LKPDPertemuan 1Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 12: Mengevaluasi gagasan dan pandangan dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang khazanah budaya Nusantara

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 12 dengan topik "Mengevaluasi gagasan dan pandangan dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang khazanah budaya Nusantara".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 12: Mengevaluasi gagasan dan pandangan dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang khazanah budaya Nusantara

Bahasa Indonesia - Kelas 12

Bab 4 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Mengevaluasi gagasan dan pandangan dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang khazanah budaya Nusantara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikMengevaluasi gagasan dan pandangan dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang khazanah budaya Nusantara
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi gagasan dan pandangan dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang khazanah budaya Nusantara

PETUNJUK UMUM

  • Dengarkan rekaman atau pembacaan teks feature aural bertema khazanah budaya Nusantara dengan penuh perhatian dan saksama.
  • Catat poin-poin penting mengenai gagasan utama serta sudut pandang yang diangkat oleh penutur/pewarta selama proses menyimak.
  • Kerjakan setiap lembar aktivitas secara mandiri dan diskusikan hasil temuanmu bersama pasangan/kelompok sesuai instruksi.
  • Fokuskan penilaianmu pada kekuatan argumen, ketepatan bukti pendukung, dan keberimbangan pandangan penutur tanpa menambahkan interpretasi di luar isi simakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah dan Mengidentifikasi Gagasan serta Pandangan Teks Aural

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah atau rekaman audio feature budaya 'Merawat Napas Kain Tenun Ikat Sumba di Era Serba Cepat'
  • Alat tulis
  • Pengeras suara/gawai pemutar audio

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak teks feature aural berjudul 'Merawat Napas Kain Tenun Ikat Sumba di Era Serba Cepat' yang dibacakan oleh guru atau diperdengarkan melalui audio.
  2. Identifikasi gagasan pokok serta pandangan/keberpihakan penutur mengenai tradisi tenun ikat Sumba dan tantangan regenerasinya.
  3. Isilah tabel analisis gagasan dan pandangan penutur secara cermat pada kolom yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks aural yang kamu simak, analisislah gagasan utama teks serta pandangan spesifik yang disampaikan oleh penutur mengenai pelestarian kain tenun ikat Sumba di tengah arus modernisasi ke dalam tabel!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 baris analisis: Baris 1 memuat 'Gagasan Utama Teks Aural' (minimal 1 rumusan kalimat lengkap); Baris 2 memuat 'Pandangan/Sikap Penutur terhadap Objek Budaya' (minimal 1 penjelasan sikap/keberpihakan disertai bukti kalimat tuturan yang disimak).

Kegiatan 2: Mengevaluasi Kekuatan Argumen dan Keberimbangan Pandangan Pewarta

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Teks aural feature budaya
  • Buku catatan
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak kembali bagian kedua teks aural yang memuat argumen pewarta terkait benturan nilai ekonomi dan nilai sakral tradisi lokal.
  2. Timbanglah kekuatan dan kelemahan gagasan penutur: apakah fakta dan data lisan yang disajikan cukup kuat, logis, dan berimbang?
  3. Jawablah pertanyaan evaluatif berikut dengan argumentasi kritis berbasis isi simakan.

Pertanyaan:

1. Evaluasilah kekuatan gagasan penutur: Apakah argumen penutur mengenai ancaman pewarna kimia terhadap nilai filosofis tenun Sumba didukung oleh fakta dan penalaran yang logis? Jelaskan kekuatan dan kelemahannya!

2. Evaluasilah pandangan penutur: Apakah sudut pandang penutur bersikap objektif dan berimbang dalam melihat peran platform digital bagi kelangsungan penenun lokal? Tunjukkan buktinya!

Tuliskan jawaban dalam 2 kotak uraian terpisah (masing-masing 3-5 kalimat logis yang membedah kekuatan penalaran, kelemahan bukti, serta objektivitas pandangan penutur).

Kegiatan 3: Diskusi Evaluatif: Menimbang Relevansi Gagasan Teks Aural terhadap Konteks Nyata

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kelompok
  • Papan tulis/kertas plano (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 3-4 orang.
  2. Diskusikan keabsahan dan relevansi gagasan penutur apabila dihadapkan pada realitas pelestarian budaya lokal di daerahmu saat ini.
  3. Rumuskan evaluasi akhir kelompok mengenai sejauh mana pandangan penutur dapat diterima akal sehat dan memberikan solusi nyata bagi pemajuan kebudayaan.
  4. Selesaikan kegiatan tepat waktu untuk melanjutkan ke sesi refleksi dan penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan hasil diskusi kelompok, susunlah simpulan evaluasi terhadap gagasan teks aural tersebut: Sejauh mana pandangan pewarta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan relevan untuk menyelamatkan khazanah budaya lokal dari kepunahan di era serba instan?

Format laporan diskusi kelompok 1 paragraf terpadu (5-7 kalimat) yang memuat: tesis evaluasi kelompok, 2 alasan logis penimbangan gagasan teks, dan rekomendasi kritis terhadap pandangan penutur.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari gagasan atau pandangan pewarta dalam teks aural tadi yang paling membuka kesadaranmu tentang kerentanan budaya lokal?

2. Apakah kamu menemukan kesulitan saat menimbang kelemahan argumen penutur yang terdengar meyakinkan secara lisan? Bagaimana caramu mengatasinya?

3. Setelah mengevaluasi teks aural ini, bagaimana caramu memilah sudut pandang pewarta saat menyimak konten-konten bertema budaya di media digital?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.