LKPDPertemuan 1Bab 2Fase ESemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Mengenal Teks Kritik Lewat Humor: Anekdot dan Lawakan Tunggal

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Mengenal Teks Kritik Lewat Humor: Anekdot dan Lawakan Tunggal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Mengenal Teks Kritik Lewat Humor: Anekdot dan Lawakan Tunggal

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Mengenal Teks Kritik Lewat Humor: Anekdot dan Lawakan Tunggal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMengenal Teks Kritik Lewat Humor: Anekdot dan Lawakan Tunggal
Alokasi Waktu135 menit (3 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengevaluasi pesan kritik sosial yang terkandung dalam teks monolog lawakan tunggal yang disimak dengan menyebutkan minimal dua pesan secara tepat.
  2. Murid dapat membedakan pengertian, ciri, dan tujuan teks anekdot sebagai bentuk kritik yang disampaikan secara jenaka berdasarkan teks aural yang disimak.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar hari ini.
  • Simaklah instruksi guru dengan saksama, terutama saat sesi pemutaran video atau pembacaan teks komedi.
  • Kerjakan tugas dengan teliti, berpikirlah kritis, dan jangan ragu untuk berdiskusi dengan teman kelompokmu.
  • Gunakan bahasa Indonesia yang baik, namun tetap santai dan kreatif saat menyusun ide humor.
  • Ingat, kritik yang baik adalah kritik yang tajam pesannya, namun santun penyampaiannya!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyimak Tawa yang Menggigit (Lawakan Tunggal)

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Video/Audio lawakan tunggal (disiapkan guru)
  • Proyektor dan Speaker
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Guru akan memutarkan sebuah video atau membacakan teks monolog lawakan tunggal (stand-up comedy).
  2. Fokuslah pada materi yang disampaikan oleh komika tersebut.
  3. Catat bagian-bagian yang menurutmu lucu sekaligus menyentil isu sosial di masyarakat.
  4. Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan hasil simakanmu secara individu.

Pertanyaan:

1. Isu sosial atau fenomena apa yang menjadi topik utama dalam lawakan tunggal yang baru saja kamu simak?

2. Sebutkan minimal DUA pesan kritik sosial yang terkandung dalam monolog tersebut secara tepat!

3. Menurutmu, mengapa komika tersebut memilih menyampaikan kritik ini lewat humor alih-alih berpidato secara serius?

Tuliskan jawabanmu dalam bentuk paragraf singkat pada kotak atau garis kosong yang disediakan di lembar kerjamu.

Kegiatan 2: Investigasi Teks: Humor Biasa vs Anekdot

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Dua teks aural (humor biasa dan anekdot) yang dibacakan guru
  • Buku catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Guru akan membacakan dua buah teks pendek secara bergantian (Teks A adalah humor/tebakan biasa, Teks B adalah anekdot).
  2. Dengarkan dengan saksama perbedaan nada, isi, dan tujuan dari kedua teks tersebut.
  3. Diskusikan dengan teman sebangkumu untuk membedah pengertian, ciri, dan tujuan teks anekdot.
  4. Lengkapi tabel analisis perbandingan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan simakanmu, rumuskanlah pengertian teks anekdot dengan kata-katamu sendiri!

2. Analisislah perbedaan antara Teks Humor Biasa dan Teks Anekdot berdasarkan ciri dan tujuannya!

Ruang tabel jawaban

Untuk soal nomor 2, gunakan tabel perbandingan dengan 3 kolom: Aspek (Ciri/Tujuan), Teks Humor Biasa, dan Teks Anekdot.

Kegiatan 3: Merancang Premis Kritik Cerdas Ala Kita

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS atau Karton
  • Spidol warna-warni
  • Sticky notes

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Amati lingkungan sekolah atau pergaulan remajamu saat ini. Temukan SATU isu atau kebiasaan nyata yang menurut kalian perlu dikritik (misalnya: fenomena FOMO, antrean kantin yang tidak tertib, atau kebiasaan menunda tugas).
  3. Rancanglah sebuah 'premis' (ide dasar) untuk lawakan tunggal atau anekdot berdasarkan isu tersebut.
  4. Pastikan premis kalian memiliki unsur kritik sosial yang tajam namun tetap jenaka (lucu) dan santun (tidak mengandung SARA).

Pertanyaan:

1. Apa isu/masalah nyata di lingkungan sekitar yang kelompok kalian pilih untuk dikritik?

2. Tuliskan pesan kritik yang ingin kalian sampaikan dari isu tersebut!

3. Tuliskan premis/ide jenaka kalian (gabungan antara fakta/masalah dengan unsur kejutan/lucu)!

Tuliskan hasil diskusi kelompokmu pada kertas karton yang disediakan dengan format yang rapi: Isu, Pesan Kritik, dan Premis Jenaka. Hias sekreatif mungkin!

REFLEKSI

1. Setelah mengikuti pembelajaran hari ini, apakah pandanganmu tentang komedi berubah? Jelaskan alasannya!

2. Menurutmu, seberapa efektif menggunakan humor (anekdot/lawakan tunggal) untuk menegur atau mengkritik seseorang/keadaan di dunia nyata dibandingkan dengan teguran langsung?

3. Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menantang sekaligus menyenangkan buatmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.