LKPDPertemuan 5Bab 3Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Perilaku Sosial Masyarakat dalam Fenomena Budaya Tradisional

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 12 dengan topik "Menganalisis Perilaku Sosial Masyarakat dalam Fenomena Budaya Tradisional".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Perilaku Sosial Masyarakat dalam Fenomena Budaya Tradisional

Antropologi - Kelas 12

Bab 3 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Menganalisis Perilaku Sosial Masyarakat dalam Fenomena Budaya Tradisional

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikMenganalisis Perilaku Sosial Masyarakat dalam Fenomena Budaya Tradisional
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis keterkaitan antara struktur sosial dan perilaku sosial masyarakat dalam fenomena budaya

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus tradisi budaya dengan seksama bersama kelompok belajarmu.
  • Gunakan konsep struktur sosial (status, peran, diferensiasi, stratifikasi/hirarki) untuk membedah perilaku sosial masyarakat yang tampak dalam fenomena budaya.
  • Jawab pertanyaan secara bertahap mulai dari pengenalan elemen struktur, analisis keterkaitan, hingga perbandingan kasus sesuai format yang disediakan.
  • Selesaikan tugas tepat waktu sesuai alokasi waktu tiap tahapan aktivitas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Membedah Komponen Struktur Sosial dan Perilaku Nyata dalam Tradisi Reog Ponorogo

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis
  • Kutipan teks narasi tradisi Reog Ponorogo

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat fenomena pertunjukan Reog Ponorogo berikut: 'Dalam pagelaran kesenian Reog Ponorogo, terdapat pembagian posisi sosial yang jelas. Tokoh Warok bertindak sebagai sesepuh atau pembina paguyuban yang memegang otoritas moral dan spiritual. Penari Pembarong memikul dadak merak seberat puluhan kilogram dengan keterampilan fisik tinggi, sedangkan penari Jathil (prajurit berkuda) dan Bujang Ganong (patih jenaka) menampilkan kelincahan serta kepatuhan pada alur pertunjukan. Warga masyarakat umum bertindak sebagai penonton sekaligus pendukung logistik yang secara sukarela menyumbang konsumsi serta menjaga ketertiban arena.'
  2. Identifikasi komponen struktur sosial (posisi/status dan relasi kedudukan) serta perilaku sosial yang muncul dari masing-masing posisi tersebut.
  3. Isilah tabel analisis pemetaan struktur dan perilaku sosial di ruang jawaban.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi Reog Ponorogo, analisislah keterkaitan antara status/posisi sosial pelaku budaya dengan perilaku sosial nyata yang ditampilkannya dalam tabel dengan format:

  1. Posisi/Status Sosial,
  2. Peran/Tindakan yang Diharapkan Struktur, dan
  3. Bentuk Perilaku Sosial Nyata di Lapangan!
Ruang tabel jawaban

2. Bagaimanakah kedudukan atau status sosial sesepuh (Warok) memengaruhi perilaku sosial para penari dan masyarakat selama ritual pagelaran budaya berlangsung?

Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Posisi/Status Sosial), Kolom 2 (Tuntutan Peran Struktur), Kolom 3 (Bentuk Perilaku Sosial Nyata), dilanjutkan dengan paragraf uraian penjelasan pengaruh kedudukan Warok (3-5 kalimat).

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Analisis Kausal Keterkaitan Struktur Sosial terhadap Perilaku Gotong Royong Tradisional

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Teks studi kasus Sinoman

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks kasus tradisi Sinoman / Sambatan di pedesaan Jawa berikut: 'Dalam tradisi hajatan pernikahan di desa, struktur kepanitiaan informal didasarkan pada ikatan kekerabatan dan stratifikasi usia. Para tetua kampung (kaum kasepuhan) menempati posisi penasihat yang menentukan jadwal dan restu adat. Kaum bapak dewasa bertanggung jawab pada urusan mendirikan panggung (tarub) dan penyembelihan hewan. Kaum ibu (warga perempuan) mengelola dapur umum (pawon), sementara para pemuda (sinoman) bertugas melayani tamu, membagikan hidangan, dan mengangkut perlengkapan berat tanpa upah finansial.'
  2. Diskusikan bersama kelompok bagaimana pembagian kerja sosial (diferensiasi peran berdasarkan usia dan gender) secara langsung membentuk perilaku sosial tolong-menolong masyarakat.
  3. Jawab pertanyaan analisis keterkaitan kausal di lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Analisislah bagaimana diferensiasi struktur sosial (berdasarkan usia dan gender) dalam tradisi Sinoman membentuk pembagian perilaku sosial kerja sama di antara warga!

2. Apa yang terjadi pada perilaku sosial masyarakat jika salah satu individu dalam struktur tersebut tidak mematuhi peran sosialnya (misalnya pemuda menolak melayani tamu)? Kaitkan dengan sanksi sosial dalam struktur kemasyarakatan!

Uraian analitis argumentatif (2 bagian: Analisis pembagian struktur ke perilaku gotong royong, dan analisis kontrol perilaku atas pelanggaran peran struktur).

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Analisis Komparatif Perilaku Sosial dalam Dua Struktur Budaya Berbeda dan Refleksi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Buku Panduan Siswa Antropologi Kelas XII

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bandingkan struktur sosial masyarakat egaliter (misalnya sistem gotong royong panen sawah antarpetani sederajat) dengan struktur sosial hierarkis (misalnya upacara adat Keraton atau pemakaman Rambu Solo di Toraja yang melibatkan kasta/bangsawan).
  2. Lakukan analisis kritis mengenai bagaimana perbedaan bentuk struktur sosial (horizontal vs vertikal) menciptakan pola perilaku sosial masyarakat yang berbeda pula.
  3. Tuliskan kesimpulan analitis kelompok, lalu jawab pertanyaan refleksi individu mengenai pemahaman keterkaitan struktur dan perilaku sosial.

Pertanyaan:

1. Analisislah perbedaan pola perilaku sosial masyarakat yang dihasilkan oleh struktur sosial horizontal (kemitraan setara/kolektif) dibandingkan dengan struktur sosial vertikal (hierarki kasta/bangsawan) dalam konteks pelaksanaan upacara budaya!

2. Berdasarkan keseluruhan analisis, rumuskan satu proposisi/kesimpulan logis mengenai bagaimana struktur sosial menentukan atau membatasi perilaku sosial masyarakat dalam fenomena kebudayaan tradisional!

Bagan perbandingan 2 kolom (Perilaku pada Struktur Horizontal vs Perilaku pada Struktur Vertikal) disertai 1 paragraf proposisi kesimpulan akhir.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis berbagai fenomena budaya hari ini, bagaimana caramu melihat kaitan antara posisi/kedudukan seseorang di lingkungan tempat tinggalmu dengan cara dia bersikap di acara kebudayaan/tradisi lokal?

2. Bagian analisis mana yang paling menantang bagimu saat menghubungkan konsep struktur sosial (seperti peran, status, atau hierarki) dengan tindakan nyata warga dalam tradisi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.