LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Perencanaan dan pelaksanaan observasi langsung fenomena alam sebagai dasar penulisan laporan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Perencanaan dan pelaksanaan observasi langsung fenomena alam sebagai dasar penulisan laporan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 10: Perencanaan dan pelaksanaan observasi langsung fenomena alam sebagai dasar penulisan laporan
Bahasa Indonesia - Kelas 10
Bab 1 - Pertemuan 6
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E) Topik: Perencanaan dan pelaksanaan observasi langsung fenomena alam sebagai dasar penulisan laporan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Merancang Rencana Observasi Fenomena AlamEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Fenomena atau objek alam apa yang akan kalian amati? Jelaskan alasan memilih objek tersebut. 2. Lengkapi tabel perencanaan observasi berikut dengan detail yang jelas. Ruang tabel jawaban 3. Tuliskan 5 pertanyaan panduan yang akan membantu kalian dalam mengamati objek tersebut secara objektif. Jawaban nomor 1: tulis dalam bentuk paragraf 3-5 kalimat. Jawaban nomor 2: isi tabel dengan 4 kolom (Aspek yang Diamati | Alat yang Diperlukan | Waktu Observasi | Pembagian Tugas). Jawaban nomor 3: tulis dalam bentuk daftar bernomor 1-5. Kegiatan 2: Melaksanakan Observasi LapanganEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Isi tabel data hasil observasi berdasarkan pengamatan langsung kalian di lapangan. Ruang tabel jawaban 2. Tempelkan atau gambarkan sketsa objek yang kalian amati. Beri label pada bagian-bagian pentingnya. Ruang gambar 3. Tuliskan 3 fakta paling menarik yang kalian temukan selama observasi. Pastikan fakta tersebut objektif dan dapat dibuktikan. Jawaban nomor 1: isi tabel dengan 5 baris (Aspek Visual | Aspek Auditori/Pendengaran | Aspek Olfaktori/Penciuman | Aspek Taktil/Perabaan | Aspek Lainnya) dan kolom 'Deskripsi Hasil Pengamatan'. Jawaban nomor 2: sediakan ruang kosong 10×10 cm untuk foto/sketsa. Jawaban nomor 3: tulis dalam bentuk daftar bernomor 1-3, masing-masing 2-3 kalimat. Kegiatan 3: Membedakan Fakta dan Opini dalam Data ObservasiEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Dari data observasi kalian, tuliskan 5 pernyataan FAKTA yang dapat dibuktikan dengan data konkret. 2. Baca pernyataan-pernyataan di bawah ini. Tentukan mana yang FAKTA dan mana yang OPINI. Beri tanda centang (✓) pada kolom yang sesuai dan jelaskan alasannya. Ruang tabel jawaban 3. Mengapa penting membedakan fakta dan opini dalam penulisan laporan hasil observasi? Jelaskan dengan contoh dari observasi kalian. Jawaban nomor 1: tulis dalam bentuk daftar bernomor 1-5, setiap fakta disertai bukti/data pendukung. Jawaban nomor 2: isi tabel dengan 4 kolom (No. | Pernyataan | Fakta/Opini | Alasan) untuk 4-5 pernyataan yang diberikan. Jawaban nomor 3: tulis dalam bentuk paragraf 5-7 kalimat dengan contoh konkret. REFLEKSI1. Apa tantangan terbesar yang kalian hadapi saat merencanakan dan melaksanakan observasi? Bagaimana kalian mengatasinya? 2. Bagaimana pengalaman observasi langsung ini mengubah cara kalian memahami fenomena alam di sekitar? 3. Mengapa menulis laporan berdasarkan fakta objektif penting dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat kalian membaca berita atau informasi di media sosial? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.