LKPDPertemuan 3Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 5: Menganalisis Alur dan Hubungan Antarinformasi dari Teks Nonsastra Aural Mengenai Tahapan Draf Penulisan Buku

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Menganalisis Alur dan Hubungan Antarinformasi dari Teks Nonsastra Aural Mengenai Tahapan Draf Penulisan Buku".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 5: Menganalisis Alur dan Hubungan Antarinformasi dari Teks Nonsastra Aural Mengenai Tahapan Draf Penulisan Buku

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 2 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menganalisis Alur dan Hubungan Antarinformasi dari Teks Nonsastra Aural Mengenai Tahapan Draf Penulisan Buku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenganalisis Alur dan Hubungan Antarinformasi dari Teks Nonsastra Aural Mengenai Tahapan Draf Penulisan Buku
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural mengenai proses kreatif penulisan buku

PETUNJUK UMUM

  • Dengarkan dengan saksama rekaman atau teks nonsastra aural yang dibacakan oleh guru mengenai proses kreatif penulisan buku.
  • Catat kata kunci penting tentang tahapan dan hubungan informasi saat mendengarkan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara mandiri atau berdiskusi sesuai instruksi pada lembar kerja.
  • Gunakan informasi yang kalian simak untuk menganalisis alur dan hubungan sebab-akibat antartahapan pembuatan draf buku.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Menganalisis Urutan Logis Alur Penulisan Buku

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks aural yang dibacakan guru
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak pembacaan teks nonsastra aural berjudul 'Dari Gagasan Menjadi Naskah Utuh' oleh guru.
  2. Analisis informasi yang kamu dengar untuk menentukan urutan logis tahapan penulisan draf buku.
  3. Pasangkan nomor urut 1 sampai 4 pada tahapan yang tepat dan jelaskan alasan logis mengapa tahapan tersebut harus berurutan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks aural yang dibacakan guru, urutkan 4 tahapan penulisan draf buku berikut dengan memberi nomor urut 1 sampai 4:
[ ... ] Menulis Draf Kasar (Menuangkan ide menjadi kalimat tanpa henti memikirkan kesalahan)
[ ... ] Mengumpulkan Ide & Riset (Mencari fakta, topik, dan referensi bacaan pendukung)
[ ... ] Menyunting dan Memperbaiki Draf (Memeriksa alur gagasan, keterpaduan kalimat, dan kesalahan isi)
[ ... ] Membuat Kerangka Tulisan/Outline (Menyusun pokok-pokok pikiran per bab)

2. Berdasarkan informasi yang kamu simak, mengapa tahap 'Membuat Kerangka Tulisan (Outline)' harus dilakukan sebelum 'Menulis Draf Kasar'?

Tuliskan nomor urut 1-4 pada tanda kurung yang tersedia di naskah soal. Untuk nomor 2, tuliskan penjelasan analisis alasan logis dalam 1-2 kalimat pada kotak isian bergaris.

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Menganalisis Hubungan Antarinformasi dalam Tahapan Draf

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks aural yang dibacakan guru
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dengarkan kembali bagian teks yang menguraikan hambatan dan solusi saat proses pembuatan draf.
  2. Bekerjalah berpasangan untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antarinformasi dalam teks aural tersebut.
  3. Lengkapilah tabel hubungan sebab-akibat berdasarkan informasi yang didengarkan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis hubungan sebab-akibat antarinformasi berikut berdasarkan teks aural yang didengar:

  1. SEBAB: Penulis tidak melakukan riset atau pengumpulan bahan informasi yang cukup di awal.

AKIBAT yang terjadi pada draf tulisan: ...

  1. SEBAB: ...

AKIBAT yang terjadi pada draf tulisan: Draf tulisan menjadi rapi, gagasan antarbab saling terhubung, dan pembaca mudah memahami alur cerita/materi.

Ruang tabel jawaban

2. Diskusikan dengan teman sebangkumu: Berdasarkan teks aural, apa hubungan langsung antara tindakan 'mengabaikan kesalahan ejaan saat menulis draf kasar' dengan 'kelancaran proses menuangkan ide'?

Isilah tabel 2 kolom (Kolom Sebab dan Kolom Akibat) yang tersedia di lembar kerja, serta tuliskan kesimpulan diskusi pada baris yang telah disiapkan.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Menganalisis Keterpaduan Keputusan Penulis Berdasarkan Kasus

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks aural studi kasus yang dibacakan guru
  • Lembar refleksi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak studi kasus singkat yang dibacakan oleh guru mengenai situasi seorang penulis pemula.
  2. Analisis kasus tersebut menggunakan informasi mengenai tahapan proses penulisan buku yang telah kamu pelajari.
  3. Selesaikan tugas analisis ini dan lanjutkan dengan mengisi lembar refleksi belajar di akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Simak kasus aural berikut: 'Boni ingin menulis buku tentang hewan langka di Indonesia. Ia langsung menulis bab 3 tanpa membuat outline dan tanpa membaca buku referensi sebelumnya. Akibatnya, pada halaman kedua ia bingung dan isi tulisannya campur aduk antara hewan langka dan hewan peliharaan.'
Berdasarkan informasi tahapan penulisan yang kamu simak hari ini, analisislah 2 kesalahan alur tahapan yang dilakukan Boni dan jelaskan solusi langkah yang seharusnya ia tempuh!

Tuliskan hasil analisis kesalahan dan solusi operasional pada kolom analisis yang terdiri atas dua subbagian: 'Kesalahan Tahapan' dan 'Solusi Alur Penulisan'. Di bagian paling bawah, lengkapi kotak refleksi pembelajaran.

REFLEKSI

1. Informasi penting apa yang baru kamu ketahui tentang alur penulisan buku setelah menyimak teks hari ini?

2. Mengapa kita perlu menyimak secara runtut saat menganalisis tahapan suatu proses?

3. Langkah mana dari proses penulisan draf buku yang menurutmu paling menentukan kualitas buku? Mengapa?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.