LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Problematika Prasangka, Stereotip, dan Etnosentrisme dalam Masyarakat Multikultural
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 12 dengan topik "Menganalisis Problematika Prasangka, Stereotip, dan Etnosentrisme dalam Masyarakat Multikultural".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Problematika Prasangka, Stereotip, dan Etnosentrisme dalam Masyarakat Multikultural
Antropologi - Kelas 12
Bab 6 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Antropologi — Kelas 12 (Fase F) Topik: Menganalisis Problematika Prasangka, Stereotip, dan Etnosentrisme dalam Masyarakat Multikultural INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Dekomposisi Masalah: Mengurai Stereotip dan Prasangka SosialEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan narasi studi kasus, analisislah perbedaan bentuk problematika stereotip dan prasangka yang muncul dengan menguraikan unsur penyebab kognitif (pelabelan/generalisasi) dan unsur afektif (sikap/emosi kecurigaan) yang terjadi! Ruang tabel jawaban 2. Analisislah bagaimana generalisasi stereotip terhadap gaya bicara dapat berkembang menjadi prasangka sosial yang menghambat integrasi sosial di komunitas tersebut! Tuliskan jawaban pada tabel 3 kolom: (1) Bentuk Problematika, (2) Unsur Fakta Kasus, (3) Analisis Pembentukan Konsep; dilanjutkan dengan paragraf analisis uraian keterkaitan antara stereotip dan prasangka sepanjang 1-2 paragraf. Kegiatan 2: Investigasi Kasus: Menganalisis Etnosentrisme dan Dominasi BudayaEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah faktor utama timbulnya sikap etnosentrisme pada narasi tersebut dengan menelusuri bagaimana kelompok mayoritas menggunakan standar budayanya sendiri untuk menghakimi praktik budaya kelompok lain! 2. Analisislah rantai dampak problematika keberagaman tersebut: bagaimana sikap superioritas budaya (etnosentrisme) memicu disharmoni sosial dan resistensi dalam masyarakat multikultural? Tuliskan hasil diskusi analisis dalam format bagan alur kausalitas: Sebab Utama (Standar Etnosentris) -> Gejala Interaksi Sosial -> Rantai Dampak Problematika Disintegrasi. Kegiatan 3: Sintesis Kritis: Komparasi Problematika dan Pemecahan Akar Masalah DisintegrasiEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Isilah matriks analisis komparasi untuk membedah akar perbedaan fokus masalah, objek penilaian, dan dampak destruktif dari prasangka, stereotip, dan etnosentrisme dalam masyarakat multikultural! Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan seluruh hasil analisis, rumuskan kesimpulan analitis mengenai mengapa keberagaman budaya selalu berpotensi mengalami disintegrasi apabila masyarakat gagal mengenali dan mereduksi bias stereotip, prasangka, dan etnosentrisme! Isi matriks tabel 4 kolom: (1) Konsep Problematika, (2) Lensa/Fokus Bias, (3) Manifestasi Perilaku Sosial, (4) Potensi Ancaman Integrasi; serta ruang uraian kesimpulan analitis 2 paragraf di bawah tabel. REFLEKSI1. Dari analisis yang telah dilakukan, situasi sosial mana di lingkungan sekitarmu yang paling rentan memunculkan stereotip atau prasangka antarbudaya? 2. Bagaimana caramu mengidentifikasi dan mengontrol asumsi pribadimu agar tidak terjerumus ke dalam pandangan yang etnosentris saat berinteraksi dengan orang berlatar belakang budaya berbeda? 3. Pemahaman baru apa yang kamu peroleh tentang pentingnya memandang realitas keberagaman secara setara dan objektif? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.