LKPDPertemuan 2Bab 4Fase CSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 5: Memahami Makna Konotasi dalam Teks Wirausaha Cilik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Memahami Makna Konotasi dalam Teks Wirausaha Cilik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 5: Memahami Makna Konotasi dalam Teks Wirausaha Cilik

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Memahami Makna Konotasi dalam Teks Wirausaha Cilik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMemahami Makna Konotasi dalam Teks Wirausaha Cilik
Alokasi Waktu70 menit
Tipe AktivitasCampuran (individu, berpasangan, kelompok kecil)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menelaah teks 'Stiker Lala', murid dapat menemukan dan menjelaskan kalimat yang mengandung makna konotasi dalam teks bertema wirausaha cilik dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan menulis ulang kalimat berkonotasi dari teks wirausaha cilik, murid dapat menggunakan kosakata bermakna konotatif dalam kalimat sederhana mereka sendiri secara tepat.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — jangan melompat ke kegiatan berikutnya sebelum menyelesaikan yang sebelumnya.
  • Tuliskan namamu, kelas, dan tanggal di pojok kanan atas LKPD ini.
  • Saat diminta berdiskusi, dengarkan pendapat temanmu dengan seksama sebelum menyampaikan pendapatmu sendiri.
  • Tidak ada jawaban yang salah selama kamu bisa menjelaskan alasanmu — yang terpenting adalah kamu berani berpikir dan mencoba!
  • Jika ada kata atau kalimat yang belum kamu mengerti, tandai dengan lingkaran kecil dan tanyakan kepada gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Kata — Memburu Makna Tersembunyi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks 'Stiker Lala' (dari buku siswa halaman 68–73 atau lembar teks yang dibagikan guru)
  • Pensil warna atau stabilo untuk menandai kata konotasi dalam teks

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah penggalan cerita 'Stiker Lala' di bawah ini dengan saksama.
  2. Perhatikan kata-kata atau ungkapan yang dicetak tebal — kata-kata itu mungkin punya makna tersembunyi alias makna konotasi!
  3. Sebelum mengisi tabel, diskusikan dulu bersama teman sebangkumu: menurutmu, apa yang dimaksud dengan makna konotasi? Tuliskan pemahaman awalmu di kotak 'Pikirku'.
  4. Setelah berdiskusi, isilah tabel Detektif Kata dengan cara: (a) salin kalimat aslinya, (b) lingkari kata konotasinya, (c) tuliskan artinya dengan bahasamu sendiri.
  5. Gunakan pengalamanmu sehari-hari untuk menebak artinya — bayangkan situasi dalam cerita!

Pertanyaan:

1. Sebelum mengisi tabel, tuliskan dulu di kotak 'Pikirku': Menurutmu, apa bedanya makna konotasi dengan makna biasa (denotasi)? Tuliskan dengan kalimatmu sendiri!

2. Lengkapilah Tabel Detektif Kata berikut berdasarkan teks 'Stiker Lala'. Kalimat pertama sudah dicontohkan untukmu!

Kalimat: (1) Pujian itu membuat hati Lala berbunga-bunga. | Kata konotasi: berbunga-bunga | Artinya: bahagia/sangat senang

  1. Ia berniat menjadikan itu sebagai buah tangan untuk Sita. | Kata konotasi: ? | Artinya: ?
  2. Ia panjang akal! Satu ide muncul di benaknya. | Kata konotasi: ? | Artinya: ?
  3. Dalam sekejap stikernya menjadi buah bibir di sekolah. | Kata konotasi: ? | Artinya: ?
  4. Ia baru pulang saat sang raja siang mulai meredup. | Kata konotasi: ? | Artinya: ?
  5. Gambar-gambarnya sungguh tidak bisa dipandang sebelah mata! | Kata konotasi: ? | Artinya: ?
  6. Untunglah Sita turun tangan. | Kata konotasi: ? | Artinya: ?
Ruang tabel jawaban

3. Dari ketujuh kalimat di atas, pilih SATU kalimat yang paling berkesan bagimu. Jelaskan mengapa kalimat itu menarik dan bagaimana kalimat itu menggambarkan karakter atau situasi dalam cerita!

Kotak 'Pikirku' untuk pertanyaan 1 (min. 3 kalimat). Tabel 3 kolom untuk pertanyaan 2: Kolom 1 = Kalimat Asli, Kolom 2 = Kata Konotasi, Kolom 3 = Artinya. Paragraf bebas untuk pertanyaan 3 (min. 3 kalimat).

Kegiatan 2: Konotasi vs. Denotasi — Mana yang Mana?

Estimasi: 20 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan membandingkan kalimat konotasi dengan kalimat denotasi dari kata yang sama.
  2. Bacalah contoh pasangan kalimat berikut: (Konotasi) 'Pujian itu membuat hati Lala berbunga-bunga.' | (Denotasi) 'Pohon di depan rumah Lala berbunga-bunga di musim semi.'
  3. Perhatikan: kata 'berbunga-bunga' dipakai di dua kalimat, tapi maknanya berbeda! Pada kalimat konotasi, kata itu menggambarkan perasaan. Pada kalimat denotasi, kata itu menggambarkan keadaan nyata.
  4. Kerjakan pertanyaan-pertanyaan berikut secara mandiri terlebih dahulu, lalu bandingkan jawabanmu dengan teman sebangku.
  5. Ingat: dalam kalimat konotasi, makna kata BUKAN makna harfiah — kata itu dipakai sebagai perumpamaan!

Pertanyaan:

1. Perhatikan dua kalimat berikut:
(A) 'Bima turun tangan membantu Lala membereskan meja dagangannya.'
(B) 'Bima mencuci tangan sebelum makan siang.'

Kalimat mana yang mengandung makna konotasi? Jelaskan perbedaan makna kata 'tangan' pada kedua kalimat tersebut!

2. Ubahlah kalimat konotasi berikut menjadi kalimat denotasi (harfiah) tanpa mengubah informasi pokoknya!
(a) 'Dalam sekejap stikernya menjadi buah bibir di sekolah.'
(b) 'Ia baru pulang saat sang raja siang mulai meredup.'

3. Bersama teman sebangkumu, diskusikan pertanyaan ini: Mengapa penulis cerita 'Stiker Lala' memilih menggunakan kalimat konotasi, bukan kalimat denotasi? Apa efek atau perasaan yang ditimbulkan dari penggunaan kata konotasi dalam cerita? Catat hasil diskusimu!

Jawaban uraian bebas untuk pertanyaan 1 (min. 2 kalimat). Dua baris isian untuk pertanyaan 2 (a dan b). Kotak diskusi berpasangan untuk pertanyaan 3 — tulis nama kedua peserta diskusi di pojok atas kotak, lalu catat kesimpulan bersama (min. 3 kalimat).

Kegiatan 3: Aku Penulis Cilik — Ciptakan Kalimatmu Sendiri!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil atau bolpoin
  • Daftar kata konotasi pilihan (tercetak di LKPD)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Selamat! Kamu sudah menjadi 'Detektif Kata' yang hebat. Sekarang saatnya kamu menjadi PENULIS CILIK!
  2. Pilihlah 3 kata konotasi dari daftar berikut yang paling kamu suka: berbunga-bunga, buah bibir, panjang akal, turun tangan, raja siang, dipandang sebelah mata, berat hati, buah tangan.
  3. Untuk setiap kata konotasi yang kamu pilih, buatlah SATU kalimat orisinal (kalimatmu sendiri, bukan menyalin dari teks) yang menggambarkan pengalaman atau cerita di sekitar kehidupanmu — bisa tentang sekolah, keluarga, teman, atau hobimu!
  4. Setelah membuat 3 kalimat, gabungkan ketiga kalimat itu menjadi sebuah paragraf pendek yang padu (3–5 kalimat) dengan tema bebas. Pastikan ketiga kata konotasi pilihanmu muncul dalam paragraf tersebut!
  5. Baca ulang paragrafmu — apakah kalimatnya sudah nyambung? Apakah makna konotasinya sudah tepat? Tandai dengan tanda centang (✓) jika sudah yakin.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 kata konotasi yang kamu pilih dan buatlah satu kalimat orisinal untuk masing-masing kata. Ikuti format:
Kata Konotasi 1: ___
Kalimatku: ___

Kata Konotasi 2: ___
Kalimatku: ___

Kata Konotasi 3: ___
Kalimatku: ___

2. Sekarang gabungkan ketiga kalimatmu menjadi sebuah paragraf pendek (3–5 kalimat) yang padu! Beri judul paragrafmu dan pastikan ceritanya mengalir dengan baik.

3. Bagikan paragrafmu kepada teman sebangku. Mintalah temanmu menemukan kata-kata konotasi dalam paragrafmu dan memberi tanda bintang (★) di sebelah kata tersebut. Setelah itu, tuliskan satu kalimat yang menggambarkan perasaanmu setelah berhasil membuat kalimat konotasi sendiri!

Tiga blok isian berlabel 'Kata Konotasi + Kalimatku' untuk pertanyaan 1. Kotak menulis luas bergaris untuk pertanyaan 2 (paragraf lengkap + judul). Kotak kecil untuk pertanyaan 3 — beri ruang untuk tanda bintang teman dan satu kalimat refleksi perasaan.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, satu kata konotasi mana yang paling berkesan bagimu? Mengapa kata itu terasa istimewa?

2. Pernahkah kamu tanpa sadar menggunakan kata konotasi dalam percakapan sehari-hari? Coba ingat-ingat satu contohnya!

3. Apa yang menurutmu membuat cerita 'Stiker Lala' menjadi lebih hidup dan menarik — dan apa hubungannya dengan kata-kata konotasi yang digunakan penulis?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.