LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Menentukan Struktur Teks Monolog Lawakan Tunggal sebagai Media Kritik
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Menentukan Struktur Teks Monolog Lawakan Tunggal sebagai Media Kritik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Menentukan Struktur Teks Monolog Lawakan Tunggal sebagai Media Kritik
Bahasa Indonesia - Kelas 10
Bab 2 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E) Topik: Menentukan Struktur Teks Monolog Lawakan Tunggal sebagai Media Kritik INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menyimak dan Mengidentifikasi Struktur Teks Monolog Lawakan TunggalEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan judul atau tema lawakan tunggal yang kamu simak! 2. Lengkapi tabel berikut dengan mengidentifikasi struktur teks monolog lawakan tunggal yang kamu simak! Tuliskan juga bukti berupa kutipan atau rangkuman narasi dari setiap bagian struktur. Ruang tabel jawaban 3. Mengapa struktur orientasi, komplikasi, dan koda penting dalam lawakan tunggal? Jelaskan fungsi masing-masing struktur tersebut! Jawaban nomor 1 berupa isian singkat (1-2 kalimat). Jawaban nomor 2 dalam bentuk tabel dengan 3 kolom: Struktur, Rangkuman Isi, dan Bukti (kutipan/narasi). Jawaban nomor 3 berupa uraian 5-7 kalimat. Kegiatan 2: Mengevaluasi Unsur Intrinsik Teks Anekdot dalam Lawakan TunggalEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apa tema utama yang diangkat dalam lawakan tunggal yang kamu simak? Jelaskan mengapa tema tersebut menarik untuk dijadikan bahan lawakan! 2. Siapa saja tokoh yang muncul dalam lawakan tunggal tersebut? Jelaskan peran masing-masing tokoh dalam menyampaikan kritik! 3. Evaluasi amanat atau kritik sosial yang disampaikan dalam lawakan tunggal tersebut! Apakah kritik tersebut relevan dan efektif? Berikan alasanmu! 4. Bagaimana cara komedian mengemas kritik sosial dalam humor sehingga tidak menyinggung namun tetap bermakna? Berikan contoh dari lawakan yang kamu simak! Setiap pertanyaan dijawab dalam bentuk uraian dengan 4-6 kalimat yang menunjukkan analisis mendalam dan pemikiran kritis. Kegiatan 3: Diskusi Kelompok: Mengaitkan Lawakan dengan Konteks Kehidupan NyataEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Isu sosial apa yang relevan di lingkungan sekitar kalian dan bisa dijadikan bahan lawakan untuk menyampaikan kritik? Jelaskan mengapa isu tersebut penting! 2. Bagaimana rencana kelompok kalian menyampaikan kritik terhadap isu tersebut melalui lawakan tunggal? Buatlah kerangka cerita sederhana dengan struktur orientasi, komplikasi, dan koda! Ruang tabel jawaban 3. Apa pesan atau amanat yang ingin kalian sampaikan melalui lawakan tersebut? Bagaimana kalian memastikan kritik tersebut tidak menyinggung namun tetap bermakna? Jawaban nomor 1 dan 3 dalam bentuk uraian 4-5 kalimat. Jawaban nomor 2 dalam bentuk tabel dengan 3 baris (orientasi, komplikasi, koda) dan 2 kolom (struktur dan isi cerita). REFLEKSI1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari dari kegiatan menyimak dan menganalisis lawakan tunggal hari ini? 2. Bagaimana lawakan tunggal bisa menjadi media yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial dibandingkan dengan cara penyampaian lainnya? 3. Setelah belajar tentang struktur dan unsur intrinsik lawakan tunggal, apakah kamu tertarik untuk mencoba membuat lawakan sendiri? Mengapa? 4. Apa tantangan yang kamu hadapi saat mengidentifikasi struktur dan unsur intrinsik dari teks aural (yang didengar)? Bagaimana kamu mengatasinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.