LKPD Bahasa Indonesia Kelas 5: Menyimak Cerita 'Di Mana Salah Bima?': Menganalisis Masalah Tokoh Wirausaha
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Menyimak Cerita 'Di Mana Salah Bima?': Menganalisis Masalah Tokoh Wirausaha". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 5: Menyimak Cerita 'Di Mana Salah Bima?': Menganalisis Masalah Tokoh Wirausaha
Bahasa Indonesia - Kelas 5
Bab 4 - Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C) Topik: Menyimak Cerita 'Di Mana Salah Bima?': Menganalisis Masalah Tokoh Wirausaha INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aku Menyimak, Aku Mencatat — Kotak Detektif BimaEstimasi: 25 menit (10 menit menyimak + 15 menit mengisi tabel dan uraian) Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi Kotak Detektif Bima berikut ini berdasarkan cerita yang kamu simak! Isi setiap kolom dengan informasi dari cerita.
2. Dari semua masalah yang kamu catat di tabel, menurut kamu masalah mana yang paling besar pengaruhnya terhadap kegagalan Bima berjualan hari itu? Tuliskan jawabanmu beserta alasannya! Tabel 3 kolom dengan 3 baris untuk pertanyaan nomor 1. Untuk pertanyaan nomor 2, tersedia kotak uraian bertuliskan 'Pendapatku:' dengan ruang 4–5 baris. Kegiatan 2: Mengapa Bima Gagal? — Peta Sebab-AkibatEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi Peta Sebab-Akibat berikut ini! Tuliskan minimal 2 penyebab dan 2 akibat. [ PENYEBAB 1: ____________ ] Akibat lanjutan bagi Bima:
2. Bayangkan kamu adalah sahabat Bima. Setelah mengetahui semua penyebab kegagalannya, nasihat apa yang akan kamu berikan kepada Bima? Tuliskan 2 nasihat dengan kalimatmu sendiri! 3. Bima tidak langsung menyerah. Dia malah menuliskan semua masalahnya dan mencari solusi. Menurutmu, sikap apa yang ditunjukkan Bima ini? Apa yang bisa kamu contoh dari Bima? Diagram panah sebab-akibat bergambar (kotak-panah-kotak) untuk pertanyaan nomor 1. Kotak uraian bernomor untuk pertanyaan nomor 2 dan 3, masing-masing 4–5 baris. Kegiatan 3: Sidang Wirausaha Cilik — Diskusi Kelompok & Presentasi MiniEstimasi: 25 menit (15 menit diskusi + 10 menit presentasi mini) Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. KASUS BIMA:
Bersama kelompokmu, diskusikan: Jika Bima ingin mencoba berjualan lagi esok hari, strategi apa saja yang harus dia ubah? Tuliskan hasil diskusi kelompokmu dalam tabel berikut!
2. Diskusikan bersama kelompokmu: Apakah kegagalan awal Bima sepenuhnya salah Bima? Atau ada faktor lain yang mempengaruhinya? Tuliskan pendapat kelompokmu dan berikan alasan yang kuat! 3. Tantangan Kreativitas Kelompok: Jika kalian yang menjadi Bima, apa ide unik yang akan kalian tawarkan untuk membuat es Bima lebih menarik dari pedagang lain? Gambarkan atau deskripsikan ide tersebut di kotak kreasi di bawah ini! Ruang gambar Tabel 3 kolom untuk pertanyaan nomor 1. Kotak uraian 5–6 baris untuk pertanyaan nomor 2. Kotak kreasi bergaris tepi (ukuran setengah halaman) untuk menggambar atau mendeskripsikan ide pada pertanyaan nomor 3, dengan label 'Kotak Kreasi Kelompok Kami'. REFLEKSI1. Dari cerita Bima hari ini, satu hal penting yang aku pelajari tentang wirausaha adalah ... Aku belajar ini karena ... 2. Bima tidak menyerah meskipun gagal di hari pertama. Pernahkah kamu mengalami kegagalan dan bangkit kembali? Ceritakan secara singkat apa yang kamu lakukan saat itu! 3. Menurutmu, kemampuan menyimak (mendengarkan dengan sungguh-sungguh) penting tidak dalam kehidupan sehari-hari? Berikan satu contoh situasi nyata di mana kemampuan menyimak membantumu! |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.