LKPDPertemuan 4Bab 6Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Interaksi Lintas Budaya dan Polarisasi Komunikasi dalam Masyarakat Digital

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 12 dengan topik "Menganalisis Interaksi Lintas Budaya dan Polarisasi Komunikasi dalam Masyarakat Digital".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Interaksi Lintas Budaya dan Polarisasi Komunikasi dalam Masyarakat Digital

Antropologi - Kelas 12

Bab 6 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Menganalisis Interaksi Lintas Budaya dan Polarisasi Komunikasi dalam Masyarakat Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikMenganalisis Interaksi Lintas Budaya dan Polarisasi Komunikasi dalam Masyarakat Digital
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis problematika keberagaman budaya sebagai realitas dalam masyarakat digital

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan stimulus yang disediakan secara cermat bersama kelompok belajarmu.
  • Fokuskan perhatian pada proses analisis problematika keberagaman budaya dalam konteks ruang digital.
  • Diskusikan setiap pertanyaan berdasarkan data stimulus dan konsep problematika sosial-budaya digital.
  • Tuliskan hasil analisis secara runtut pada format lembar kerja yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Unsur Problematika Keberagaman dalam Fenomena Ruang Gema (Echo Chamber)

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar stimulus kasus
  • Alat tulis
  • Buku referensi Antropologi Kelas 12

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks studi kasus mengenai fenomena perdebatan ritual adat di platform media sosial berikut:
  2. Studi Kasus: 'Sebuah potongan video tradisi adat daerah X berdurasi 15 detik diunggah tanpa konteks lengkap di platform media sosial. Kolom komentar segera terbelah menjadi dua kubu ekstrem: kubu akun luar daerah yang melabeli tradisi tersebut terbelakang dan melanggar hak individu, serta kubu warganet lokal yang merespons dengan ujaran bernada etnosentrisme defensif dan saling blokir akun (fenomena echo chamber/filter bubble). Algoritma platform memperkuat interaksi tersebut dengan merekomendasikan konten-konten provokatif sejenis, sehingga polarisasi komunikasi antarkelompok budaya semakin tajam.'
  3. Bedah dan uraikan komponen problematika budaya digital pada kasus tersebut dengan melengkapi tabel analisis.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus di atas, uraikanlah analisis Anda mengenai 3 komponen problematika:

  1. wujud distorsi pemahaman budaya,
  2. peran algoritma media sosial dalam polarisasi komunikasi budaya, dan
  3. konsekuensi terhadap relasi antarbudaya di masyarakat digital!
Ruang tabel jawaban

Format tabel 3 baris: Baris 1 memuat analisis wujud distorsi pemahaman budaya; Baris 2 memuat analisis peran algoritma dalam polarisasi komunikasi; Baris 3 memuat analisis konsekuensi terhadap relasi keberagaman antarbudaya.

Kegiatan 2: Analisis Komparasi Kritis: Interaksi Budaya Tatap Muka vs. Interaksi Budaya Digital

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel matriks komparasi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bandingkan problematika dinamika keberagaman budaya ketika terjadi di ruang fisik (tatap muka langsung) dibandingkan ketika terjadi di ruang digital (media daring).
  2. Gunakan indikator: pola penyebaran kesalahpahaman, derajat anonimitas pelaku, dan eskalasi segregasi sosial-budaya.
  3. Tuliskan uraian analisis komparatif dalam tabel perbandingan yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Analisis perbedaan karakteristik problematika keberagaman budaya antara ruang fisik langsung dan ruang digital berdasarkan 3 indikator: cara kesalahpahaman budaya tersebar, tingkat anonimitas komunikator, serta dampak kecepatan eskalasi polarisasi komunikasi!

Ruang tabel jawaban

Tabel komparasi 3 kolom (Indikator Analisis, Realitas Ruang Fisik, Realitas Ruang Digital) dan 3 baris indikator sesuai petunjuk.

Kegiatan 3: Analisis Faktor Kausalitas dan Dinamika Kompleks Problematika Budaya Digital

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Kertas plano/lembar kerja tugas kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi analisis berikut: 'Di era masyarakat jaringan (network society), keberagaman budaya dihadapkan pada paradoks: keterbukaan akses informasi sering kali tidak menghasilkan pemahaman lintas budaya yang lentur, melainkan memicu tribalism digital (pengelompokan berbasis kecurigaan primordial yang menguat di internet)'.
  2. Diskusikan dalam kelompok dan analisis faktor-faktor yang menyebabkan keterbukaan akses digital justru memicu problematika polarisasi budaya.
  3. Rumuskan hasil analisis dalam bentuk uraian sebab-akibat yang mendalam.

Pertanyaan:

1. Mengapa keterbukaan arus informasi dalam masyarakat digital justru dapat memicu problematika polarisasi komunikasi dan menguatnya tribalism kultural? Analisis minimal 2 faktor struktural-digital dan 2 faktor sosial-kultural yang melatarbelakanginya!

Lembar uraian analitis: 1 paragraf analisis faktor struktural-digital (minimal 2 faktor) dan 1 paragraf analisis faktor sosial-kultural (minimal 2 faktor), dilengkapi simpulan analitis integratif.

REFLEKSI

1. Bagaimana pengamatanmu terhadap linimasa media sosial yang kamu gunakan sehari-hari: apakah interaksi yang terjadi lebih mencerminkan pemahaman keberagaman atau polarisasi komunikasi?

2. Ketika menemukan konten yang menyudutkan praktik budaya tertentu di dunia digital, tindakan analisis apa yang paling penting dilakukan sebelum mempercayai atau membagikannya?

3. Apa kesadaran baru yang kamu dapatkan mengenai tantangan menjaga keberagaman budaya di tengah era masyarakat digital?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.