LKPDPertemuan 6Bab 7Fase BSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 4: Menemukan Informasi Rinci Teks Cetak Pembauran Budaya Kerja Sama yang Baik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Menemukan Informasi Rinci Teks Cetak Pembauran Budaya Kerja Sama yang Baik".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 4: Menemukan Informasi Rinci Teks Cetak Pembauran Budaya Kerja Sama yang Baik

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 7 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menemukan Informasi Rinci Teks Cetak Pembauran Budaya Kerja Sama yang Baik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenemukan Informasi Rinci Teks Cetak Pembauran Budaya Kerja Sama yang Baik
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menemukan informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak tentang asal-usul dan pembauran budaya

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah teks cetak yang disediakan dengan cermat dan teliti.
  • Gunakan pensil atau stabilo untuk menandai kata atau kalimat penting yang memuat informasi rinci.
  • Jawablah pertanyaan secara mandiri atau bersama teman kelompok sesuai petunjuk di setiap kegiatan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Informasi Tersurat: Makanan Akulturasi Kuah Soto

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cetak 'Semangkuk Soto, Beragam Asal-Usul'
  • Alat tulis / pensil warna penanda

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks cetak nonsastra berjudul 'Semangkuk Soto, Beragam Asal-Usul' berikut secara mandiri.
  2. Teks: 'Soto adalah makanan berkuah khas Nusantara yang menunjukkan pembauran budaya. Mangkuk soto memadukan tradisi kuliner Tionghoa dan rempah-rempah asli Indonesia. Daging dan bihun diperkenalkan oleh para perantau Tionghoa ratusan tahun lalu. Sementara itu, bumbu kuah seperti kunyit, jahe, serai, dan daun jeruk berasal dari tanaman asli kepulauan Nusantara. Di Jawa Timur, soto disajikan dengan taburan bubuk koya yang terbuat dari kerupuk udang dan bawang putih. Perpaduan bahan-bahan dari asal yang berbeda ini menciptakan rasa lezat yang dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.'
  3. Temukan informasi rinci dalam teks untuk menjawab pertanyaan nomor 1 dan 2.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks, bahan makanan apa saja dalam mangkuk soto yang diperkenalkan oleh perantau Tionghoa?

2. Berdasarkan teks, rempah apa saja dari tanaman asli Nusantara yang digunakan sebagai bumbu kuah soto?

Tuliskan jawaban langsung berupa kata atau frasa pada baris bergaris yang disediakan di bawah soal.

Kegiatan 2: Memindai Rincian Fakta: Tabel Jejak Pembauran Budaya Batik Lasem

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cetak 'Batik Tiga Negeri dan Harmoni Pesisir'
  • Pensil dan penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks cetak berjudul 'Batik Tiga Negeri dan Harmoni Pesisir' di bawah ini bersama teman sebangku.
  2. Teks: 'Batik Lasem dari Rembang, Jawa Tengah, merupakan bukti nyata pembauran budaya antara masyarakat Jawa dan Tionghoa. Sejak abad ke-15, pembatik lokal dan warga keturunan bekerja sama memproduksi kain batik pesisiran. Ciri khas kain ini tampak pada ragam motifnya. Motif burung hong (phoenix) dan naga melambangkan kebudayaan Tionghoa, sedangkan motif sekar jagad dan parang melambangkan kebudayaan Jawa. Warna merah darah ayam khas Lasem diperoleh dari pewarna alami akar mengkudu yang diracik bersama oleh perajin dari kedua suku.'
  3. Temukan informasi rincian budaya dan pasangkan ke dalam tabel sesuai data pada teks cetak.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel informasi rinci tentang pembauran budaya pada Batik Lasem berdasarkan teks bacaan!

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 3 baris x 3 kolom yang tercetak di lembar kerja dengan kolom: [Unsur Budaya Jawa], [Unsur Budaya Tionghoa], dan [Bentuk Hasil Kerja Sama].

Kegiatan 3: Menemukan Rincian Peran Tokoh dalam Teks Cerita

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cetak cerita sastra anak 'Bedug dan Lampion di Kampung Damai'
  • Lembar refleksi murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cuplikan teks cerita sastra anak berjudul 'Bedug dan Lampion di Kampung Damai' berikut.
  2. Teks: 'Di Kampung Rukun, Pak Wayan, Koh Alim, dan Nek Siti berkumpul di balai warga untuk mempersiapkan festival tahunan. Koh Alim membawa lampion merah dari kertas tebal untuk dipasang mengelilingi panggung pertunjukan. Pak Wayan menyiapkan hiasan janur kuning berukir khas Bali untuk gapura pintu masuk. Nek Siti menyiapkan nasi tumpeng kuning bertabur serundeng untuk santap bersama. Anak-anak seperti Made dan Lili bertugas menata meja dan membersihkan pelataran. Karena semua warga berbagi peran dengan kompak, persiapan festival selesai tepat sebelum matahari terbenam.'
  3. Temukan informasi rinci mengenai tokoh dan peranannya dalam kerja sama pembauran budaya tersebut.
  4. Kerjakan soal 1 dan 2, kemudian lanjutkan dengan mengisi pertanyaan refleksi di akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Benda apa yang dibawa oleh Koh Alim dan Pak Wayan untuk menghias festival warga? Sebutkan secara rinci sesuai teks!

2. Apa tugas yang dikerjakan oleh anak-anak (Made dan Lili) dalam persiapan kegiatan festival tersebut?

Tuliskan kalimat jawaban lengkap pada kotak jawaban teks yang tersedia.

REFLEKSI

1. Informasi baru apa tentang pembauran budaya yang berhasil kamu temukan dari membaca teks hari ini?

2. Bagian teks mana yang paling mudah atau paling menantang bagimu saat mencari rincian informasi?

3. Bagaimana cara membaca cermat membantumu menemukan jawaban yang tepat di dalam teks?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.