LKPDPertemuan 5Bab 3Fase BSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Kata-Kata Baru Rambu Petunjuk dan Larangan Lalu Lintas pada Kalimat Denah dengan Fasih

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Membaca Kata-Kata Baru Rambu Petunjuk dan Larangan Lalu Lintas pada Kalimat Denah dengan Fasih".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Kata-Kata Baru Rambu Petunjuk dan Larangan Lalu Lintas pada Kalimat Denah dengan Fasih

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 3 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membaca Kata-Kata Baru Rambu Petunjuk dan Larangan Lalu Lintas pada Kalimat Denah dengan Fasih

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembaca Kata-Kata Baru Rambu Petunjuk dan Larangan Lalu Lintas pada Kalimat Denah dengan Fasih
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak tentang rambu lalu lintas dan denah lingkungan sekitar

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Perhatikan teks bacaan cetak yang memuat kata-kata rambu lalu lintas dan denah lingkungan sekitar.
  • Bacalah setiap kata dan kalimat secara mandiri maupun bergantian bersama teman sebangku.
  • Fokuslah membaca setiap kata dengan fasih, lancar, tanpa mengeja suku kata, dan tanpa mengulang bacaan.
  • Tandai kata-kata baru yang sudah berhasil kamu baca dengan lancar pada lembar kerja.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Membaca Kata-Kata Baru Rambu Lalu Lintas

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks daftar kata cetak pada LKPD
  • Pensil/pena untuk mengisi centang tabel

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati daftar 6 kata baru terkait rambu petunjuk dan larangan lalu lintas yang dicetak pada kartu kata di lembar kerja.
  2. Bacalah kata-kata tersebut dalam hati terlebih dahulu untuk mengenali susunan hurufnya.
  3. Lakukan pembacaan nyaring berpasangan: satu murid membaca nyaring dan satu murid menyimak kelancarannya.
  4. Beri tanda centang (V) pada lembar observasi jika kata berhasil dibaca dengan fasih (tanpa mengeja dan lancar dalam satu kali baca).

Pertanyaan:

1. Bacalah secara nyaring 6 kata baru rambu lalu lintas berikut di hadapan pasanganmu dengan fasih (tanpa mengeja dan tanpa pengulangan):

  1. Bundaran,
  2. Pejalan kaki,
  3. Tikungan,
  4. Dilarang parkir,
  5. Dilarang melintas,
  6. Penyeberangan.
Ruang tabel jawaban

Tabel ceklis observasi teman sebangku berformat 3 kolom: Nomor (1-6), Kata Baru Rambu (Bundaran, Pejalan kaki, Tikungan, Dilarang parkir, Dilarang melintas, Penyeberangan), dan Kolom Hasil Bacaan (Fasih / Perlu Latihan).

Kegiatan 2: Membaca Kalimat Petunjuk Arah pada Denah

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cetak 4 kalimat denah pada lembar kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 4 kalimat petunjuk rute pada bacaan denah lingkungan sekitar yang tercetak pada lembar kerja.
  2. Temukan kata-kata baru rambu petunjuk dan larangan yang terdapat di dalam setiap kalimat.
  3. Bacalah setiap kalimat secara utuh dengan fasih, langsung meluncur dari awal hingga akhir kalimat tanpa terhenti pada kata baru tersebut.

Pertanyaan:

1. Bacalah dengan fasih kalimat 1 denah berikut: 'Dari gerbang sekolah, berjalanlah lurus melewati penyeberangan zebra cross menuju bundaran air mancur.' Kata baru apa saja yang kamu baca dengan fasih pada kalimat ini?

2. Bacalah dengan fasih kalimat 2 denah berikut: 'Di depan kantor pos terdapat tanda dilarang parkir agar jalan tidak macet.' Kata baru apa yang kamu baca dengan fasih pada kalimat ini?

3. Bacalah dengan fasih kalimat 3 denah berikut: 'Semua pejalan kaki wajib menggunakan trotoar di sisi kiri jalan.' Kata baru apa yang kamu baca dengan fasih pada kalimat ini?

4. Bacalah dengan fasih kalimat 4 denah berikut: 'Hati-hati saat melewati tikungan tajam dan jangan melewati jalan bertanda dilarang melintas.' Kata baru apa saja yang kamu baca dengan fasih pada kalimat ini?

Kolom isian bergaris di bawah setiap kalimat untuk menuliskan kata-kata baru rambu yang telah berhasil dibaca secara fasih.

Kegiatan 3: Tantangan Membaca Fasih Cerita Denah Lingkungan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cetak cerita 'Rute Menuju Perpustakaan Kota'
  • Lembar rubrik observasi guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks bacaan cetak pendek berjudul 'Rute Menuju Perpustakaan Kota' yang terdiri atas satu paragraf.
  2. Baca teks bacaan di hadapan guru atau teman secara bergantian.
  3. Pastikan semua kata baru terkait rambu petunjuk dan larangan dibaca lancar tanpa tersendat, tanpa mengeja huruf per huruf, dan tidak mengulang kata yang sama.
  4. Selesaikan kegiatan dengan mengisi refleksi diri terkait kelancaran membaca.

Pertanyaan:

1. Bacalah nyaring teks bacaan cetak berikut dengan fasih dari awal hingga akhir:

'Rute Menuju Perpustakaan Kota'
Setiap pagi, banyak pejalan kaki menyusuri trotoar Jalan Merdeka. Sebelum tiba di perpustakaan, kita akan menjumpai bundaran besar dan sebuah tikungan ke arah kanan. Di area tersebut terpasang rambu dilarang melintas bagi kendaraan bermotor serta rambu dilarang parkir di sepanjang jalan masuk. Pejalan kaki dapat menyeberang dengan aman memanfaatkan rambu penyeberangan.

Lembar penilaian observasi membaca fasih guru berisikan nama murid, catatan kelancaran membaca 6 kata baru rambu pada teks cerita, dan skor kelancaran (Sangat Fasih / Cukup Fasih / Perlu Bimbingan).

REFLEKSI

1. Kata rambu lalu lintas mana yang paling mudah kamu baca dengan fasih?

2. Kata rambu mana yang sempat membuatmu tersendat atau harus dibaca ulang saat latihan tadi?

3. Apa yang akan kamu lakukan agar bisa membaca kata-kata baru rambu petunjuk dan larangan dengan lebih lancar?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.