LKPDPertemuan 8Bab 4Fase ESemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Mempresentasikan Dialog Teks Negosiasi Secara Runtut, Kritis, dan Kreatif

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Mempresentasikan Dialog Teks Negosiasi Secara Runtut, Kritis, dan Kreatif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Mempresentasikan Dialog Teks Negosiasi Secara Runtut, Kritis, dan Kreatif

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Mempresentasikan Dialog Teks Negosiasi Secara Runtut, Kritis, dan Kreatif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMempresentasikan Dialog Teks Negosiasi Secara Runtut, Kritis, dan Kreatif
Alokasi Waktu90 menit (2 x 45 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan bermain peran (role play), murid dapat menyajikan gagasan, pikiran, pandangan, dan pesan dalam bentuk dialog teks negosiasi secara runtut, kritis, dan kreatif di hadapan kelas.
  2. Melalui kegiatan presentasi dialog negosiasi, murid dapat mengungkapkan kepedulian terhadap situasi negosiasi dalam kehidupan nyata secara kreatif menggunakan teks multimodal atau media pendukung.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum memulai.
  • Kerjakan LKPD ini secara berkelompok (3-4 orang) untuk melatih kerja sama dan kreativitas.
  • Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan sebelum memulai setiap kegiatan.
  • Gunakan pengalaman dan pengetahuan kalian tentang negosiasi untuk menyelesaikan kegiatan ini.
  • Jangan ragu bertanya kepada guru jika ada instruksi yang kurang jelas.
  • Nikmati proses belajar dan berkreasi bersama teman-teman!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Merancang Skenario Dialog Negosiasi Kontekstual

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS atau buku tulis
  • Alat tulis (pulpen, spidol warna untuk menandai struktur)
  • Handphone/laptop untuk riset harga pasaran atau informasi pendukung (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan dengan kelompok kalian untuk memilih satu situasi negosiasi yang relevan dengan kehidupan remaja atau masyarakat (contoh: negosiasi harga gadget bekas, negosiasi izin orang tua untuk kegiatan, negosiasi kontrak kerja part-time, atau negosiasi kesepakatan proyek kelompok).
  2. Identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi tersebut (minimal 2 pihak dengan kepentingan berbeda).
  3. Tentukan tujuan negosiasi dari masing-masing pihak.
  4. Susun kerangka dialog negosiasi yang mencakup: orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup.
  5. Pastikan dialog kalian menunjukkan strategi negosiasi yang runtut dan kritis (menggunakan argumen, data pendukung, atau alternatif solusi).
  6. Tuliskan hasil rancangan kalian pada kolom yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Situasi negosiasi apa yang kelompok kalian pilih? Jelaskan mengapa situasi ini menarik dan relevan dengan kehidupan nyata.

2. Lengkapi tabel berikut untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan tujuan negosiasi masing-masing.

Ruang tabel jawaban

3. Tuliskan kerangka dialog negosiasi kalian dengan mencantumkan bagian-bagian struktur teks negosiasi (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutup). Minimal 10-12 giliran bicara.

Jawab pertanyaan 1 dalam bentuk paragraf (5-7 kalimat). Untuk pertanyaan 2, buat tabel 3 kolom: Pihak | Peran | Tujuan Negosiasi. Untuk pertanyaan 3, tulis dialog dalam format: [Nama Pihak]: [Dialog] dengan penanda struktur di setiap bagian.

Kegiatan 2: Berlatih Bermain Peran dengan Strategi Kreatif

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah dialog dari Kegiatan 1
  • Media pendukung (laptop, proyektor, poster, properti sederhana sesuai skenario)
  • Alat perekam (handphone) untuk merekam latihan dan evaluasi diri (opsional)
  • Kostum atau properti sederhana sesuai peran (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bagikan peran kepada anggota kelompok sesuai pihak-pihak dalam dialog yang sudah dirancang pada Kegiatan 1.
  2. Siapkan media pendukung untuk memperkuat presentasi kalian (contoh: properti sederhana, slide PowerPoint, video pendek, poster, atau infografis yang menunjukkan data pendukung argumen negosiasi).
  3. Lakukan latihan bermain peran minimal 2 kali: latihan pertama fokus pada penghafalan dan kelancaran dialog, latihan kedua fokus pada ekspresi, intonasi, dan penggunaan media pendukung.
  4. Perhatikan aspek komunikasi verbal (penggunaan bahasa yang santun dan persuasif) dan non-verbal (kontak mata, gesture, ekspresi wajah).
  5. Catat perbaikan yang perlu dilakukan setelah setiap latihan.
  6. Isi checklist persiapan presentasi yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Media pendukung apa yang kelompok kalian pilih untuk memperkuat presentasi negosiasi? Jelaskan bagaimana media tersebut membantu menyampaikan pesan atau argumen.

2. Lengkapi checklist persiapan presentasi berikut dengan memberi tanda centang (✓) pada aspek yang sudah siap.

Ruang tabel jawaban

3. Setelah latihan, apa satu hal yang perlu diperbaiki dari penampilan bermain peran kelompok kalian? Jelaskan strategi perbaikannya.

Jawab pertanyaan 1 dan 3 dalam bentuk paragraf (4-6 kalimat). Untuk pertanyaan 2, salin tabel checklist dan beri tanda centang (✓) atau silang (✗) pada setiap aspek: Dialog dihafal | Media pendukung siap | Properti/kostum | Pembagian peran | Strategi komunikasi non-verbal | Waktu presentasi 7-10 menit.

Kegiatan 3: Presentasi Bermain Peran dan Evaluasi Kritis

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar observasi/penilaian (disiapkan guru atau gunakan tabel pada LKPD)
  • Alat tulis untuk mencatat observasi
  • Ruang kelas yang cukup untuk presentasi
  • Proyektor/speaker untuk media pendukung (jika diperlukan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setiap kelompok maju secara bergantian untuk mempresentasikan bermain peran dialog negosiasi di depan kelas (waktu maksimal 10 menit per kelompok).
  2. Kelompok yang tidak presentasi bertugas sebagai audiens yang memberikan apresiasi dan menjadi evaluator.
  3. Audiens mengisi lembar observasi untuk menilai aspek: keruntutan dialog, penggunaan argumen kritis, kreativitas penyampaian, efektivitas media pendukung, dan kepedulian terhadap isu nyata.
  4. Setelah semua kelompok presentasi, lakukan sesi diskusi kelas untuk berbagi refleksi dan masukan konstruktif.
  5. Setiap kelompok menerima minimal 2 masukan dari kelompok lain atau guru.

Pertanyaan:

1. Sebagai audiens, pilih satu kelompok lain dan isi lembar observasi berikut untuk menilai presentasi mereka.

Ruang tabel jawaban

2. Apa satu hal paling menarik atau inspiratif dari presentasi kelompok lain yang bisa kalian pelajari? Jelaskan alasannya.

3. Refleksikan penampilan kelompok kalian sendiri. Apa yang sudah berhasil dan apa yang masih perlu ditingkatkan untuk presentasi negosiasi di masa depan?

Untuk pertanyaan 1, buat tabel 6 baris dengan kolom: Aspek | Skor (1-5) | Catatan. Aspek yang dinilai: Keruntutan dialog, Argumen kritis, Kreativitas penyampaian, Media pendukung, Kepedulian isu nyata, Catatan tambahan. Untuk pertanyaan 2 dan 3, jawab dalam bentuk paragraf (5-7 kalimat).

REFLEKSI

1. Bagaimana pengalaman kalian menyajikan dialog negosiasi di depan kelas? Apa tantangan terbesar yang kalian hadapi dan bagaimana kalian mengatasinya?

2. Dari kegiatan bermain peran ini, apa yang kalian pelajari tentang pentingnya komunikasi yang runtut, kritis, dan kreatif dalam bernegosiasi?

3. Dalam kehidupan sehari-hari, situasi apa saja yang membutuhkan keterampilan negosiasi seperti yang kalian pelajari hari ini? Bagaimana kalian akan menerapkan pembelajaran ini di masa depan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.