LKPDPertemuan 7Bab 2Fase ESemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Menampilkan Lawakan Tunggal sebagai Bentuk Kritik Sosial secara Santun

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Menampilkan Lawakan Tunggal sebagai Bentuk Kritik Sosial secara Santun". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Menampilkan Lawakan Tunggal sebagai Bentuk Kritik Sosial secara Santun

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menampilkan Lawakan Tunggal sebagai Bentuk Kritik Sosial secara Santun

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenampilkan Lawakan Tunggal sebagai Bentuk Kritik Sosial secara Santun
Alokasi Waktu135 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan teks monolog lawakan tunggal berisi kritik sosial secara sistematis, kreatif, dan santun di depan kelas dengan memperhatikan intonasi, ekspresi, dan sikap.
  2. Murid dapat mengungkapkan kepedulian terhadap isu sosial melalui penampilan lawakan tunggal berbentuk monolog secara kreatif dengan menggunakan kaidah bahasa kritikan yang tepat.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bacalah setiap instruksi pada LKPD ini dengan cermat dan teliti.
  • Siapkan naskah lawakan tunggal (stand-up comedy) yang telah kamu susun pada pertemuan sebelumnya.
  • Jadikan kelas sebagai ruang aman (safe space). Saat temanmu tampil, jadilah penonton yang apresiatif dan suportif.
  • Tanyakan kepada guru jika ada instruksi yang kurang jelas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Bedah Naskah dan Anotasi Gaya (Mempersiapkan Amunisi Tawa)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah lawakan tunggal milik peserta didik
  • Alat tulis (pena/stabilo berwarna)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil naskah lawakan tunggal yang sudah kamu buat.
  2. Baca kembali naskahmu dalam hati. Bayangkan kamu sedang berada di atas panggung.
  3. Gunakan pena berwarna atau stabilo untuk menandai bagian 'set-up' (pengantar) dan 'punchline' (bagian lucu/kejutan).
  4. Berikan catatan kecil (anotasi) di pinggir naskah mengenai intonasi (naik/turun/jeda) dan ekspresi (mimik wajah/gerak tubuh) yang akan kamu gunakan pada kalimat-kalimat kunci.

Pertanyaan:

1. Tuliskan satu isu sosial utama yang menjadi keresahanmu dalam naskah ini!

2. Pilih satu kalimat 'punchline' andalanmu dari naskah. Jelaskan bagaimana intonasi dan ekspresi wajah yang akan kamu gunakan saat menyampaikannya agar kritik tersampaikan dengan santun namun tetap lucu!

Tuliskan jawabanmu pada kotak yang disediakan. Untuk anotasi naskah, kerjakan langsung pada lembar naskah pribadimu.

Kegiatan 2: Gladi Kotor (Uji Coba Tawa Bersama Teman)

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah lawakan tunggal
  • Lembar observasi teman sejawat

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok berpasangan (2 orang) dengan teman di sebelahmu.
  2. Tampilkan lawakan tunggalmu di depan temanmu secara bergantian. Anggap temanmu adalah penonton sungguhan.
  3. Saat temanmu tampil, perhatikan dengan saksama. Fokuslah pada kesantunan bahasa, kejelasan intonasi, dan kesesuaian ekspresi.
  4. Setelah selesai, berikan umpan balik (feedback) yang jujur dan membangun menggunakan tabel observasi.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan penampilan temanmu, apakah kritik sosialnya tersampaikan dengan santun dan menggunakan kaidah bahasa yang tepat? Berikan buktinya!

2. Berikan satu saran perbaikan (terkait sikap, ekspresi, atau intonasi) agar penampilan temanmu lebih maksimal di panggung utama!

Gunakan tabel observasi 3 kolom: 'Nama Penampil', 'Kelebihan Penampilan (Sikap/Bahasa)', dan 'Saran Perbaikan'.

Kegiatan 3: Panggung Terbuka (Showtime!)

Estimasi: 60 menit

Alat & Bahan:

  • Mikrofon (opsional, jika tersedia di kelas)
  • Area depan kelas yang dikondisikan seperti panggung

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tiba saatnya untuk tampil di depan kelas! Kelas akan disulap menjadi panggung 'Stand-up Comedy'.
  2. Majulah ke depan kelas saat namamu dipanggil. Tarik napas panjang, rileks, dan kuasai panggung.
  3. Sampaikan monolog lawakan tunggalmu dengan sistematis, kreatif, dan santun.
  4. Bagi murid yang sedang menjadi penonton, berikan tepuk tangan dan tawa sebagai bentuk apresiasi (active listening).
  5. Setelah tampil, kembalilah ke tempat duduk dan tuliskan perasaanmu.

Pertanyaan:

1. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyuarakan kepedulianmu terhadap isu sosial melalui komedi di depan teman-teman?

2. Beri nilai 1-10 untuk penampilanmu sendiri hari ini, dan sebutkan satu hal yang paling kamu banggakan dari penampilanmu!

Tuliskan jawaban reflektifmu dalam bentuk paragraf singkat pada kotak jurnal penampilan yang disediakan di LKPD.

REFLEKSI

1. Menurutmu, apakah menyampaikan kritik melalui humor (lawakan tunggal) lebih efektif dibandingkan dengan kritik langsung? Mengapa?

2. Tantangan terbesar apa yang kamu hadapi saat mencoba menyelaraskan antara intonasi, ekspresi, dan kesantunan bahasa saat tampil?

3. Jika kamu diberi kesempatan untuk tampil lagi, isu sosial apa yang ingin kamu angkat selanjutnya dan mengapa hal itu penting bagimu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.