LKPD Bahasa Indonesia Kelas 3: Menulis Cerita Singkat Pengalaman Bermain
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Menulis Cerita Singkat Pengalaman Bermain". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 3: Menulis Cerita Singkat Pengalaman Bermain
Bahasa Indonesia - Kelas 3
Bab 1 - Pertemuan 10
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B) Topik: Menulis Cerita Singkat Pengalaman Bermain INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menjelajah Ingatan BermainEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apa nama permainan yang paling kamu sukai? 2. Mengapa kamu menyukai permainan itu? (Tuliskan minimal 2 alasan) 3. Lengkapi tabel di bawah ini tentang pengalaman bermainmu! Ruang tabel jawaban 4. Apa yang kamu rasakan saat bermain permainan itu? Untuk nomor 3, buatlah tabel dengan 3 kolom: 'Dengan siapa?', 'Di mana?', 'Kapan?'. Isi setiap kolom dengan jawaban lengkap. Untuk nomor lainnya, tuliskan jawabanmu dalam kalimat lengkap di bawah setiap pertanyaan dengan spasi cukup (minimal 3-4 baris per jawaban). Kegiatan 2: Menulis Cerita Pengalaman BermainEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tulislah cerita pengalaman bermainmu menggunakan panduan kerangka berikut: Bagian 1 - Pembuka (2-3 kalimat):
Contoh: Permainan kesukaanku adalah petak umpet. Aku sangat suka bermain petak umpet karena seru dan menantang. Bagian 2 - Isi Cerita (4-5 kalimat):
Contoh: Aku biasanya bermain petak umpet dengan teman-teman sekelas saat istirahat. Kami bermain di halaman sekolah yang luas. Satu orang menjadi penjaga dan menutup mata sambil berhitung. Teman-teman yang lain bersembunyi di tempat yang sulit ditemukan. Bagian 3 - Penutup (2 kalimat):
Contoh: Aku merasa sangat senang dan gembira setelah bermain. Bermain petak umpet membuat tubuhku sehat karena banyak bergerak. Tulislah ceritamu di buku tulis dengan judul cerita di bagian atas (misalnya: 'Permainan Kesukaanku' atau 'Bermain Petak Umpet'). Pisahkan cerita menjadi 3 paragraf sesuai panduan: Pembuka, Isi Cerita, dan Penutup. Tulislah dengan rapi, gunakan spasi yang cukup antar kata, dan perhatikan huruf kapital serta tanda baca. Kegiatan 3: Mengoreksi dan Memperbaiki CeritaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi Tabel Periksa untuk mengoreksi cerita temanmu. Berilah tanda centang (✓) atau silang (✗). Ruang tabel jawaban 2. Tuliskan 2-3 hal yang sudah bagus dari cerita temanmu. 3. Tuliskan 1-2 saran agar cerita temanmu menjadi lebih baik. 4. Setelah mendapat masukan dari teman, tuliskan 2 hal yang akan kamu perbaiki dalam ceritamu. 5. Tuliskan kembali 1-2 kalimat dari ceritamu yang sudah diperbaiki! Untuk nomor 1, buatlah tabel dengan 3 kolom: 'No', 'Aspek yang Diperiksa', dan 'Sudah Benar (✓) atau Perlu Diperbaiki (✗)'. Daftar aspek: (1) Huruf kapital di awal kalimat, (2) Huruf kapital untuk nama orang/tempat, (3) Tanda titik di akhir kalimat, (4) Tanda koma untuk memisahkan, (5) Spasi antar kata, (6) Cerita mudah dipahami, (7) Kalimat beragam dan jelas. Untuk nomor 2-5, tuliskan jawabanmu dalam kalimat lengkap di bawah setiap pertanyaan (minimal 3 baris per jawaban). REFLEKSI1. Apa yang kamu rasakan setelah menulis cerita tentang permainan kesukaanmu? 2. Apa bagian yang paling sulit saat menulis cerita? Mengapa? 3. Apa yang kamu pelajari tentang penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan spasi dalam menulis cerita? 4. Setelah belajar hari ini, apakah kamu ingin lebih sering menulis cerita? Mengapa? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.