LKPDPertemuan 4Bab 5Fase BSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Mandiri Kata-Kata Baru dalam Kalimat Kompleks tentang Sejarah Uang

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Membaca Mandiri Kata-Kata Baru dalam Kalimat Kompleks tentang Sejarah Uang".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Mandiri Kata-Kata Baru dalam Kalimat Kompleks tentang Sejarah Uang

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 5 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membaca Mandiri Kata-Kata Baru dalam Kalimat Kompleks tentang Sejarah Uang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembaca Mandiri Kata-Kata Baru dalam Kalimat Kompleks tentang Sejarah Uang
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang literasi keuangan dan sejarah uang

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Perhatikan setiap kata dan kalimat bertema sejarah uang serta literasi keuangan pada lembar kerja.
  • Latih kemampuan membaca kata-kata baru secara mandiri dan berpasangan agar lancar dan fasih.
  • Lakukan pengecekan kefasihan membaca bersama teman dan guru menggunakan lembar pengamatan yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan dan Membaca Fasih Kata Baru Sejarah Uang

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Daftar kartu kata/tabel kata baru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 6 kata baru bertema sejarah uang berikut: 1) Barter, 2) Komoditas, 3) Transaksi, 4) Logam, 5) Nominal, 6) Rekening.
  2. Latihlah membaca setiap kata secara mandiri dalam hati terlebih dahulu.
  3. Bacakan keenam kata tersebut secara nyaring di hadapan teman sebangkumu.
  4. Mintalah temanmu memberi tanda centang (V) pada tabel pengamatan jika kamu membacanya dengan fasih (lancar langsung terucap, tanpa mengeja suku kata, dan tanpa mengulang).

Pertanyaan:

1. Bacakan daftar 6 kata baru berikut secara nyaring kepada teman pasanganmu:

  1. Barter,
  2. Komoditas,
  3. Transaksi,
  4. Logam,
  5. Nominal,
  6. Rekening. Tandai status keterbacaan pada tabel!
Ruang tabel jawaban

Tabel ceklis pengamatan membaca berpasangan (4 kolom: Nomor, Kata Baru, Terbaca Fasih [Centang], Catatan/Perlu Latihan). Berisi 6 baris kata: Barter, Komoditas, Transaksi, Logam, Nominal, Rekening.

Kegiatan 2: Membaca Kata Baru dalam Kalimat Kompleks

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks kalimat kompleks pada lembar kerja
  • Pena/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kalimat-kalimat kompleks bertema sejarah uang di bawah ini secara mandiri.
  2. Fokuslah membaca kata berhuruf tebal dengan fasih tanpa terputus.
  3. Lakukan membaca bergiliran dengan pasanganmu. Pasangan menyimak kefasihan pelafalan setiap kata tebal dalam kalimat.
  4. Kalimat yang dibaca: 1. Sebelum mengenal uang, manusia melakukan sistem **barter** untuk memperoleh barang kebutuhan hidup yang tidak mereka hasilkan sendiri. 2. Garam dan hasil bumi menjadi barang **komoditas** yang paling diminati karena bernilai tinggi serta mudah ditukarkan. 3. Pertukaran barang secara langsung sering mengalami kendala sehingga kegiatan **transaksi** jual beli memerlukan alat pembayaran yang disepakati bersama. 4. Masyarakat zaman dahulu mulai beralih mencetak uang dari bahan **logam** mulia seperti emas dan perak karena sifatnya yang tahan lama. 5. Setiap keping uang yang beredar resmi memiliki nilai **nominal** tertentu yang disahkan oleh pemerintah sebagai bukti sah pembayaran. 6. Pada era modern saat ini, uang dapat disimpan secara aman di dalam buku **rekening** bank tanpa perlu membawa tumpukan uang tunai ke mana-mana.

Pertanyaan:

1. Bacalah secara nyaring kalimat kompleks nomor 1 sampai 6! Berikan penilaian pada kata bertarget tebal apakah sudah dibaca dengan fasih dalam alur kalimat.

Ruang tabel jawaban

Tabel evaluasi membaca kalimat (3 kolom: Nomor Kalimat, Kata Target, Hasil Pengamatan Kefasihan [Sangat Fasih / Cukup Fasih / Perlu Mengulang]). Terdiri atas 6 baris sesuai nomor kalimat.

Kegiatan 3: Unjuk Kefasihan Membaca Teks Literasi Keuangan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar teks bacaan pendek
  • Format lembar pengamatan unjuk kerja guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah dengan rapi dan bacalah teks bacaan pendek berjudul 'Perjalanan Alat Pembayaran' di bawah ini.
  2. Teks: 'Dahulu kala, masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dengan cara saling menukar barang atau barter. Namun, tidak semua barang komoditas mudah dibawa dan memiliki nilai tukar yang seimbang. Kesulitan ini mendorong manusia menciptakan uang dari bahan logam mulia. Nilai nominal yang tertera pada uang memudahkan setiap orang melakukan transaksi secara adil. Kini, teknologi semakin maju sehingga uang juga tersimpan dalam bentuk saldo rekening di bank.'
  3. Latihlah membaca teks secara mandiri hingga seluruh kata-kata baru terbaca dengan fasih.
  4. Lakukan unjuk membaca mandiri di depan guru atau kelompokmu secara bergiliran.
  5. Selesaikan kegiatan dengan menjawab pertanyaan refleksi bersama bimbingan guru.

Pertanyaan:

1. Tunjukkan kemampuan membaca mandiri teks 'Perjalanan Alat Pembayaran'! Berapa kata baru (barter, komoditas, logam, nominal, transaksi, rekening) yang berhasil kamu baca dengan fasih tanpa mengeja atau tersendat?

Kolom catatan unjuk membaca guru/mandiri: 'Jumlah kata baru yang dibaca fasih: ... dari 6 kata. Keterangan: [Fasih Mandiri / Perlu Bimbingan Kelancaran]'. Disertai paraf guru/penilai.

REFLEKSI

1. Kata baru mana tentang sejarah uang yang paling lancar dan mudah kamu baca dengan fasih hari ini?

2. Apakah ada kata baru yang tadi masih sempat kamu eja atau baca berulang-ulang? Bagaimana caramu melatihnya agar semakin lancar?

3. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil membaca kata-kata baru dan kalimat panjang tentang sejarah uang secara mandiri?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.