LKPDPertemuan 7Bab 3Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Dinamika Nilai Budaya Berdasarkan Perspektif Emik Masyarakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 12 dengan topik "Menganalisis Dinamika Nilai Budaya Berdasarkan Perspektif Emik Masyarakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Dinamika Nilai Budaya Berdasarkan Perspektif Emik Masyarakat

Antropologi - Kelas 12

Bab 3 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Menganalisis Dinamika Nilai Budaya Berdasarkan Perspektif Emik Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikMenganalisis Dinamika Nilai Budaya Berdasarkan Perspektif Emik Masyarakat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis dinamika sosial dan budaya masyarakat menggunakan perspektif emik dan etik

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah teks narasi studi kasus dinamika tradisi lokal dengan cermat.
  • Pahami perbedaan cara pandang emik (perspektif internal/sudut pandang pelaku budaya itu sendiri) dan etik (perspektif eksternal/analisis ilmiah pengamat luar).
  • Kerjakan setiap aktivitas analisis secara mandiri maupun bersama kelompok sesuai instruksi.
  • Tuliskan hasil analisis secara runtut dan objektif pada format lembar kerja yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Membedakan Perspektif Emik dan Etik dalam Dinamika Tradisi Rewang

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja/buku catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi studi kasus berikut:
  2. KASUS: Tradisi 'Rewang' (gotong royong menyiapkan hidangan hajatan) di Desa Makmur kini mulai beralih menggunakan jasa katering komersial karena tuntutan efisiensi waktu warga yang semakin sibuk bekerja di pabrik.
  3. Warga setempat (Ibu Siti) berujar: 'Bagi kami, rewang bukan sekadar masak, tetapi wadah guyub dan menjaga paseduluran. Walau melelahkan dan sekarang mulai ditinggalkan demi kepraktisan kerja, rasa sungkan dan keinginan menjaga tali silaturahmi tetap menjadi alasan kami tetap bertahan dengan rewang mini.'
  4. Seorang pengamat sosiologi-antropologi dari luar menulis laporan: 'Fenomena peralihan rewang ke katering merupakan bentuk rasionalisasi ekonomi dan diferensiasi struktural masyarakat agraris menuju masyarakat industri yang menitikberatkan efisiensi waktu dan perhitungan biaya riil.'
  5. Lakukan dekonstruksi atas narasi kasus di atas dengan mengisi tabel perbandingan perspektif emik dan etik.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus Tradisi Rewang, identifikasikan dan pilahlah mana yang merupakan data pandangan emik dan mana yang merupakan data pandangan etik mengenai dinamika tradisi tersebut!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 2 kolom: Kolom 1 (Perspektif Emik: Pernyataan warga, makna batin, dan alasan internal perubahan), Kolom 2 (Perspektif Etik: Analisis pengamat, konsep teoretis luar, dan penjelasan fenomena secara objektif-struktural).

Kegiatan 2: Menganalisis Dinamika Nilai Budaya Berbasis Emik dan Etik

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks Antropologi Kelas 12
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati kembali studi kasus pada Kegiatan 1 beserta dinamika perubahan nilai yang terjadi.
  2. Analisis secara mendalam bagaimana sudut pandang emik warga menjelaskan alasan pergeseran praktik tersebut, serta bagaimana perspektif etik melengkapi penjelasan pergeseran struktur sosial tersebut.
  3. Jawablah pertanyaan analisis berikut dengan argumen yang sistematis.

Pertanyaan:

1. Bagaimanakah dinamika nilai budaya dalam tradisi tersebut dijelaskan jika dilihat secara emik oleh warga setempat? Mengapa warga tidak menganggap adopsi katering sebagai hilangnya nilai kerukunan secara total?

2. Bagaimanakah keterpaduan analisis emik dan etik mampu memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang dinamika sosial-budaya masyarakat tersebut?

Tuliskan jawaban dalam bentuk uraian argumentatif pada lembar bergaris (masing-masing 1-2 paragraf terstruktur).

Kegiatan 3: Investigasi Komparatif Fenomena Dinamika Budaya Lokal

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano/HVS/Buku catatan kelompok
  • Spidol/bolpoin

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan dalam kelompok beranggotakan 3-4 orang mengenai satu contoh dinamika budaya lokal lain yang sedang terjadi di sekitar kalian (misal: tradisi pembayaran non-tunai pada amplop hajatan, digitalisasi tradisi mudik/sungkeman, atau modifikasi upacara adat perkawinan).
  2. Lakukan analisis atas dinamika tersebut menggunakan pisau bedah perspektif emik dan etik.
  3. Tuliskan hasil analisis kelompok dalam format matriks komparatif.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah matriks analisis dinamika budaya lokal pilihan kelompokmu yang mencakup: (a) Nama fenomena dinamika tradisi, (b) Analisis sudut pandang emik (penuturan dan pemaknaan pelaku lokal), dan (c) Analisis sudut pandang etik (analisis konsep keilmuan antropologi dari luar)!

Format matriks 3 baris/kolom terstruktur: Komponen Tradisi & Dinamika yang Terjadi, Analisis Perspektif Emik (Native's Point of View), Analisis Perspektif Etik (Scientific/Observer's Point of View).

REFLEKSI

1. Apa perbedaan utama yang paling kamu rasakan saat memposisikan diri menganalisis budaya orang lain menggunakan sudut pandang mereka sendiri (emik) dibandingkan dengan sudut pandang keilmuanmu sendiri (etik)?

2. Mengapa kita harus menghindari sikap menghakimi (judgemental) saat menganalisis dinamika perubahan budaya di sekitar kita?

3. Bagian mana dari kegiatan analisis perspektif emik dan etik ini yang paling menantang pemikiranmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.