LKPDPertemuan 4Bab 3Fase ESemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Nilai dalam Hikayat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Nilai dalam Hikayat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Nilai dalam Hikayat

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Nilai dalam Hikayat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenulis Cerita Pendek Berdasarkan Nilai dalam Hikayat
Alokasi Waktu90 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memahami dan menerapkan kaidah kebahasaan hikayat dan cerpen sebagai dasar penulisan teks fiksi yang logis dan kreatif.
  2. Murid dapat menulis cerita pendek secara logis, kritis, dan kreatif dengan mengangkat nilai-nilai dari hikayat yang relevan dengan kehidupan masa kini.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Siapkan alat tulis dan teks hikayat yang telah kalian pelajari pada pertemuan sebelumnya.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan; kegiatan 1 dan 2 dikerjakan individu, kegiatan 3 dikerjakan berpasangan.
  • Gunakan imajinasi dan kreativitasmu, tetapi tetap perhatikan kaidah kebahasaan yang benar.
  • Jika menemui kesulitan, diskusikan dengan teman sebangku atau tanyakan kepada guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Bahasa: Membedah Kaidah Kebahasaan Hikayat dan Cerpen

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kutipan teks Hikayat Bayan Budiman (disediakan guru)
  • Kutipan cerpen modern (disediakan guru)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca kembali kutipan hikayat 'Hikayat Bayan Budiman' dan kutipan cerpen modern yang disediakan guru.
  2. Identifikasi ciri kebahasaan masing-masing teks: perhatikan pilihan kata (diksi), gaya bahasa, struktur kalimat, dan sudut pandang.
  3. Catat temuanmu pada tabel perbandingan di bawah.
  4. Setelah mengisi tabel, tuliskan kesimpulanmu: unsur kebahasaan hikayat mana yang bisa diadaptasi ke dalam cerpen modern?

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel perbandingan kaidah kebahasaan hikayat dan cerpen berikut berdasarkan kutipan teks yang kamu baca.

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel yang telah kamu isi, unsur kebahasaan hikayat mana yang menurutmu paling menarik untuk diadaptasi ke dalam cerpen modern? Jelaskan alasanmu minimal 3 kalimat.

Tabel 4 kolom (Aspek Kebahasaan | Ciri pada Hikayat | Ciri pada Cerpen | Potensi Adaptasi) dengan 4 baris: Diksi, Gaya Bahasa, Struktur Kalimat, Sudut Pandang. Di bawah tabel tersedia ruang uraian 8-10 baris untuk jawaban nomor 2.

Kegiatan 2: Jembatan Zaman: Menggali Nilai Hikayat untuk Cerpen Masa Kini

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Catatan materi hikayat dari pertemuan sebelumnya
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilih satu hikayat yang pernah kalian baca di pertemuan sebelumnya.
  2. Identifikasi minimal 2 nilai kehidupan yang terkandung dalam hikayat tersebut (misalnya kesetiaan, keadilan, kecerdikan, gotong royong).
  3. Pikirkan situasi atau permasalahan di kehidupan remaja masa kini yang relevan dengan nilai tersebut.
  4. Isi peta konsep cerpenmu: tentukan tokoh, latar, konflik, dan pesan moral yang akan kamu angkat.
  5. Susun kerangka cerpen (outline) dalam 5-7 poin alur cerita.

Pertanyaan:

1. Tuliskan judul hikayat yang kamu pilih dan identifikasi minimal 2 nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Jelaskan bagaimana nilai tersebut masih relevan dengan kehidupan remaja saat ini.

2. Lengkapi peta konsep cerpenmu pada format yang disediakan.

Ruang tabel jawaban

3. Susun kerangka alur cerpenmu dalam 5-7 poin. Pastikan ada tahap pengenalan, konflik, klimaks, dan penyelesaian.

Nomor 1: ruang uraian 8-10 baris. Nomor 2: peta konsep berbentuk tabel 6 baris (Judul Cerpen, Tokoh, Latar, Konflik, Nilai dari Hikayat, Pesan Moral) dengan 2 kolom (Unsur | Isian). Nomor 3: ruang bernomor 1-7 dengan masing-masing 2 baris.

Kegiatan 3: Sastrawan Muda: Menulis Cerpen Kreatif Berbasis Nilai Hikayat

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kerangka cerpen dari Kegiatan 2
  • Alat tulis
  • Stabilo atau pensil warna untuk menandai adaptasi kaidah kebahasaan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan kerangka yang telah kamu susun di Kegiatan 2, kembangkan menjadi cerpen utuh minimal 300 kata.
  2. Terapkan minimal 2 kaidah kebahasaan yang telah kamu identifikasi di Kegiatan 1 (misalnya adaptasi gaya bahasa hikayat, variasi struktur kalimat, diksi yang kaya).
  3. Pastikan cerpenmu memiliki struktur lengkap: orientasi, komplikasi, klimaks, resolusi.
  4. Setelah selesai menulis, tukarkan cerpenmu dengan teman sebangku.
  5. Beri umpan balik tertulis pada cerpen temanmu menggunakan format peer review yang disediakan.
  6. Perbaiki cerpenmu berdasarkan umpan balik teman, lalu kumpulkan versi final.

Pertanyaan:

1. Tulis cerpen utuhmu di ruang yang disediakan. Beri tanda (garis bawah atau stabilo) pada bagian-bagian yang mengadaptasi kaidah kebahasaan hikayat.

2. Setelah membaca cerpen temanmu, berikan umpan balik dengan mengisi format peer review: (a) Kelebihan cerpen, (b) Kaidah kebahasaan hikayat yang berhasil diterapkan, (c) Saran perbaikan.

Nomor 1: ruang menulis cerpen minimal 1,5 halaman (garis-garis). Nomor 2: format peer review berupa tabel 3 baris (Kelebihan | Kaidah Kebahasaan Hikayat yang Diterapkan | Saran Perbaikan) masing-masing dengan ruang 3-4 baris.

REFLEKSI

1. Nilai kehidupan apa dari hikayat yang paling bermakna bagimu secara pribadi? Mengapa nilai tersebut masih relevan di kehidupanmu sebagai remaja masa kini?

2. Tantangan apa yang kamu rasakan saat mengadaptasi kaidah kebahasaan hikayat ke dalam cerpen modern? Bagaimana kamu mengatasinya?

3. Setelah menulis cerpen ini, perubahan cara pandang apa yang kamu rasakan terhadap karya sastra klasik Indonesia?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.