LKPDPertemuan 4Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Sistem Kekerabatan Bilateral dan Bagan Hubungan Kekerabatan di Masyarakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 12 dengan topik "Menganalisis Sistem Kekerabatan Bilateral dan Bagan Hubungan Kekerabatan di Masyarakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Sistem Kekerabatan Bilateral dan Bagan Hubungan Kekerabatan di Masyarakat

Antropologi - Kelas 12

Bab 4 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Menganalisis Sistem Kekerabatan Bilateral dan Bagan Hubungan Kekerabatan di Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikMenganalisis Sistem Kekerabatan Bilateral dan Bagan Hubungan Kekerabatan di Masyarakat
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis sistem kekerabatan sebagai bagian dari struktur sosial di masyarakat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan stimulus bagan kekerabatan dengan saksama.
  • Bekerjalah secara mandiri atau bersama kelompok sesuai arahan guru pada tiap kegiatan.
  • Fokuskan analisis kalian pada kedudukan individu, garis keturunan, dan hak/kewajiban dalam struktur sosial masyarakat.
  • Tuliskan hasil analisis kalian secara runtut pada format lembar kerja yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Menganalisis Bagan Kekerabatan Bilateral

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Antropologi Kelas 12 Bab 4
  • Alat tulis
  • Bagan kekerabatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan deskripsi keluarga Ego berikut: Ego (anak laki-laki) memiliki Ayah (A) dan Ibu (B). Kakek dan Nenek dari pihak Ayah bernama C (laki-laki) dan D (perempuan). Kakek dan Nenek dari pihak Ibu bernama E (laki-laki) dan F (perempuan). Ayah memiliki saudara perempuan kandung (G), sedangkan Ibu memiliki saudara laki-laki kandung (H). Ego memiliki satu saudara perempuan kandung (I).
  2. Pahami simbol antropologi standar: Segitiga = Laki-laki, Lingkaran = Perempuan, Garis horizontal (=) = Ikatan pernikahan, Garis vertikal (|) = Garis keturunan.
  3. Jawablah pertanyaan analisis mengenai posisi Ego dan relasi kerabat dari kedua belah pihak orang tua dalam bagan bilateral tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan prinsip sistem kekerabatan bilateral/parental, analisislah bagaimana kedudukan kerabat dari pihak ayah (C, D, G) dan kerabat dari pihak ibu (E, F, H) terhadap Ego dalam struktur sosial keluarga!

2. Analisislah perbedaan struktur penarikan garis keturunan Ego pada bagan bilateral di atas jika dibandingkan dengan sistem unilineal (patrilineal atau matrilineal)!

Format uraian terstruktur: Tuliskan jawaban analisis nomor 1 dan 2 dalam 1-2 paragraf penjelasan logis di kolom teks yang disediakan pada LKPD.

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Analisis Komparatif Sistem Kekerabatan dalam Struktur Sosial

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel lembar kerja perbandingan
  • Alat tulis
  • Bahan bacaan Buku Siswa Bab 4

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah data perbandingan struktur sosial tiga masyarakat berikut: Masyarakat A (Jawa/Sunda - Bilateral), Masyarakat B (Batak/Bali - Patrilineal), dan Masyarakat C (Minangkabau - Matrilineal).
  2. Lakukan analisis perbandingan terhadap tiga dimensi struktur sosial: prinsip penarikan garis keturunan, kedudukan anggota keluarga dalam pewarisan/hak sosial, dan bentuk kelompok kekerabatan.
  3. Lengkapi tabel analisis komparatif yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel analisis komparatif berikut untuk membedakan bagaimana sistem bilateral, patrilineal, dan matrilineal membentuk struktur sosial masyarakat!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 3 baris x 3 kolom. Kolom: (1) Prinsip Garis Keturunan, (2) Kedudukan Hak/Kewajiban Sosial & Waris, (3) Bentuk Kelompok Kekerabatan. Baris: Sistem Bilateral, Sistem Patrilineal, Sistem Matrilineal.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Analisis Kasus Kedudukan Sistem Kekerabatan di Kehidupan Nyata

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus
  • Format diskusi LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah studi kasus singkat berikut: 'Keluarga Pak Budi dan Ibu Siti tinggal di lingkungan perkotaan yang menganut sistem bilateral. Menjelang hari raya dan acara pernikahan anak pertama mereka, keluarga ini membagi tugas, kunjungan silaturahmi, serta pembagian bantuan keluarga secara seimbang antara pihak keluarga besar Pak Budi maupun keluarga besar Ibu Siti. Tidak ada pihak kerabat yang diposisikan lebih tinggi atau lebih dominan.'
  2. Diskusikan dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan analisislah peran sistem kekerabatan bilateral tersebut terhadap kestabilan struktur sosial keluarga.
  3. Presentasikan temuan kelompok dan selesaikan seluruh lembar kerja termasuk lembar refleksi.

Pertanyaan:

1. Analisislah bagaimana fungsi sistem kekerabatan bilateral pada kasus keluarga Pak Budi dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan jejaring sosial di masyarakat modern!

2. Berdasarkan analisis struktur sosial, apa konsekuensi bagi seorang individu (Ego) jika salah satu pihak kerabat (ayah atau ibu) mengabaikan tanggung jawab kekerabatannya dalam sistem bilateral?

Format lembar diskusi kelompok: Tuliskan poin kesepakatan analisis kelompok (minimal 2 argumentasi logis per pertanyaan) pada kotak respon diskusi yang tersedia di LKPD.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis sistem kekerabatan bilateral dan bagannya, bagian mana dari relasi struktur keluarga yang paling memperjelas kedudukan sosialmu sendiri di rumah?

2. Mengapa pemahaman tentang sistem kekerabatan sangat penting dalam menganalisis perbedaan struktur masyarakat di Indonesia?

3. Tantangan konseptual apa yang kamu hadapi saat membedakan penarikan garis keturunan bilateral dengan unilineal?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.