LKPDPertemuan 1Bab 4Fase ESemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Mengevaluasi gagasan dan pesan pokok dari rekaman teks aural negosiasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Mengevaluasi gagasan dan pesan pokok dari rekaman teks aural negosiasi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Mengevaluasi gagasan dan pesan pokok dari rekaman teks aural negosiasi

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 4 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Mengevaluasi gagasan dan pesan pokok dari rekaman teks aural negosiasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMengevaluasi gagasan dan pesan pokok dari rekaman teks aural negosiasi
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra negosiasi berbentuk teks aural

PETUNJUK UMUM

  • Dengarkan rekaman audio/pembacaan teks negosiasi secara saksama dan penuh konsentrasi.
  • Catat poin-poin penting mengenai tawaran, alasan, dan kesepakatan saat proses menyimak berlangsung.
  • Kerjakan tugas evaluasi secara mandiri maupun berpasangan sesuai petunjuk pada masing-masing kegiatan.
  • Gunakan bukti tuturan yang kalian simak sebagai dasar dalam memberikan penilaian kritis (evaluasi).

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyimak dan Mengevaluasi Kelayakan Gagasan Pengajuan-Penawaran

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Rekaman audio teks negosiasi pengadaan seragam atau teks aural yang dibacakan guru
  • Pengeras suara / pelantang audio
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak rekaman teks aural negosiasi 'Pengadaan Seragam Kesenian Tari Sanggar Sekolah' yang diperdengarkan oleh guru.
  2. Identifikasi gagasan pokok yang diajukan pihak Ketua Sanggar dan tanggapan/gagasan penawar dari pihak Bendahara Komite.
  3. Evaluasi kelayakan dan keberterimaan gagasan kedua pihak menggunakan format tabel yang tersedia.
  4. Tuliskan penilaianmu secara kritis berdasarkan fakta yang diperdengarkan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan rekaman yang disimak, isilah tabel evaluasi gagasan untuk menguji kelayakan dan alasan dari pengajuan Ketua Sanggar serta penawaran Bendahara Komite.

Ruang tabel jawaban

2. Evaluasilah apakah gagasan akhir yang disepakati kedua belah pihak sudah menguntungkan kedua belah pihak (win-win solution) atau masih memberatkan salah satu pihak? Jelaskan alasan evaluasimu.

Tabel 4 kolom: Pihak (Ketua Sanggar / Bendahara Komite), Gagasan Pokok yang Dituturkan, Alasan Pendukung dalam Tuturan, dan Catatan Evaluasi Kelayakan/Keberterimaan Gagasan; dilanjutkan uraian evaluasi kesepakatan 1 paragraf (3-4 kalimat).

Kegiatan 2: Mengevaluasi Kejelasan dan Ketepatan Pesan Pokok Teks Aural

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Rekaman audio penggalan teks negosiasi
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dengarkan kembali rekaman penggalan dialog negosiasi pada bagian perdebatan dan pengambilan keputusan.
  2. Temukan pesan tersurat dan pesan tersirat yang ingin disampaikan penutur kepada mitra tutur.
  3. Evaluasi apakah pesan yang disampaikan mengandung nilai-nilai negosiasi yang positif (saling menghormati, transparansi, fleksibilitas) atau manipulatif.
  4. Diskusikan hasil evaluasi pesan bersama teman sebangku.

Pertanyaan:

1. Evaluasilah ketepatan dan relevansi pesan tersurat maupun tersirat yang disampaikan oleh pihak penawar dalam rekaman!

2. Berdasarkan keseluruhan dialog yang didengarkan, pesan etika apa yang paling dominan dan bagaimana evaluasimu terhadap efektivitas pesan tersebut dalam menyelesaikan konflik kepentingan?

Lembar uraian terstruktur: Bagian A (Analisis & Evaluasi Pesan Tersurat dan Tersirat), Bagian B (Evaluasi Efektivitas Pesan Etika Negosiasi terhadap Resolusi Konflik).

Kegiatan 3: Evaluasi Kritis Komprehensif: Gagasan vs Pesan Teks Negosiasi Aural

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Teks aural pembanding studi kasus perizinan aula sekolah
  • Lembar kerja peserta didik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak kasus negosiasi aural pembanding singkat (studi kasus kedua) yang dibacakan guru di depan kelas mengenai perizinan peminjaman aula sekolah.
  2. Bandingkan kekuatan gagasan dan bobot pesan yang disampaikan kedua pihak yang bernegosiasi.
  3. Susun simpulan evaluasi kritis: pihak mana yang memiliki gagasan paling logis serta pesan yang paling konstruktif.
  4. Kerjakan bagian refleksi belajar di akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Bandingkan dan evaluasi gagasan dari perwakilan OSIS versus Pengelola Sarana Sekolah dalam teks pembanding yang diperdengarkan. Gagasan pihak mana yang lebih rasional dan memiliki dasar pertimbangan yang lebih kuat? Berikan bukti tuturan penjelasnya!

2. Simpulkan evaluasimu mengenai pesan moral dan etika bernegosiasi dari teks aural tersebut: apa kelemahan utama dari cara penyampaian pesan salah satu tokoh yang membuat negosiasi sempat berjalan alot?

Format laporan evaluasi mandiri 2 butir uraian kritis, dilanjutkan 3 kolom isian refleksi pribadi.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari rekaman teks aural negosiasi yang paling menantang untuk kamu evaluasi (apakah mengevaluasi kelogisan gagasannya atau menangkap pesan tersiratnya)? Jelaskan alasannya.

2. Bagaimana kemampuan mengevaluasi gagasan dan pesan yang kamu latih hari ini membantumu ketika mendengarkan tawaran atau pendapat orang lain dalam kehidupan sehari-hari?

3. Apakah kamu merasa sudah mampu membedakan argumen yang benar-benar solutif dengan argumen yang sekadar retorika saat menyimak sebuah dialog?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.