LKPDPertemuan 4Bab 2Fase BSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih dalam Kalimat Cerita Tugas di Rumah serta Penilaian Nyaring Murid 8-15

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih dalam Kalimat Cerita Tugas di Rumah serta Penilaian Nyaring Murid 8-15".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih dalam Kalimat Cerita Tugas di Rumah serta Penilaian Nyaring Murid 8-15

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 2 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih dalam Kalimat Cerita Tugas di Rumah serta Penilaian Nyaring Murid 8-15

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembaca Kata-Kata Baru dengan Fasih dalam Kalimat Cerita Tugas di Rumah serta Penilaian Nyaring Murid 8-15
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cerita tentang tugas di rumah

PETUNJUK UMUM

  • Dengarkan aba-aba dari guru dan ikuti setiap langkah kegiatan dengan tenang dan percaya diri.
  • Perhatikan kata-kata baru yang ada di setiap kartu kata, kalimat, dan teks cerita sebelum mulai membaca nyaring.
  • Bacalah secara langsung dan lancar, tanpa mengeja suku kata satu per satu dan tanpa mengulang kata.
  • Bekerjasamalah dengan pasangan belajarmu saat latihan membaca berpasangan dan saling menyimak dengan tertib.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Tantangan Kartu Kata: Membaca Kata Baru Tanpa Terbata

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Daftar kartu kata baru pada lembar kerja
  • Alat tulis pensil/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 6 kata baru bertema tugas di rumah berikut: stopkontak, steker, sistematis, kabel, keran, sukulen.
  2. Berlatihlah membaca setiap kata di dalam hati terlebih dahulu hingga yakin dengan pengucapannya.
  3. Secara bergantian dengan teman sebangku, bacalah keenam kata tersebut secara nyaring dalam satu kali baca tanpa mengeja.
  4. Beri tanda centang (v) pada tabel keterbacaan untuk kata yang berhasil dibaca lancar tanpa terbata-bata atau tanpa diulang.

Pertanyaan:

1. Bacakan daftar 6 kata baru berikut secara nyaring di depan pasanganmu:

  1. stopkontak,
  2. steker,
  3. sistematis,
  4. kabel,
  5. keran,
  6. sukulen. Berikan tanda centang (v) pada kolom 'Lancar' jika dibaca langsung tanpa mengeja dan tanpa mengulang!
Ruang tabel jawaban

Format tabel verifikasi pasangan (2 kolom):
- Kolom 1: Kata Baru (stopkontak / steker / sistematis / kabel / keran / sukulen)
- Kolom 2: Status Membaca (Beri tanda [v] Lancar Langsung / [-] Masih Mengeja atau Mengulang)

Kegiatan 2: Membaca Rangkaian Kalimat Tugas di Rumah dengan Lancar

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja berisi 4 kalimat tugas rumah
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 4 kalimat tentang tugas di rumah di bawah ini dalam hati satu kali.
  2. Kenali letak kata-kata baru yang ada di dalam setiap kalimat.
  3. Bacakan setiap kalimat dengan suara terdengar nyaring kepada teman pasanganmu.
  4. Pastikan kata-kata baru dalam kalimat terucap mengalir lancar tanpa terhenti mengeja di tengah kalimat.

Pertanyaan:

1. Bacakan secara nyaring kalimat 1: 'Adik mencabut steker dari stopkontak setelah selesai menonton televisi.' Apakah seluruh kata baru terbaca fasih tanpa jeda mengeja?

2. Bacakan secara nyaring kalimat 2: 'Kakak merapikan kabel kipas angin yang menjuntai di lantai agar tidak tersandung.' Apakah kata baru terbaca fasih tanpa terulang?

3. Bacakan secara nyaring kalimat 3: 'Ibu membagi tugas rumah secara sistematis agar semua selesai tepat waktu.' Apakah kata baru terbaca fasih tanpa ragu?

4. Bacakan secara nyaring kalimat 4: 'Ayah memutar keran air lalu menyiram pot tanaman sukulen di teras.' Apakah kedua kata baru terbaca fasih tanpa mengeja?

Format isian verifikasi kelancaran kalimat (berupa centang status per nomor kalimat: [ ] Lancar tanpa jeda mengeja / [ ] Terbata/mengulang) disertai paraf teman penyimak di samping nomor kalimat.

Kegiatan 3: Membaca Nyaring Cerita Pendek dan Penilaian Kefasihan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cerita 'Bahu-Membahu di Hari Minggu'
  • Rubrik pengamatan kefasihan membaca guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks cerita pendek berjudul 'Bahu-Membahu di Hari Minggu' yang memuat kata-kata baru tugas rumah.
  2. Saat giliran dipanggil guru (khususnya sesi penilaian bergantian), bacakan teks cerita ini secara nyaring.
  3. Murid lain yang sedang menyimak membaca dalam hati secara mandiri sambil menandai kata-kata yang dilatih.
  4. Fokus utama: membaca setiap kata baru secara fasih, lancar, dan mengalir dari awal kalimat hingga akhir paragraf.

Pertanyaan:

1. Bacakan paragraf cerita pendek berikut dengan fasih di hadapan guru atau teman: 'Hari Minggu pagi, suasana rumah terasa sibuk. Ayah mengatur pembagian kerja secara sistematis. Kakak bertugas memeriksa kabel pompa air dan merapikan steker yang masih tertancap di stopkontak. Sementara itu, Dedi memutar keran untuk mengisi ember, lalu menyiram tanaman sukulen kesayangan Ibu. Semua tugas selesai dengan rapi.' Tandai kelancaran pembacaan keenam kata baru dalam cerita tersebut!

Format lembar penilaian performa membaca teks:
- Teks bacaan narasi pendek
- Lembar cek guru: Daftar 6 kata kunci (sistematis, kabel, steker, stopkontak, keran, sukulen) dengan opsi checklist [Fasih / Perlu Latihan] serta catatan kelancaran membaca.

REFLEKSI

1. Kata baru mana dari cerita tugas di rumah tadi yang paling mudah kamu baca dengan lancar?

2. Kata baru mana yang menurutmu paling menantang untuk diucapkan langsung tanpa mengeja, dan bagaimana caramu melatihnya?

3. Apakah kamu merasa semakin percaya diri saat membaca kata-kata baru secara nyaring di depan guru dan teman?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.