LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Membaca Kritis Hikayat: Menilai Karakterisasi dan Plot
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Membaca Kritis Hikayat: Menilai Karakterisasi dan Plot". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Membaca Kritis Hikayat: Menilai Karakterisasi dan Plot
Bahasa Indonesia - Kelas 10
Bab 3 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E) Topik: Membaca Kritis Hikayat: Menilai Karakterisasi dan Plot INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Membedah Karakter Tokoh dalam Hikayat si MiskinEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel analisis karakterisasi tokoh berikut berdasarkan teks 'Hikayat si Miskin' Ruang tabel jawaban 2. Menurutmu, tokoh mana yang paling menarik dari segi karakterisasinya? Jelaskan alasanmu dengan menyertakan bukti dari teks! 3. Kritisi karakterisasi dalam hikayat ini: Apakah karakter tokoh-tokohnya realistis atau terlalu klise/stereotype? Berikan argumen! Tabel 4 kolom: Nama Tokoh | Karakter Tokoh | Masalah yang Dihadapi | Cara Menyelesaikan Masalah. Sediakan minimal 3-4 baris untuk tokoh utama dan pendukung. Untuk pertanyaan uraian, sediakan ruang 5-7 kalimat per jawaban. Kegiatan 2: Memetakan Alur Cerita: Dari Orientasi hingga ResolusiEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Buat diagram alur (plot diagram) untuk 'Hikayat si Miskin' dengan mengisi setiap tahap berikut Ruang gambar 2. Menurut analisismu, apakah alur cerita dalam hikayat ini maju, mundur, atau campuran? Jelaskan dengan bukti! 3. Kritisi plot hikayat ini: Apakah konflik berkembang secara logis? Apakah resolusinya memuaskan atau terasa terlalu mudah/dipaksakan? Sediakan diagram berbentuk piramid/segitiga dengan 5 bagian (orientasi di kiri bawah, naik ke komplikasi, puncak klimaks, turun ke anti-klimaks, resolusi di kanan bawah). Atau bagan kotak berurutan 5 tahap. Untuk uraian, sediakan 5-7 kalimat per jawaban. Kegiatan 3: Menghubungkan Nilai Hikayat dengan Kehidupan Masa KiniEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Identifikasi minimal 3 nilai kehidupan yang terkandung dalam 'Hikayat si Miskin' dan jelaskan bagaimana nilai tersebut digambarkan dalam cerita Ruang tabel jawaban 2. Bandingkan pandangan terhadap nilai 'kesabaran menghadapi kemiskinan' antara masa hikayat (masa lalu) dengan masa kini. Apakah pandangan masyarakat berubah? Mengapa? 3. Pilih satu nilai dari hikayat yang menurutmu paling relevan untuk generasi muda saat ini. Berikan 2-3 contoh konkret bagaimana nilai tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari! 4. Adakah nilai dalam hikayat yang menurutmu sudah tidak relevan atau perlu dimodifikasi untuk konteks masa kini? Jelaskan alasanmu! Tabel 3 kolom untuk pertanyaan 1: Nilai | Penggambaran dalam Cerita | Relevansi Masa Kini. Untuk pertanyaan uraian dan diskusi, sediakan ruang 7-10 kalimat. Untuk pertanyaan diskusi, tambahkan catatan 'Diskusikan dalam kelompok 4-5 orang, catat poin-poin penting dari diskusi'. REFLEKSI1. Apa hal paling menarik yang kamu temukan dari kegiatan menganalisis karakterisasi dan plot hikayat hari ini? 2. Bagaimana kegiatan ini mengubah atau memperkaya cara pandangmu terhadap cerita lama seperti hikayat? 3. Dari nilai-nilai yang kamu identifikasi dalam hikayat, mana yang paling ingin kamu terapkan dalam kehidupanmu? Mengapa? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.