LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 2: Mengungkapkan Kritik Lewat Senyuman
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 2: Mengungkapkan Kritik Lewat Senyuman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 2: Mengungkapkan Kritik Lewat Senyuman
Bahasa Indonesia - Kelas 10
Bab 2 - Pertemuan 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E) Topik: Asesmen Sumatif Bab 2: Mengungkapkan Kritik Lewat Senyuman INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Mengevaluasi Pesan dan Struktur Teks AnekdotEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bacalah teks anekdot 'Jika Aku Jadi Presiden' (atau teks sejenis yang disediakan guru). Identifikasi dan tuliskan struktur teks anekdot tersebut dalam tabel berikut! Ruang tabel jawaban 2. Evaluasi pesan kritik sosial apa yang disampaikan dalam teks anekdot tersebut! Jelaskan dengan menggunakan bukti kutipan dari teks. 3. Menurut kamu, apakah cara penyampaian kritik dalam teks anekdot tersebut efektif? Berikan alasan yang mendukung pendapat kamu dengan mengaitkan unsur humor dan pesan kritik! Untuk pertanyaan 1: buat tabel dengan 2 kolom (Struktur | Kutipan/Penjelasan) dan 5 baris. Untuk pertanyaan 2 dan 3: tulis uraian minimal 5 kalimat dengan argumentasi yang jelas. Kegiatan 2: Menganalisis Lawakan Tunggal dan Kaidah Bahasa KritikanEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tentukan struktur lawakan tunggal yang kamu simak dengan mengisi tabel berikut! Ruang tabel jawaban 2. Identifikasi minimal 3 kaidah bahasa kritikan yang digunakan dalam lawakan tunggal tersebut! Tuliskan dalam bentuk tabel (Kaidah Bahasa | Contoh dari Lawakan | Fungsi/Tujuan). Ruang tabel jawaban 3. Evaluasi pesan kritik sosial yang disampaikan dalam lawakan tunggal tersebut. Apakah kritik tersebut akurat dan bertanggung jawab? Jelaskan dengan mengaitkan fakta sosial yang relevan! Untuk pertanyaan 1: buat tabel 2 kolom (Struktur | Penjelasan/Contoh) dengan 3 baris. Untuk pertanyaan 2: buat tabel 3 kolom dengan minimal 3 baris. Untuk pertanyaan 3: tulis uraian 6-8 kalimat dengan analisis mendalam. Kegiatan 3: Menulis dan Menyajikan Kritik Sosial Secara JenakaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan teks anekdot pendek yang menyampaikan kritik sosial secara jenaka! Pastikan teks memiliki kelima struktur anekdot yang lengkap. 2. Buat storyboard komik potongan 4 panel yang mengadaptasi teks anekdot kamu! Gambar sketsa sederhana dengan dialog dalam balon kata. Ruang gambar 3. Evaluasi hasil karya kamu sendiri: Apakah teks anekdot dan komik potongan kamu sudah menyampaikan kritik secara jenaka, santun, dan bertanggung jawab? Jelaskan kelebihan dan area yang bisa diperbaiki! Untuk pertanyaan 1: tulis teks anekdot 150-200 kata dengan paragraf yang jelas. Untuk pertanyaan 2: buat 4 kotak panel dengan sketsa dan dialog. Untuk pertanyaan 3: tulis evaluasi diri 5-7 kalimat dengan jujur dan reflektif. REFLEKSI1. Bagaimana perasaan kamu setelah mempelajari cara menyampaikan kritik secara jenaka melalui anekdot dan lawakan tunggal? Apakah cara ini lebih efektif dibandingkan kritik langsung? 2. Pernahkah kamu mengalami situasi di mana kritik yang kamu sampaikan tidak diterima dengan baik? Setelah belajar materi ini, bagaimana kamu akan menyampaikan kritik di masa depan? 3. Isu sosial apa yang paling mengganggu kamu di lingkungan sekitar? Bagaimana kamu bisa menyampaikan kritik konstruktif terhadap isu tersebut dengan cara yang santun dan bertanggung jawab? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.