Api Ambarawa' yang tercantum pada lembar kerja: [Panel 1: Lokasi di Ambarawa, Jawa Tengah, awalnya Stasiun Willem I diresmikan 1873]; [Panel 2: Koleksi Unggulan: Lokomotif uap bergerigi seri B2502 dan B2503 yang melintasi rel pegunungan terjal]; [Panel 3: Zona Kunjungan: Ruang Peraga Tiket & Telegraf Kuno, Depo Kereta Kayu, dan Jalur Kereta Wisata Ambarawa-Bedono]; [Panel 4: Manfaat Edukasi: Mempelajari evolusi transportasi rel masa kolonial hingga awal berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia].
  2. Temukan dan bandingkan informasi visual tersebut untuk menjawab pertanyaan analisis.

Pertanyaan:

1. Apa informasi spesifik yang disajikan pada visual mengenai keunikan lokomotif uap seri B2502 dan B2503 dibandingkan lokomotif biasa?

2. Berdasarkan rincian zona pada infografik visual, kelompokkan benda-benda sejarah perkeretaapian yang dapat dijumpai pengunjung di museum tersebut!

Ruang tabel jawaban

Nomor 1: Kolom uraian penjelasan 3-4 baris. Nomor 2: Tabel berisi 2 kolom (Kolom 1: Zona/Lokasi Visual, Kolom 2: Benda Sejarah yang Ditemukan).

Kegiatan 3: Menulis Catatan Perjalanan dengan Kalimat Kompleks

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan / lembar LKPD
  • Pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingatlah pengalamanmu mengunjungi suatu tempat (museum, cagar budaya, benteng, monumen, candi, atau tempat rekreasi bersejarah lainnya).
  2. Tuliskan sebuah teks cerita pengalaman singkat (1-2 paragraf, 4-6 kalimat).
  3. Pastikan teksmu tersusun dari rangkaian kalimat kompleks secara menarik menggunakan konjungsi penghubung anak kalimat (misalnya: ketika, karena, sehingga, meskipun, agar, setelah).
  4. Periksa teksmu untuk memastikan minimal ada 3 kalimat kompleks yang menghubungkan klausa secara padu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan pengalaman kunjunganmu ke suatu tempat bersejarah dalam 1-2 paragraf dengan menyertakan minimal 3 kalimat kompleks yang saling terhubung logis!

Disediakan kotak bergaris sebanyak 8-10 baris untuk menuliskan paragraf pengalaman kunjungan serta 1 baris di bawahnya untuk mencatat konjungsi kalimat kompleks yang digunakan.

REFLEKSI

1. Informasi baru apa yang paling berharga yang kamu peroleh setelah menyimak dan memirsa teks tentang tempat bersejarah serta museum hari ini?

2. Bagaimana penggunaan kalimat kompleks membantumu menggambarkan pengalaman berkunjung ke suatu tempat secara lebih rinci dan jelas?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.