LKPDPertemuan 2Bab 2Fase ESemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Menentukan Struktur Teks Monolog Lawakan Tunggal sebagai Media Kritik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Menentukan Struktur Teks Monolog Lawakan Tunggal sebagai Media Kritik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Menentukan Struktur Teks Monolog Lawakan Tunggal sebagai Media Kritik

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menentukan Struktur Teks Monolog Lawakan Tunggal sebagai Media Kritik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenentukan Struktur Teks Monolog Lawakan Tunggal sebagai Media Kritik
Alokasi Waktu90 menit (2 JP x 45 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan struktur teks monolog lawakan tunggal (orientasi, komplikasi, dan koda) dari rekaman atau tayangan yang disimak secara sistematis.
  2. Murid dapat mengevaluasi unsur intrinsik teks anekdot berbentuk teks aural, termasuk tema, tokoh, dan amanat kritik sosial yang disampaikan.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah semua petunjuk dengan saksama sebelum mengerjakan setiap kegiatan.
  • Siapkan alat tulis, buku catatan, dan akses untuk menyimak rekaman/tayangan lawakan tunggal.
  • Kerjakan secara individu terlebih dahulu, lalu diskusikan hasil temuanmu dengan teman kelompok.
  • Jujurlah dalam mengerjakan dan tuliskan analisismu berdasarkan hasil menyimak secara langsung.
  • Gunakan waktu dengan efektif untuk setiap kegiatan yang telah ditentukan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyimak dan Mengidentifikasi Struktur Teks Monolog Lawakan Tunggal

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Rekaman/tayangan monolog lawakan tunggal (video/audio)
  • Alat tulis dan buku catatan
  • Smartphone/tablet untuk scan QR code (jika tersedia)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak dengan saksama rekaman atau tayangan monolog lawakan tunggal yang diputar guru (atau scan QR code yang tersedia).
  2. Sambil menyimak, buatlah catatan singkat tentang bagian-bagian cerita yang kamu dengar.
  3. Identifikasi bagian orientasi (pengenalan/pembukaan), komplikasi (konflik/kejadian lucu), dan koda (penutup/penegasan kritik) dari lawakan tersebut.
  4. Tuliskan bukti berupa kutipan kalimat atau rangkuman narasi untuk setiap struktur yang kamu temukan.
  5. Bandingkan hasil temuanmu dengan teman sebangku sebelum menuliskan jawaban akhir.

Pertanyaan:

1. Tuliskan judul atau tema lawakan tunggal yang kamu simak!

2. Lengkapi tabel berikut dengan mengidentifikasi struktur teks monolog lawakan tunggal yang kamu simak! Tuliskan juga bukti berupa kutipan atau rangkuman narasi dari setiap bagian struktur.

Ruang tabel jawaban

3. Mengapa struktur orientasi, komplikasi, dan koda penting dalam lawakan tunggal? Jelaskan fungsi masing-masing struktur tersebut!

Jawaban nomor 1 berupa isian singkat (1-2 kalimat). Jawaban nomor 2 dalam bentuk tabel dengan 3 kolom: Struktur, Rangkuman Isi, dan Bukti (kutipan/narasi). Jawaban nomor 3 berupa uraian 5-7 kalimat.

Kegiatan 2: Mengevaluasi Unsur Intrinsik Teks Anekdot dalam Lawakan Tunggal

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Catatan hasil menyimak dari Kegiatan 1
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan lawakan tunggal yang sudah kamu simak pada Kegiatan 1, identifikasi unsur intrinsik yang terdapat di dalamnya.
  2. Unsur intrinsik yang perlu kamu temukan meliputi: tema, tokoh (komedian dan tokoh yang disebutkan dalam cerita), dan amanat kritik sosial.
  3. Baca kembali catatanmu dan renungkan pesan apa yang ingin disampaikan komedian melalui humor tersebut.
  4. Evaluasi apakah kritik sosial yang disampaikan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
  5. Tuliskan analisismu dengan jujur dan kritis.

Pertanyaan:

1. Apa tema utama yang diangkat dalam lawakan tunggal yang kamu simak? Jelaskan mengapa tema tersebut menarik untuk dijadikan bahan lawakan!

2. Siapa saja tokoh yang muncul dalam lawakan tunggal tersebut? Jelaskan peran masing-masing tokoh dalam menyampaikan kritik!

3. Evaluasi amanat atau kritik sosial yang disampaikan dalam lawakan tunggal tersebut! Apakah kritik tersebut relevan dan efektif? Berikan alasanmu!

4. Bagaimana cara komedian mengemas kritik sosial dalam humor sehingga tidak menyinggung namun tetap bermakna? Berikan contoh dari lawakan yang kamu simak!

Setiap pertanyaan dijawab dalam bentuk uraian dengan 4-6 kalimat yang menunjukkan analisis mendalam dan pemikiran kritis.

Kegiatan 3: Diskusi Kelompok: Mengaitkan Lawakan dengan Konteks Kehidupan Nyata

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil kerja individu dari Kegiatan 1 dan 2
  • Kertas plano atau kertas HVS untuk menulis hasil diskusi
  • Spidol warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok diskusi beranggotakan 4-5 orang.
  2. Diskusikan hasil analisis individu tentang struktur dan unsur intrinsik lawakan tunggal yang telah kalian kerjakan.
  3. Kaitkan kritik sosial yang disampaikan dalam lawakan dengan kondisi atau isu aktual di lingkungan sekitar kalian.
  4. Tentukan satu isu sosial yang relevan dan rencanakan bagaimana kalian bisa menyampaikan kritik terhadap isu tersebut melalui humor (seperti lawakan tunggal sederhana).
  5. Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas dengan percaya diri.
  6. Catat masukan dari kelompok lain untuk memperkaya perspektif kalian.

Pertanyaan:

1. Isu sosial apa yang relevan di lingkungan sekitar kalian dan bisa dijadikan bahan lawakan untuk menyampaikan kritik? Jelaskan mengapa isu tersebut penting!

2. Bagaimana rencana kelompok kalian menyampaikan kritik terhadap isu tersebut melalui lawakan tunggal? Buatlah kerangka cerita sederhana dengan struktur orientasi, komplikasi, dan koda!

Ruang tabel jawaban

3. Apa pesan atau amanat yang ingin kalian sampaikan melalui lawakan tersebut? Bagaimana kalian memastikan kritik tersebut tidak menyinggung namun tetap bermakna?

Jawaban nomor 1 dan 3 dalam bentuk uraian 4-5 kalimat. Jawaban nomor 2 dalam bentuk tabel dengan 3 baris (orientasi, komplikasi, koda) dan 2 kolom (struktur dan isi cerita).

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari dari kegiatan menyimak dan menganalisis lawakan tunggal hari ini?

2. Bagaimana lawakan tunggal bisa menjadi media yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial dibandingkan dengan cara penyampaian lainnya?

3. Setelah belajar tentang struktur dan unsur intrinsik lawakan tunggal, apakah kamu tertarik untuk mencoba membuat lawakan sendiri? Mengapa?

4. Apa tantangan yang kamu hadapi saat mengidentifikasi struktur dan unsur intrinsik dari teks aural (yang didengar)? Bagaimana kamu mengatasinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.