LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Dinamika Sosial Budaya Berdasarkan Perspektif Etik Antropologis
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 12 dengan topik "Menganalisis Dinamika Sosial Budaya Berdasarkan Perspektif Etik Antropologis".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Dinamika Sosial Budaya Berdasarkan Perspektif Etik Antropologis
Antropologi - Kelas 12
Bab 3 Pertemuan 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Antropologi — Kelas 12 (Fase F) Topik: Menganalisis Dinamika Sosial Budaya Berdasarkan Perspektif Etik Antropologis INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Kegiatan 1: Membedakan Data Emik dan Analisis Etik dalam Perubahan BudayaEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan narasi perubahan tradisi 'Sambatan' menjadi upah kerja harian, kelompokkan 4 temuan data berikut ke dalam perspektif emik atau perspektif etik:
Ruang tabel jawaban 2. Jelaskan perbedaan mendasar antara cara pandang emik dan cara pandang etik ketika menganalisis peristiwa perubahan sistem sosial pada tradisi Sambatan tersebut! Format tabel 3 kolom: Nomor Temuan, Kategori (Emik / Etik), dan Alasan Analisis Pengelompokan. Di bawahnya disediakan 5 baris kosong untuk uraian perbandingan. Kegiatan 2: Kegiatan 2: Menganalisis Dinamika Sosial Budaya Melalui Perspektif Emik dan EtikEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisis dinamika sosial budaya yang terjadi pada peralihan pasar fisik ke live streaming dagang menggunakan perspektif emik: bagaimana para pedagang lokal memaknai perubahan cara berdagang ini bagi kelangsungan usaha dan hubungan kekerabatan antarpenjual? 2. Analisis dinamika tersebut menggunakan perspektif etik: analisislah bagaimana adaptasi teknologi digital ini merekonfigurasi sistem sosial pasar tradisional (misalnya struktur relasi kuasa, individualisasi ruang ekonomi, atau integrasi ke jaringan ekonomi global)! 3. Sintesiskan analisis kalian dalam sebuah bagan perbandingan: bagaimana kombinasi perspektif emik dan etik menghasilkan pemahaman yang utuh mengenai dinamika sosial budaya di pasar tersebut? Ruang tabel jawaban Format isian uraian terstruktur (masing-masing 6-8 baris) dan sebuah bagan komparasi 3 kolom: Dimensi Dinamika Budaya, Temuan Perspektif Emik, Temuan Perspektif Etik. Kegiatan 3: Kegiatan 3: Analisis Komparatif Etik Antropologis atas Fenomena Budaya KontemporerEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lakukan analisis etik antropologis terhadap fenomena budaya 'ngopi di kafe': jika pemaknaan emik anak muda adalah 'tempat santai mencari hiburan dan kumpul kawan', bagaimana perspektif etik antropologis menganalisis dinamika fungsi simbolik, konsumerisme, dan reproduksi status sosial pada fenomena tersebut? 2. Mengapa dalam mengkaji dinamika sosial budaya, seorang analis antropologi dilarang hanya menggunakan perspektif etik secara sepihak tanpa mempertimbangkan perspektif emik masyarakat yang bersangkutan? Format lembar jawaban uraian analitis bebas berpagar (masing-masing disediakan ruang 8 baris). REFLEKSI1. Saat menganalisis kebiasaan di sekitarmu, apakah kamu lebih sering menilai berdasarkan sudut pandang orang dalam (emik) atau langsung menggunakan kacamata teori/pengamat luar (etik)? Mengapa? 2. Bagaimana penguasaan analisis perspektif emik dan etik ini membantumu terhindar dari prasangka negatif saat melihat perubahan budaya yang terjadi di lingkungan masyarakatmu sendiri? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.