LKPDPertemuan 5Bab 4Fase ESemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Memahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Negosiasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Memahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Negosiasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Memahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Negosiasi

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Memahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Negosiasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMemahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Negosiasi
Alokasi Waktu90 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui analisis teks negosiasi berbentuk dialog, murid dapat mengidentifikasi dan memahami unsur kebahasaan (kosakata khusus, kalimat persuasif, dan ungkapan kesantunan) yang digunakan dalam teks negosiasi secara akurat.
  2. Melalui diskusi kelas, murid dapat menjelaskan fungsi unsur kebahasaan dalam mendukung strategi dan etika bernegosiasi secara logis dan kritis.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap instruksi dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan: Kegiatan 1 → 2 → 3.
  • Pada kegiatan diskusi, dengarkan pendapat teman dengan saksama sebelum memberikan tanggapan.
  • Tulis jawabanmu dengan bahasa Indonesia yang baik dan jelas.
  • Jika ada kata atau istilah yang belum dipahami, tandai dan tanyakan kepada guru.
  • LKPD ini dinilai berdasarkan ketepatan, kelengkapan, dan kualitas penalaran, bukan hanya panjang jawaban.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Memburu Unsur Kebahasaan — Ayo Analisis Teks!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks dialog negosiasi (tercetak dalam LKPD)
  • Pensil warna atau stabilo (opsional, untuk menandai teks)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca teks dialog negosiasi di bawah ini dengan saksama. Bayangkan kamu sedang menyaksikan percakapan ini secara langsung.
  2. Setelah membaca, kerjakan tabel identifikasi pada bagian Ruang Jawaban.
  3. Untuk setiap kalimat atau frasa yang kamu temukan, tentukan: (a) kutipan kalimat/frasa, (b) kategori unsur kebahasaan, dan (c) alasan singkat mengapa kamu mengategorikannya demikian.
  4. Gunakan tiga kategori berikut sebagai panduan: KOSAKATA KHUSUS (istilah teknis/bidang tertentu), KALIMAT PERSUASIF (kalimat yang mengajak/meyakinkan), UNGKAPAN KESANTUNAN (ekspresi sopan untuk menjaga hubungan baik).
  5. Temukan minimal 2 contoh untuk setiap kategori.

Pertanyaan:

1. Bacalah dialog berikut ini!

--- TEKS DIALOG NEGOSIASI ---
Situasi: Seorang siswa (Rafi) ingin memesan kaos seragam ekskul kepada pemilik konveksi (Pak Hendra).

Rafi: Selamat siang, Pak Hendra. Maaf mengganggu waktunya. Saya Rafi, ketua ekskul fotografi SMAN 3. Saya ingin berkonsultasi soal pemesanan kaos.
Pak Hendra: Siang, Rafi. Silakan duduk. Ada yang bisa Bapak bantu?
Rafi: Begini, Pak. Kami berencana memesan 50 kaos dengan bahan cotton combed 30s, sablon plastisol di bagian dada dan punggung. Berapa harga per pcs-nya, Pak?
Pak Hendra: Untuk spesifikasi itu, harga normalnya Rp85.000 per pcs. Itu sudah termasuk ongkos jahit dan sablon satu warna.
Rafi: Wah, kalau dengan anggaran kami, sepertinya agak berat, Pak. Kami hanya punya dana Rp75.000 per pcs. Apakah ada kemungkinan harga bisa disesuaikan? Mengingat kami memesan dalam jumlah cukup besar, yaitu 50 pcs sekaligus.
Pak Hendra: Saya mengerti kondisinya. Namun, dengan harga Rp75.000, margin kami terlalu tipis. Bagaimana kalau di angka Rp80.000 per pcs? Saya bisa pastikan kualitas jahitan dan ketahanan sablon tetap terjaga.
Rafi: Terima kasih atas pengertiannya, Pak. Boleh saya tawarkan solusi? Bagaimana kalau kami sepakat di harga Rp78.000, tetapi dengan kompensasi kami bersedia menunggu waktu pengerjaan hingga 14 hari kerja? Jadi Bapak tidak perlu terburu-buru.
Pak Hendra: Itu tawaran yang menarik dan masuk akal. Kami setuju di Rp78.000 per pcs dengan tenggat 14 hari kerja. Terima kasih sudah berkenan berdiskusi dengan cara yang baik.
Rafi: Terima kasih banyak, Pak. Saya senang kita bisa mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
--- AKHIR TEKS ---

Identifikasilah unsur kebahasaan dalam dialog di atas dengan mengisi tabel berikut!

Ruang tabel jawaban

2. Dari hasil identifikasimu, unsur kebahasaan mana yang paling banyak muncul dalam dialog tersebut? Mengapa menurutmu negosiator lebih banyak menggunakan unsur itu?

Buat tabel 4 kolom dengan judul: NO | KUTIPAN KALIMAT/FRASA | KATEGORI UNSUR KEBAHASAAN | ALASAN PENGATEGORIAN. Isi minimal 6 baris (2 per kategori). Di bawah tabel, tulis jawaban uraian untuk pertanyaan nomor 2 dalam 3–5 kalimat.

Kegiatan 2: Bedah Fungsi — Apa Gunanya Semua Ini?

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks dialog negosiasi dari Kegiatan 1
  • Buku catatan atau kertas tambahan jika diperlukan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan mendalami FUNGSI setiap unsur kebahasaan, bukan sekadar mengenalinya.
  2. Baca kembali teks dialog dari Kegiatan 1.
  3. Untuk setiap pertanyaan di bawah, tuliskan analisismu berdasarkan bukti dari teks (kutip bagian teks yang relevan sebagai pendukung jawabanmu).
  4. Gunakan kata 'karena' atau 'sehingga' saat menjelaskan fungsi — ini memastikan jawabanmu memuat penalaran, bukan sekadar deskripsi.
  5. Pertanyaan nomor 4 dikerjakan berpasangan dengan teman sebangku, lalu hasilnya dibagikan ke kelas.

Pertanyaan:

1. Perhatikan penggunaan kosakata khusus seperti 'cotton combed 30s', 'sablon plastisol', dan 'margin' dalam dialog. Apa fungsi penggunaan istilah-istilah teknis ini dalam konteks negosiasi antara Rafi dan Pak Hendra? Apa yang terjadi pada dinamika negosiasi jika Rafi tidak menggunakan istilah-istilah itu?

2. Rafi menggunakan kalimat: 'Apakah ada kemungkinan harga bisa disesuaikan? Mengingat kami memesan dalam jumlah cukup besar, yaitu 50 pcs sekaligus.' Bandingkan efeknya dengan versi alternatif berikut: 'Harganya harus diturunkan karena kami pesan banyak.' Mana yang lebih efektif sebagai kalimat persuasif? Jelaskan perbedaan strateginya!

3. Identifikasi dua ungkapan kesantunan dalam dialog, lalu jelaskan: (a) pada tahap negosiasi mana ungkapan itu digunakan (pembuka, saat tawar-menawar, atau penutup), dan (b) bagaimana ungkapan itu membantu menjaga etika dan kelancaran proses negosiasi.

Ruang tabel jawaban

4. [DISKUSI BERPASANGAN] Bayangkan kamu adalah konsultan negosiasi. Klienmu akan bernegosiasi dengan pemasok untuk proyek sekolah. Berdasarkan analisismu terhadap dialog Rafi dan Pak Hendra, berikan 3 saran konkret tentang cara menggunakan unsur kebahasaan yang tepat agar negosiasi berhasil. Diskusikan dengan teman sebangkumu, lalu tulis hasil diskusi kalian.

Pertanyaan 1–2: Tulis uraian bebas, minimal 4 kalimat per jawaban. Sertakan kutipan teks sebagai bukti. Pertanyaan 3: Buat tabel 3 kolom: UNGKAPAN KESANTUNAN | TAHAP NEGOSIASI | FUNGSI/DAMPAKNYA. Pertanyaan 4: Tulis hasil diskusi dalam format bernomor (Saran 1, Saran 2, Saran 3), cantumkan nama kedua anggota diskusi.

Kegiatan 3: Negosiator Cilik — Waktunya Berkreasi!

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS atau buku tulis untuk menulis skrip dialog
  • Alat tulis
  • Opsional: sticky notes untuk brainstorming awal kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ini saatnya kamu menerapkan pemahamanmu secara langsung!
  2. Kegiatan ini dilakukan dalam kelompok 3–4 orang.
  3. Baca situasi negosiasi yang diberikan, lalu rancang sebuah penggalan dialog negosiasi pendek (minimal 8 giliran bicara / 8 turn) berdasarkan situasi tersebut.
  4. Pastikan dialog karyamu memuat KETIGA unsur kebahasaan: kosakata khusus, kalimat persuasif, dan ungkapan kesantunan — beri tanda kurung kurawal dan label di setiap unsur yang kamu sisipkan. Contoh: 'Kami menggunakan bahan microfiber {KOSAKATA KHUSUS}.'
  5. Setelah selesai menulis, bacakan dialog kalian di depan kelas. Kelompok lain akan mencatat unsur kebahasaan yang mereka dengar.
  6. Refleksikan pengalamanmu dengan menjawab pertanyaan pada bagian akhir kegiatan ini.

Pertanyaan:

1. SITUASI NEGOSIASI:
Kelompok kalian adalah panitia pensi (pentas seni) SMAN 3. Kalian sedang bernegosiasi dengan pemilik studio musik 'Harmoni' untuk menyewa peralatan sound system dan pencahayaan (lighting) selama satu hari penuh. Anggaran panitia Rp2.000.000, sementara harga normal paket lengkap adalah Rp2.800.000. Kalian perlu mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Tulis penggalan dialog negosiasi kelompokmu berdasarkan situasi di atas! Ingat: beri label {KOSAKATA KHUSUS}, {KALIMAT PERSUASIF}, atau {UNGKAPAN KESANTUNAN} pada setiap unsur yang kamu gunakan.

2. Setelah mendengarkan presentasi kelompok lain, pilih SATU dialog dari kelompok lain yang menurutmu paling efektif dalam menggunakan unsur kebahasaan. Jelaskan: (a) kelompok mana, (b) unsur kebahasaan apa yang paling menonjol dan efektif, dan (c) apa yang bisa kelompokmu pelajari dari mereka.

3. Dalam proses merancang dialog tadi, unsur kebahasaan mana yang paling sulit kalian tulis secara alami (tidak terasa dipaksakan)? Mengapa? Strategi apa yang akhirnya kalian gunakan untuk mengatasinya?

Pertanyaan 1: Tulis dialog dalam format skrip (Nama Tokoh: dialog). Beri label unsur kebahasaan langsung di dalam teks menggunakan kurung kurawal. Minimal 8 giliran bicara (8 turn total). Pertanyaan 2–3: Tulis uraian bebas, 3–5 kalimat per jawaban. Cantumkan nama anggota kelompok di bagian atas.

REFLEKSI

1. Dari ketiga unsur kebahasaan yang kamu pelajari hari ini (kosakata khusus, kalimat persuasif, ungkapan kesantunan), mana yang paling sering kamu gunakan dalam percakapan sehari-hari tanpa kamu sadari? Berikan satu contoh nyata dari pengalamanmu!

2. Setelah belajar tentang fungsi unsur kebahasaan dalam negosiasi, apakah ada cara berbicaramu yang ingin kamu ubah atau tingkatkan saat berhadapan dengan situasi yang membutuhkan persuasi atau negosiasi? Jelaskan.

3. Menurutmu, apakah seseorang bisa menjadi negosiator yang baik tanpa menguasai unsur kebahasaan yang tepat? Atau apakah ada faktor lain yang lebih penting dari bahasa dalam bernegosiasi? Bagikan pendapatmu secara jujur.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.