LKPDPertemuan 8Bab 5Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Temuan Dinamika Sosial dan Budaya dalam Perubahan Kebudayaan Melalui Perspektif Etik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 12 dengan topik "Menganalisis Temuan Dinamika Sosial dan Budaya dalam Perubahan Kebudayaan Melalui Perspektif Etik".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Temuan Dinamika Sosial dan Budaya dalam Perubahan Kebudayaan Melalui Perspektif Etik

Antropologi - Kelas 12

Bab 5 Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Menganalisis Temuan Dinamika Sosial dan Budaya dalam Perubahan Kebudayaan Melalui Perspektif Etik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikMenganalisis Temuan Dinamika Sosial dan Budaya dalam Perubahan Kebudayaan Melalui Perspektif Etik
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis temuan dinamika sosial dan budaya dalam perubahan kebudayaan dengan memperhatikan perspektif emik dan etik

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah dengan saksama setiap paparan kasus perubahan kebudayaan yang disajikan dalam lembar kerja.
  • Bekerjalah secara mandiri atau berpasangan sesuai petunjuk masing-masing kegiatan.
  • Gunakan pisau analisis antropologi dengan membedakan pandangan warga lokal (perspektif emik) dan kerangka analisis teoretis/peneliti luar (perspektif etik).
  • Tuliskan hasil analisis kalian secara runtut, objektif, dan jelas pada format ruang jawaban yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Dekonstruksi Temuan Perubahan Budaya (Emik vs Etik)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus Desa Sukamaju
  • Alat tulis
  • Buku catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks temuan lapangan singkat berikut: 'Di Desa Sukamaju, tradisi gotong royong panen padi (Sambatan) mulai ditinggalkan. Warga setempat menyatakan bahwa menyewa mesin pemanen (combine harvester) membuat mereka tidak perlu merasa berutang budi atau kerepotan menyediakan jamuan makanan besar bagi tetangga, sehingga hati terasa lebih tenang dan urusan panen tuntas cepat. Sementara itu, catatan antropolog luar memandang pergeseran ini sebagai gejala penetrasi mekanisasi pertanian dan pergeseran relasi sosial dari resiprositas komunal paguyuban (gemeinschaft) menuju efisiensi rasional-ekonomis patembayan (gesellschaft) yang dipicu oleh keterbatasan tenaga kerja usia muda.'
  2. Lakukan analisis pemisahan data temuan tersebut ke dalam perspektif emik (sudut pandang pelaku lokal) dan perspektif etik (sudut pandang peneliti/kerangka konseptual ilmiah).
  3. Tuliskan hasil analisis kalian ke dalam format tabel yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks temuan lapangan di Desa Sukamaju, analisislah dinamika perubahan budaya panen tersebut dengan memilah mana data temuan yang berperspektif emik dan mana yang berperspektif etik!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 Kolom: Kolom 1 'Temuan Perspektif Emik (Sudut Pandang Warga)', Kolom 2 'Temuan Perspektif Etik (Kerangka Analisis Peneliti Luar)'. Minimal memuat analisis perbandingan 2 aspek utama (alasan tindakan dan makna relasi sosial).

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Analisis Kritis Komparasi Sudut Pandang Perubahan Budaya

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil kerja Kegiatan 1
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati kembali hasil dekonstruksi emik dan etik pada Kegiatan 1.
  2. Diskusikan bersama rekan sebangku bagaimana kedua perspektif tersebut saling melengkapi dalam menganalisis dinamika perubahan budaya.
  3. Jawablah pertanyaan analisis kritis untuk melihat keterkaitan antara pemaknaan pelaku lokal (emik) dengan analisis sosial-kultural yang lebih luas (etik).

Pertanyaan:

1. Analisislah bagaimana temuan perspektif emik (pandangan warga lokal tentang kepraktisan dan kelegaan psikologis) mempengaruhi temuan perspektif etik peneliti tentang pergeseran relasi komunal menjadi hubungan kontraktual!

2. Jika seorang peneliti kebudayaan HANYA menggunakan perspektif etik tanpa menggali perspektif emik dalam kasus mekanisasi panen tersebut, apa kekeliruan analisis yang berisiko timbul dalam memahami dinamika masyarakat tersebut?

Tuliskan jawaban dalam bentuk paragraf analisis terstruktur (3-5 kalimat per nomor soal) pada lembar kerja yang tersedia.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Sintesis Analisis Dinamika Kontinuitas dan Perubahan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks temuan lanjutan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah data temuan lanjutan: 'Meskipun panen kini memakai mesin, warga Desa Sukamaju tetap menyelenggarakan kenduri selamatan wiwit (doa bersama) sebelum mesin pemanen masuk ke sawah. Warga mengatakan selamatan ini adalah bentuk ungkapan syukur pada Tuhan dan penghormatan leluhur agar hasil panen berkah.'
  2. Lakukan analisis komprehensif dengan memadukan perspektif emik dan etik untuk menjelaskan dinamika kontinuitas (hal yang bertahan) dan perubahan yang terjadi.
  3. Rumuskan simpulan analisis dinamika sosial budaya tersebut secara utuh.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan temuan lanjutan tersebut, analisislah dinamika budaya apa yang mengalami perubahan dan apa yang mengalami kontinuitas (kebertahanan) dengan memadukan perspektif emik warga serta etik antropologis!

Format uraian analitis sistematis yang memisahkan: (a) Analisis Elemen Perubahan (Emik & Etik), (b) Analisis Elemen Kontinuitas (Emik & Etik), dan (c) Kesimpulan Paduan Analisis Dinamika Kebudayaan.

REFLEKSI

1. Saat menganalisis kasus di atas, bagian mana yang lebih menantang bagi kalian: menangkap makna asli dari penuturan warga (emik) atau menjelaskan makna tersebut menggunakan konsep ilmiah kebudayaan (etik)? Mengapa?

2. Bagaimana kesadaran membedakan perspektif emik dan etik membantumu menghindari prasangka buruk saat melihat kebiasaan kelompok masyarakat lain yang berubah di sekitarmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.