LKPD Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Kalimat Perintah dan Kalimat Larangan dalam Konteks Bermain
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Mengenal Kalimat Perintah dan Kalimat Larangan dalam Konteks Bermain". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Kalimat Perintah dan Kalimat Larangan dalam Konteks Bermain
Bahasa Indonesia - Kelas 1
Bab 2 - Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A) Topik: Mengenal Kalimat Perintah dan Kalimat Larangan dalam Konteks Bermain INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aku Menyimak, Aku Bisa Membedakan!Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Gurumu akan membacakan 4 kalimat berikut. Dengarkan baik-baik, lalu isilah tabel di bawah ini! Kalimat 1: Hati-hati! Isilah tabel:
2. Setelah mengisi tabel, jawab pertanyaan ini: Apa perbedaan kalimat perintah dan kalimat larangan yang kamu rasakan saat mendengarnya? Ceritakan dengan kata-katamu sendiri! 3. Lingkari tanda baca yang benar untuk mengakhiri kalimat perintah dan kalimat larangan! ? ! . Mengapa kamu memilih tanda itu? Tabel 4 baris × 4 kolom untuk soal nomor 1. Kotak isian bergaris untuk soal nomor 2 (3–4 baris). Lingkaran pilihan tanda baca dan kotak isian 2 baris untuk soal nomor 3. Kegiatan 2: Ayo Membaca dengan Intonasi Keren!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bacalah teks ini bersama gurumu: --- TEKS: DI TAMAN BERMAIN --- Setelah membaca, temukan dan tuliskan:
2. Gambarlah ekspresi wajah yang cocok saat kamu mengucapkan kalimat 'Jangan berlari di dekat ayunan!' — apakah wajahmu senang, khawatir, atau marah? Gambar di kotak yang tersedia, lalu tulis alasanmu di bawah gambar. Ruang gambar 3. Praktikkan bersama teman sebangkumu! Satu orang menjadi Budi, satu orang menjadi Siti. Bacakan kalimat-kalimat mereka dengan intonasi yang tepat. Setelah selesai, beri tanda centang (✓) pada pernyataan berikut: Kotak isian bergaris untuk soal nomor 1 (a dan b). Kotak gambar ukuran 6×6 cm dan 2 baris keterangan untuk soal nomor 2. Daftar centang untuk soal nomor 3. Kegiatan 3: Aku Bisa Membuat Kalimat Sendiri!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lihat gambar-gambar ini, lalu buat kalimatnya! [Gambar 1: Anak bermain ayunan tanpa pegangan] [Gambar 2: Anak bermain bola bersama teman] [Gambar 3: Anak berlari di dekat teman yang duduk] 2. Diskusikan bersama 2–3 temanmu: dari semua kalimat yang kalian buat, pilih SATU kalimat perintah dan SATU kalimat larangan yang paling penting saat bermain. Tulis pilihan kelompokmu di sini! Kalimat perintah pilihan kami: _______________ 3. Bayangkan kamu adalah guru di taman bermain. Tuliskan 1 kalimat perintah dan 1 kalimat larangan yang ingin kamu katakan kepada murid-muridmu agar mereka bermain dengan aman dan menyenangkan! Kotak gambar kecil (disediakan ilustrasi sederhana atau ruang kosong untuk ditempel gambar) dan garis isian di bawah setiap gambar untuk soal nomor 1. Kotak isian bergaris 4 baris untuk soal nomor 2. Kotak isian bergaris 3 baris untuk soal nomor 3. REFLEKSI1. Hari ini aku belajar tentang kalimat perintah dan kalimat larangan. Satu hal baru yang aku tahu sekarang adalah ... 2. Menurutmu, mengapa penting menggunakan kalimat perintah dan kalimat larangan saat bermain bersama teman? 3. Kapan kamu pernah mendengar kalimat perintah atau larangan di rumah atau di sekolah? Ceritakan satu contohnya! |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.